Lepas E4 Diperkenalkan di IIMS 2026, Booking Fee Cuma Rp 5 Juta
05 Februari 2026, 20:20 WIB
ASEAN NCAP memberi tanggapan terkait beredarnya video yang memperlihatkan bahwa mobil listrik penuh radiasi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Beredar sebuah video di sosial media yang menunjukkan bahwa radiasi pada mobil listrik cukup tinggi. Konten tersebut disebar oleh akun TikTok @yussamarulli6.
Dalam unggahannya, ia menggunakan sebuah berwarna hitam dan bertuliskan Radiation Detection. Saat diaktifkan, alat pun menunjukkan angka hingga 2.500 GHz hingga diklaim jauh di atas batas aman.
Setelah itu dia memasangkan sebuah alat untuk mengurangi radiasi kemudian alat pun menunjukkan angka nol.
Ia menjelaskan bahwa alat tersebut memang berfungsi untuk mengurangi radiasi pada kendaraan. Sehingga diharapkan kesehatan manusia khususnya para pengguna EV tidak terdampak negatif.
“Setiap perangkat listrik aktif akan memancarkan radiasi dan tentunya sudah dihitung oleh pabrikan agar tidak berbahaya dari kesehatan. Demikian juga kendaraan listrik, pasti ada standarnya,” ungkapnya pada KatadataOTO.
Ia pun menjelaskan bahwa cara paling efektif buat mengurangi radiasi adalah dengan menutup sumbernya menggunakan pelapis khusus.
“Untuk kendaraan listrik, bisa pada casing baterainya. Tapi kalau dengan alat seringkas itu bisa mengurangi radiasi, ya tidak masalah asal memang terbukti secaraa ilmiah,” ungkapnya kemudian.
Tingginya radiasi dari kendaraan listrik saat ini pun belum menjadi faktor yang diperiksa oleh ASEAN NCAP. Meski demikian, dirinya pun bisa mempertimbangkan memasukkannya dalam pengujian di masa depan.
“ASEAN NCAP sampai sekarang belum memiliki protokol uji untuk radiasi kendaraan listrik. Namun hal ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan protokol uji berikutnya,” pungkasnya.
Perlu diketahui bahwa penjualan mobil listrik di Indonesia sudah semakin marak. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan di Januari hingga Juli 2025 sudah mencapai 42.178 unit.
BYD dan Denza pun disebut-sebut jadi merek terlaris dengan angka penjualan sekitar 22.600 unit. Berkat ini maka market share yang dari pabrikan asal Cina tersebut adalah sebesar 53,6 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Februari 2026, 20:20 WIB
05 Februari 2026, 19:18 WIB
05 Februari 2026, 19:12 WIB
05 Februari 2026, 13:07 WIB
04 Februari 2026, 16:00 WIB
Terkini
06 Februari 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, fasilitas SIM keliling Jakarta masih tetap dibuka seperti biasa di lima tempat ini
06 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 6 Februari 2026 akan diawasi ketat oleh petugas karena berbarengan dengan Operasi Keselamatan
06 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung tetap melayani masyarakat jelang akhir pekan, bahkan tersedia di dua lokasi berbeda
05 Februari 2026, 23:34 WIB
GAC Indonesia menyambut tahun baru Imlek dengan membanting harga sejumlah model andalan mereka di Tanah Air
05 Februari 2026, 21:15 WIB
Yamaha Aerox Alpha tampil menawan dalam gelaran IIMS 2026 setelah diberikan pilihan warna baru yang menggoda
05 Februari 2026, 20:20 WIB
Untuk pertama kalinya Lepas E4 diperkenalkan di dunia dan sudah bisa dipesan dengan booking fee terjangkau
05 Februari 2026, 19:18 WIB
Changan mengumumkan harga baru untuk Lumin EV maupun Deepal S07 demi menggoda para konsumen di Indonesia
05 Februari 2026, 19:12 WIB
Harga VinFast Limo Green yang diumumkan di IIMS 2026 berlaku untuk konsumen pada segmen fleet atau perusahaan