BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Seharusnya produksi mulai Juli 2024, VinFast dikabarkan bakal tunda operasional pabrik di AS karena penjualan lesu
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merek otomotif Vietnam, VinFast tengah gencar memasarkan kendaraan listrik di pasar global termasuk Amerika Serikat. Rencana tersebut nampaknya terhambat oleh penjualan yang terbilang lesu.
Dilansir dari Carscoops, Jumat (31/5) sepanjang 2023 VinFast hanya menjual kurang dari 1.000 unit di AS. Padahal mereka sudah membangun fasilitas perakitan senilai 4 miliar USD di Carolina Utara.
VinFast sendiri mulai berinvestasi di AS pada 2022, dimulai sebelum resmi menjual lini mobil listriknya. Seiring waktu merek itu terlihat kesulitan
Untuk diketahui pabrik tersebut diklaim mampu merakit 150.000 unit kendaraan setiap tahun. Awalnya direncanakan mulai beroperasi Juli 2024.
Namun sejumlah sumber mengindikasikan bahwa VinFast bakal menunda produksi di fasilitas tersebut sampai 2025.
Sumber lain yakni juru bicara regional di Carolina Utara mengungkapkan, VinFast telah melakukan revisi ukuran pabrik sebanyak dua kali berturut-turut. Terakhir diajukan perubahan pada April namun masih dalam peninjauan.
Sebelum kabar penundaan produksi itu mencuat, pihak VinFast ungkap penjualan di awal 2024 memang cenderung lambat. Pabrikan masih punya target ambisius tahun ini yaitu 100.000 unit mobil listrik secara global.
Selain AS, VinFast juga tengah melakukan ekspansi ke pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia dilanjutkan pembangunan pabrik di India pada 2026.
Pada awal 2024, Surachman Nugroho, Sales and Network Director VinFast Indonesia mengatakan pabrik bakal didirikan di kawasan Bekasi seluas lebih dari 200 hektar.
“Ground Breaking akan dilakukan tahun ini dan rencananya pabrik ini akan menjadi basis produksi model setir kanan yang akan memenuhi kebutuhan unit di beberapa negara,” ucap dia beberapa waktu lalu.
Hal itu turut dikonfirmasi oleh Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves.
“Sepengetahuan saya adalah VinFast. Ada beberapa pabrikan lain mereka itu kerja sama dengan existing companies di Indonesia,” kata Rachmat.
Menyasar perusahaan taksi online VinFast akan dijual tanpa baterai seharga Rp 315 jutaan. Berlaku metode sewa baterai mulai Rp 1,5 jutaan sampai Rp 2,6 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online