GIIAS Bandung 2026 Digelar Pekan Ini, Siap Beri Banyak Kejutan
08 September 2026, 07:00 WIB
Jika perang harga mobil listrik dilakukan dalam waktu yang lama berpotensi bakal merugikan para konsumen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ada berbagai cara yang dilakukan oleh para pabrikan untuk menggaet lebih banyak konsumen. Salah satunya berlomba-lomba memasarkan mobil dengan banderol murah.
Biasanya perang harga ini dilakukan oleh para produsen mobil listrik. Sebab dinilai efektif buat menggoda masyarakat.
Padahal cara itu tidak selalu menghadirkan dampak positif. Terutama untuk para konsumen yang disasar.
“Mengenai perang harga dari sudut pandang konsumen memang bisa kontradiktif,” ucap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Josua perang harga yang diterapkan para produsen Electric Vehicle (EV) awalnya memang dapat menguntungkan konsumen.
Namun jika hal tersebut dilakukan dalam jangka panjang diprediksi bakal mendorong para manufaktur melakukan penyesuaian. Seperti memangkas fitur serta kualitas produk mereka.
“Hal ini demi menjaga margin serta mengurangi nilai jual kembali karena harga (mobil baru) di pasar menjadi tertekan,” lanjut Josua.
Bila penurunan kualitas maupun fitur sampai terjadi demi membanting harga mobil baru, maka konsumen pasti merasa dirugikan.
Mengingat depresiasi nilai jual kembali kendaraan roda empat yang sudah dibeli oleh masyarakat jadi lebih cepat.
“Fenomena ini jika berkepanjangan bisa menurunkan kepercayaan konsumen pada pasar mobil baru secara umum,” tegas Josua.
Sebagai informasi, perang harga memang tidak hanya terjadi di Cina saja. Akan tetapi dalam beberapa waktu belakangan hal tersebut dapat ditemui di Indonesia.
Seperti contoh di terapkan oleh Chery Sales Indonesia (CSI). Omoda E5 saat diluncurkan pada Februari 2024 dibanderol Rp 498,8 jutaan On The Road (OTR) Jakarta.
Sekarang mereka telah melepas Omoda sehingga produknya hanya memakai nama Chery E5. Lalu untuk varian paling murah, yakni Pure diniagakan Rp 369,9 jutaan sementara tipe biasa Rp 399,9 jutaan.
Artinya penurunan harga mobil Chery satu ini berkisar dari Rp 98,9 jutaan sampai Rp 129 jutaan.
Lalu sekarang banyak pabrikan yang menjajakan mobil listrik dengan harga Rp 100 jutaan. Misal BYD Atto 1 diniagakan Rp 195 juta buat varian terendah.
Selanjutnya ada juga seres E1 yang menggoda para konsumen di Tanah Air, sebab dijual di angka Rp 189 jutaan.
Tak ketinggalan Wuling Air ev dibanderol Rp 184 jutan di varian Lite Standard Range. Sedangkan tipe Long Range bisa didapatkan dengan dana Rp 195 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 September 2026, 07:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan