Test Drive Mazda CX-60, Enak Buat Diajak Bertualang

Test drive Mazda CX-60 dilakukan dengan menempuh perjalanan lebih dari 600 km, melalui beragam medan jalan

Test Drive Mazda CX-60, Enak Buat Diajak Bertualang
Rating Trenoto :

Desainnya sporti dan mesin bertenaga

Fitur kurang lengkap meski harga lebih dari Rp1 miliar

TRENOTO – Mazda CX-60 telah hadir di Indonesia sejak pertengahan tahun dan menempatkan diri sebagai salah satu SUV premium. Mobil yang dijual Rp1.188 miliar ini hadir dalam beragam keunggulan menarik.

Mulai dari desain sporti, fitur modern hingga performa mesin yang bisa diandalkan dalam setiap situasi. Tidak mengherankan bila PT Eurokars Motor Indonesia selaku distributor Mazda Tanah Air optimis masyarakat akan menerima model tersebut dengan baik.

Mobil pun diklaim sudah meraih pemesanan cukup besar, yaitu sekitar 100 unit sejak pertama kali diluncurkan. Jumlah ini terbilang cukup besar mengingat pasar yang diincar terbilang cukup terbatas.

Test Drive Mazda CX-60
Photo : TrenOto
“Mazda CX-60 itu dirancang bagi mereka yang memang suka mengemudi sendiri ke berbagai lokasi destinasi. Jadi bukan untuk penggunaan di dalam kota saja,” ungkap Ricky Thio, Managing Director PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) beberapa waktu lalu.

Pandangan tersebut memang masuk akal mengingat mobil telah masuk ke dalam segmen SUV. Selain itu, Mazda juga telah membekali kendaraan dengan mesin berkapasitas cukup besar dan tenaga yang tak bisa diremehkan.

TrenOto pun berkesempatan melakukan test drive Mazda CX-60 beberapa waktu lalu. Rute yang kami tempuh adalah Jakarta-Semarang-Selo dan kembali ke Semarang dengan jarak tempuh lebih dari 600 km.

Jalan yang dilalui pun terbilang cukup menarik karena tidak hanya melintasi jalan tol, kami pun melintasi beragam medan dengan kontur beragam. Mulai dari berkelok, menanjak hingga turunan cukup curam.

Posisi Mengemudi

Salah satu fitur paling yang langsung menarik perhatian kami adalah Driver Personalization System. Berkat ini pengendara bisa mendapatkan posisi duduk ideal dengan memasukkan tinggi badan ke sistem kendaraan.

Test Drive Mazda CX-60
Photo : Mazda

Bila kurang cocok maka pengendara bisa melakukan penyesuaian kembali dengan mudah karena mobil sudah dilengkapi oleh electric seat. Bila posisi terbaik sudah didapatkan maka bisa disimpan sehingga kursi bisa langsung menyesuaikan otomatis saat pengemudi duduk kembali.

Mobil bisa mengenali pengemudi berkat kamera di dalam kabin serta secara otomatis menempatkan posisi duduk yang sudah disimpan sebelumnya.

Selain memiliki Driver Personalization System, kursi pengemudi dan penumpang depan pun telah dilengkapi oleh kursi berventilasi. Berkat ini maka rasa gerah selama melakukan perjalanan bisa diminimalisir.


Terkini

review
Geely EX2

First Drive Mobil Listrik Geely EX2, Bisa Diandalkan Kaum Urban

Geely EX2 bisa menjadi opsi mobil listrik untuk Anda yang hidup diperkotaan, sebab memiliki banyak keunggulan

mobil
Pabrik BYD

BYD Mulai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Vietnam

Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial

mobil
Chery

Pabrik Mandiri Chery Produksi 100 Ribu Unit per Tahun Mulai 2027

Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi

otosport
Pedro Acosta

Marc Marquez Masih Jadi Momok Menakutkan Bagi Pedro Acosta

Pedro Acosta akan mewaspadai aksi Marc Marquez demi meraih hasil terbaik dalam setiap seri MotoGP 2026

modifikasi
Modifikasi Stiker

Tren Modifikasi Stiker Mobil 2026: Simpel Bergaya Retro

Tren modifikasi stiker mobil tampaknya kembali ke arah retro atau lawas, cocok dipakai di banyak model anyar

motor
Charged Maleo S

Versi Baru Charged Maleo S Meluncur, Ada Program Sewa Harian

Charged Maleo S jadi salah satu motor listrik anyar di 2026, ada pengembangan dari versi terdahulunya

mobil
Mobil listrik Cina

Kanada Istimewakan Mobil Listrik Cina, Donald Trump Meradang

Kanada menurunkan tarif masuk mobil listrik Cina, dari semula 100 persen menjadi hanya 6,1 persen saja

mobil
Toyota Agya

Toyota Beberkan Penyebab Turunnya Penjualan di Segmen LCGC

Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan