Mengenal Grup Besar di Balik BAW, dari Tekstil Merambah Otomotif
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beragam cara ditempuh pabrikan Jepang untuk menyaingi produsen mobil Cina. Salah satunya yang dilakukan oleh Nissan.
Mereka melakukan perubahan besar dalam proses pengembangan sebuah kendaraan roda empat anyar.
Jenama asal Jepang ini bahkan sukses memangkas waktu pengembangan calon mobil baru mereka, sampai hampir separuhnya.
“Mengurangi jangka waktu dari 55 bulan menjadi hanya 26 bulan saja,” tulis laporan Carnewschina, Senin (15/06).
Berarti proses dari tahap perencanaan hingga siap produksi massal kini bisa selesai dalam waktu sekitar dua tahun lebih.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi Nissan untuk mempercepat inovasi produk. Lalu meningkatkan daya saing di tengah tantangan industri otomotif global.
Ivan Espinosa, Presiden Nissan mengungkapkan bahwa sistem pengembangan baru tersebut divalidasi melalui proyek Skyline generasi terkini.
Kendaraan roda empat anyar ini, dijadwalkan akan mulai diniagakan kepada para konsumen pada musim dingin 2026.
Nissan bahkan menargetkan 90 persen proyek kendaraan baru mereka sudah menggunakan sistem itu pada tahun fiskal 2026.
Di sisi lain, perubahan radikal Nissan tidak lepas dari pengalaman mereka di pasar Tiongkok melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor.
Produsen satu ini mempelajari pendekatan pengembangan kendaraan yang lebih cepat dan fleksibel, seperti& dilakukan banyak merek otomotif Cina.
Sebagai contoh adalah mobil listrik Nissan N7 yang meluncur pada 2025. Produk itu berhasil dikembangkan hanya dalam waktu dua tahun.
Menjadi proyek percontohan bagi transformasi proses pengembangan Nissan secara global di masa mendatang.
Sementara itu guna memangkas waktu pengembangan, Nissan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di seluruh tahapan.
Baik dari desain, pengujian, pengambilan keputusan sampai rantai pasok mereka memanfaatkan kehadiran AI.
Dengan begitu, transisi dari tahap riset menuju produksi massal sebuah mobil Nissan bisa berjalan lebih lancar.
Keputusan tersebut dilakukan di tengah tantangan besar yang dihadapi Nissan di Tiongkok beberapa waktu belakangan.
Pada Mei 2026, penjualan Nissan di Negeri Tirai Bambu tercatat sebanyak 30.025 unit atau turun 41,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Mendorong Nissan untuk mengatur ulang strategi serta mempercepat pengembangan produk, agar lebih kompetitif lagi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain