Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
ASEAN NCAP memberi tanggapan terkait beredarnya video yang memperlihatkan bahwa mobil listrik penuh radiasi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Beredar sebuah video di sosial media yang menunjukkan bahwa radiasi pada mobil listrik cukup tinggi. Konten tersebut disebar oleh akun TikTok @yussamarulli6.
Dalam unggahannya, ia menggunakan sebuah berwarna hitam dan bertuliskan Radiation Detection. Saat diaktifkan, alat pun menunjukkan angka hingga 2.500 GHz hingga diklaim jauh di atas batas aman.
Setelah itu dia memasangkan sebuah alat untuk mengurangi radiasi kemudian alat pun menunjukkan angka nol.
Ia menjelaskan bahwa alat tersebut memang berfungsi untuk mengurangi radiasi pada kendaraan. Sehingga diharapkan kesehatan manusia khususnya para pengguna EV tidak terdampak negatif.
“Setiap perangkat listrik aktif akan memancarkan radiasi dan tentunya sudah dihitung oleh pabrikan agar tidak berbahaya dari kesehatan. Demikian juga kendaraan listrik, pasti ada standarnya,” ungkapnya pada KatadataOTO.
Ia pun menjelaskan bahwa cara paling efektif buat mengurangi radiasi adalah dengan menutup sumbernya menggunakan pelapis khusus.
“Untuk kendaraan listrik, bisa pada casing baterainya. Tapi kalau dengan alat seringkas itu bisa mengurangi radiasi, ya tidak masalah asal memang terbukti secaraa ilmiah,” ungkapnya kemudian.
Tingginya radiasi dari kendaraan listrik saat ini pun belum menjadi faktor yang diperiksa oleh ASEAN NCAP. Meski demikian, dirinya pun bisa mempertimbangkan memasukkannya dalam pengujian di masa depan.
“ASEAN NCAP sampai sekarang belum memiliki protokol uji untuk radiasi kendaraan listrik. Namun hal ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan protokol uji berikutnya,” pungkasnya.
Perlu diketahui bahwa penjualan mobil listrik di Indonesia sudah semakin marak. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan di Januari hingga Juli 2025 sudah mencapai 42.178 unit.
BYD dan Denza pun disebut-sebut jadi merek terlaris dengan angka penjualan sekitar 22.600 unit. Berkat ini maka market share yang dari pabrikan asal Cina tersebut adalah sebesar 53,6 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 18:02 WIB
Berbekal kemenangan di Misano pada Minggu (13/09), Marquez sukses memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026
14 September 2026, 18:01 WIB
BYD kembali berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris periode Agustus 2026 disusul Jaecoo dan Geely
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum