Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera
01 Januari 2026, 13:00 WIB
Bertolak belakang dengan penjualan mobil murah, Hyundai sebut kendaraan premium lebih stabil karena hal ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pasar otomotif Tanah Air masih harus berhadapan dengan berbagai tantangan ekonomi, berimbas pada pelemahan daya beli masyarakat.
Imbas hal tersebut, segmen kendaraan yang menyasar konsumen menengah ke bawah dan sensitif terhadap perubahan harga, paling terdampak fenomena ini.
Di sisi lain, mobil seharga Rp 300 jutaan ke atas justru diminati. Hal ini terjadi karena konsumennya tidak mengalami hambatan ekonomi ataupun kendala cicilan.
Sehingga pembelian kendaraan jadi lebih mudah didukung, karena kondisi finansial berbeda.
“Jadi Santa Fe, Palisade itu di tempat kami mencatatkan penjualan yang cukup bagus,” kata Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) saat ditemui di Tangerang beberapa waktu lalu.
Jika melihat data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) Palisade teranyar adalah 116 unit sepanjang Juli 2025.
Angka itu terpaut berada di atas Santa Fe yang dilego dengan harga lebih rendah mulai dari Rp 600 jutaan. Wholesales-nya hanya tembus 16 unit.
Guna menggairahkan kembali segmen di bawah Santa Fe dan Palisade, Frans menyorot pentingnya fasilitas pembiayaan yang baik untuk para konsumen di kelas tersebut.
Kemudian Hyundai juga bakal menyesuaikan strategi maupun target penjualan 2025, mengikuti dinamika pasar.
“Dalam kondisi kuartal pertama, kuartal kedua yang lalu kita melihat penurunan tren dari pasar. Makanya kita melakukan adaptasi, strategi kan tidak boleh tetap (sama),” tegas Frans.
Jika dilihat dari sudut pandang ekonom, penurunan penjualan di segmen menengah ke bawah terjadi karena konsumennya sensitif terhadap inflasi dan suku bunga.
Lalu ada tren aspirational buying di kelas atas, karena banyak model baru, seperti kendaraan elektrifikasi di rentang harga Rp 300 jutaan.
Alhasil, banyak masyarakat di segmen itu menginvestasikan uangnya ke emas alih-alih barang ataupun aset seperti mobil.
“Itu membuat segmen sensitif dengan harga sangat rapuh, termasuk LCGC dan Low MPV baru,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO dalam kesempatan berbeda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 13:00 WIB
22 Desember 2025, 10:00 WIB
18 Desember 2025, 16:00 WIB
17 Desember 2025, 21:00 WIB
17 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026