Omoway Beri Subsidi Motor Pertamanya, Omo-X Dijual Rp 35 Jutaan
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Insentif motor listrik ditargetkan terbit tahun ini menunggu Rakortas, Honda masih tunggu kepastiannya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif motor listrik dari pemerintah disebut akan berlanjut tahun ini. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebelumnya mengungkapkan kebijakan itu bakal disahkan pada Agustus 2025.
Namun sampai sekarang belum ada kabar pasti soal insentif motor listrik. PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai salah satu produsen mengaku masih menunggu subsidi karena dapat berdampak baik buat penjualan.
“Kalau kami pasti mendukung kalau ada insentif. Untuk konsumen itu kan baik,” kata Octavianus Dwi Putro, Marketing Director PT AHM saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui dengan absennya insentif motor listrik, pihak Honda sempat memberikan diskon besar-besaran buat CUV e: serta EM1 e:.
Potongan harga itu sempat diberlakukan sepanjang perhelatan Jakarta Fair 2025 dan menuai hasil positif.
“Tetapi ada atau tidak (insentif motor listrik) akan kita usahakan supaya Honda tetap eksis dan berkontribusi,” kata Octavianus.
Dia menegaskan pihaknya berfokus untuk terus memperkenalkan dan memberikan pengalaman berkendara motor listrik Honda pada konsumen, misalnya melalui program test ride.
Meskipun enggan mengungkapkan angka pasti, Octavianus membeberkan penjualan motor listrik Honda cukup positif.
“Sudah lebih dari 1.000 (unit),” ucap Octavianus.
Perwakilan Kemenperin mengkonfirmasi bahwa insentif motor listrik masih menunggu Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama kementerian terkait termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Belum diketahui tanggal pastinya, namun Kemenperin menargetkan insentif motor listrik ditargetkan terbit tahun ini.
“Yang kita tunggu arahan dari Presiden atau lewat Rekortas itu terkait konten jenis baterai yang nanti akan disiapkan dan kemudian juga berapa lama insentif,” kata Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kemenperin dikutip dari Antara, Sabtu (16/08).
Bicara soal besaran subsidi tersebut, angkanya bakal di kisaran Rp 5 juta sampai Rp 7 jutaan.
“Ini akan mengikuti arahan Rakortas dan kesanggupan dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan,” tegas Setia.
Di samping persiapan insentif, keselarasan data dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri juga akan dipastikan terlebih dulu.
Sehingga pemberian insentif motor listrik dapat berjalan lancar dan dinikmati oleh masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Mei 2026, 11:31 WIB
12 Mei 2026, 19:21 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru