Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Seharusnya produksi mulai Juli 2024, VinFast dikabarkan bakal tunda operasional pabrik di AS karena penjualan lesu
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merek otomotif Vietnam, VinFast tengah gencar memasarkan kendaraan listrik di pasar global termasuk Amerika Serikat. Rencana tersebut nampaknya terhambat oleh penjualan yang terbilang lesu.
Dilansir dari Carscoops, Jumat (31/5) sepanjang 2023 VinFast hanya menjual kurang dari 1.000 unit di AS. Padahal mereka sudah membangun fasilitas perakitan senilai 4 miliar USD di Carolina Utara.
VinFast sendiri mulai berinvestasi di AS pada 2022, dimulai sebelum resmi menjual lini mobil listriknya. Seiring waktu merek itu terlihat kesulitan
Untuk diketahui pabrik tersebut diklaim mampu merakit 150.000 unit kendaraan setiap tahun. Awalnya direncanakan mulai beroperasi Juli 2024.
Namun sejumlah sumber mengindikasikan bahwa VinFast bakal menunda produksi di fasilitas tersebut sampai 2025.
Sumber lain yakni juru bicara regional di Carolina Utara mengungkapkan, VinFast telah melakukan revisi ukuran pabrik sebanyak dua kali berturut-turut. Terakhir diajukan perubahan pada April namun masih dalam peninjauan.
Sebelum kabar penundaan produksi itu mencuat, pihak VinFast ungkap penjualan di awal 2024 memang cenderung lambat. Pabrikan masih punya target ambisius tahun ini yaitu 100.000 unit mobil listrik secara global.
Selain AS, VinFast juga tengah melakukan ekspansi ke pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia dilanjutkan pembangunan pabrik di India pada 2026.
Pada awal 2024, Surachman Nugroho, Sales and Network Director VinFast Indonesia mengatakan pabrik bakal didirikan di kawasan Bekasi seluas lebih dari 200 hektar.
“Ground Breaking akan dilakukan tahun ini dan rencananya pabrik ini akan menjadi basis produksi model setir kanan yang akan memenuhi kebutuhan unit di beberapa negara,” ucap dia beberapa waktu lalu.
Hal itu turut dikonfirmasi oleh Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves.
“Sepengetahuan saya adalah VinFast. Ada beberapa pabrikan lain mereka itu kerja sama dengan existing companies di Indonesia,” kata Rachmat.
Menyasar perusahaan taksi online VinFast akan dijual tanpa baterai seharga Rp 315 jutaan. Berlaku metode sewa baterai mulai Rp 1,5 jutaan sampai Rp 2,6 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026