iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Jika perang harga mobil listrik dilakukan dalam waktu yang lama berpotensi bakal merugikan para konsumen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ada berbagai cara yang dilakukan oleh para pabrikan untuk menggaet lebih banyak konsumen. Salah satunya berlomba-lomba memasarkan mobil dengan banderol murah.
Biasanya perang harga ini dilakukan oleh para produsen mobil listrik. Sebab dinilai efektif buat menggoda masyarakat.
Padahal cara itu tidak selalu menghadirkan dampak positif. Terutama untuk para konsumen yang disasar.
“Mengenai perang harga dari sudut pandang konsumen memang bisa kontradiktif,” ucap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Josua perang harga yang diterapkan para produsen Electric Vehicle (EV) awalnya memang dapat menguntungkan konsumen.
Namun jika hal tersebut dilakukan dalam jangka panjang diprediksi bakal mendorong para manufaktur melakukan penyesuaian. Seperti memangkas fitur serta kualitas produk mereka.
“Hal ini demi menjaga margin serta mengurangi nilai jual kembali karena harga (mobil baru) di pasar menjadi tertekan,” lanjut Josua.
Bila penurunan kualitas maupun fitur sampai terjadi demi membanting harga mobil baru, maka konsumen pasti merasa dirugikan.
Mengingat depresiasi nilai jual kembali kendaraan roda empat yang sudah dibeli oleh masyarakat jadi lebih cepat.
“Fenomena ini jika berkepanjangan bisa menurunkan kepercayaan konsumen pada pasar mobil baru secara umum,” tegas Josua.
Sebagai informasi, perang harga memang tidak hanya terjadi di Cina saja. Akan tetapi dalam beberapa waktu belakangan hal tersebut dapat ditemui di Indonesia.
Seperti contoh di terapkan oleh Chery Sales Indonesia (CSI). Omoda E5 saat diluncurkan pada Februari 2024 dibanderol Rp 498,8 jutaan On The Road (OTR) Jakarta.
Sekarang mereka telah melepas Omoda sehingga produknya hanya memakai nama Chery E5. Lalu untuk varian paling murah, yakni Pure diniagakan Rp 369,9 jutaan sementara tipe biasa Rp 399,9 jutaan.
Artinya penurunan harga mobil Chery satu ini berkisar dari Rp 98,9 jutaan sampai Rp 129 jutaan.
Lalu sekarang banyak pabrikan yang menjajakan mobil listrik dengan harga Rp 100 jutaan. Misal BYD Atto 1 diniagakan Rp 195 juta buat varian terendah.
Selanjutnya ada juga seres E1 yang menggoda para konsumen di Tanah Air, sebab dijual di angka Rp 189 jutaan.
Tak ketinggalan Wuling Air ev dibanderol Rp 184 jutan di varian Lite Standard Range. Sedangkan tipe Long Range bisa didapatkan dengan dana Rp 195 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil di Indonesia kembali pulih, Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di Juli 2026
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk