Suzuki e Sky Terdaftar di Indonesia yang Tengah Ramai EV Mungil
17 September 2026, 13:00 WIB
Bukan pertama kali kendaraannya ditarik, kali ini recall VinFast VF8 disebabkan oleh potensi masalah airbag
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan otomotif asal Vietnam, VinFast nampaknya harus kembali mengalami kendala. Belum lama ini diketahui ada potensi masalah airbag sehingga sejumlah unit perlu ditarik kembali.
Dilansir dari AutoEvolution, Senin (3/6) VinFast VF8 pernah direcall akibat masalah software yang mengakibatkan Multifunction Head Unit tidak berfungsi.
Mengacu pada data NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration), VinFast melaporkan hampir 300 unit VF8 produksi 2022 sampai 2024 mungkin menggunakan Inert Airbag Ignitors.
Pihak VinFast menjelaskan airbag yang dilengkapi komponen Inert Ignitor umumnya hanya dipakaikan pada unit praproduksi buat keperluan pengetesan.
Mundur ke 19 April, salah satu unit VinFast VF8 dibawa ke diler akibat lampu peringatan airbag terus menyala. Pihak diler kemudian mengidentifikasi bahwa Front Passenger Side Airbag ternyata dibekali Inert Ignitor.
Secara keseluruhan 52 dari 284 unit VF8 yang pakai Inert Ignitor sudah ada di tangan konsumen. Akibat hal tersebut VinFast terpaksa menghentikan distribusi dan penjualan buat sementara waktu.
Namun ada hal lain menimbulkan pertanyaan, karena sampai sekarang VinFast belum menjelaskan proses recall dan bagaimana kendaraan diperbaiki agar bisa kembali digunakan dengan aman.
Kemudian VinFast Auto LLC di Los Angeles mengklaim tidak mengetahui ada laporan kesalahan pemasangan airbag. Namun diler sudah diarahkan untuk memeriksa dan mengganti airbag jika dibutuhkan.
Seluruh pemilik kendaraan terkait akan diberi imbauan melakukan pengecekan ke diler resmi paling lambat mulai 7 Juni.
Pada 18 Mei 2024, VinFast melakukan penarikan kembali VF8 City Edition karena masalah Multimedia Head Unit. Ini berdampak pada 999 unit model tersebut produksi 27 Juli – 25 November 2022.
Kemudian sepanjang kuartal pertama 2024, VinFast melaporkan ada kenaikan penjualan sampai 444 persen.
Namun sebuah penelusuran dilakukan Hunterbrook Media pada April 2024 ungkap bahwa penjualan merek tersebut dilakukan ke perusahaan afiliasi, bukan konsumen sebenarnya.
Hunterbrook Media menyorot ratusan kendaraan ditelantarkan di sebuah lapangan. Padahal unit tersebut sebelumnya dijual ke perusahaan milik Pham Nhat Vuong, CEO VinFast.
Lalu harga terbilang tinggi karena VinFast yang dijual di AS mulai 46.000 USD (Rp 746,2 jutaan). Ini lebih mahal dari Hyundai Ioniq 5 di 41.800 USD (Rp 678 jutaan) atau Tesla Model S di 44.990 USD atau setara Rp 729,8 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
Terkini
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air