Mobil Listrik dan Hybrid Jadi Andalan Warga Cina Hadapi Banjir
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beragam cara ditempuh pabrikan Jepang untuk menyaingi produsen mobil Cina. Salah satunya yang dilakukan oleh Nissan.
Mereka melakukan perubahan besar dalam proses pengembangan sebuah kendaraan roda empat anyar.
Jenama asal Jepang ini bahkan sukses memangkas waktu pengembangan calon mobil baru mereka, sampai hampir separuhnya.
“Mengurangi jangka waktu dari 55 bulan menjadi hanya 26 bulan saja,” tulis laporan Carnewschina, Senin (15/06).
Berarti proses dari tahap perencanaan hingga siap produksi massal kini bisa selesai dalam waktu sekitar dua tahun lebih.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi Nissan untuk mempercepat inovasi produk. Lalu meningkatkan daya saing di tengah tantangan industri otomotif global.
Ivan Espinosa, Presiden Nissan mengungkapkan bahwa sistem pengembangan baru tersebut divalidasi melalui proyek Skyline generasi terkini.
Kendaraan roda empat anyar ini, dijadwalkan akan mulai diniagakan kepada para konsumen pada musim dingin 2026.
Nissan bahkan menargetkan 90 persen proyek kendaraan baru mereka sudah menggunakan sistem itu pada tahun fiskal 2026.
Di sisi lain, perubahan radikal Nissan tidak lepas dari pengalaman mereka di pasar Tiongkok melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor.
Produsen satu ini mempelajari pendekatan pengembangan kendaraan yang lebih cepat dan fleksibel, seperti& dilakukan banyak merek otomotif Cina.
Sebagai contoh adalah mobil listrik Nissan N7 yang meluncur pada 2025. Produk itu berhasil dikembangkan hanya dalam waktu dua tahun.
Menjadi proyek percontohan bagi transformasi proses pengembangan Nissan secara global di masa mendatang.
Sementara itu guna memangkas waktu pengembangan, Nissan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di seluruh tahapan.
Baik dari desain, pengujian, pengambilan keputusan sampai rantai pasok mereka memanfaatkan kehadiran AI.
Dengan begitu, transisi dari tahap riset menuju produksi massal sebuah mobil Nissan bisa berjalan lebih lancar.
Keputusan tersebut dilakukan di tengah tantangan besar yang dihadapi Nissan di Tiongkok beberapa waktu belakangan.
Pada Mei 2026, penjualan Nissan di Negeri Tirai Bambu tercatat sebanyak 30.025 unit atau turun 41,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Mendorong Nissan untuk mengatur ulang strategi serta mempercepat pengembangan produk, agar lebih kompetitif lagi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 09:00 WIB
08 Juli 2026, 09:00 WIB
03 Juni 2026, 11:05 WIB
02 Juni 2026, 09:00 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Alva berhasil membuktikan kualitas produk dan terus meningkatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen
31 Juli 2026, 16:29 WIB
Alva meluncurkan porgram AIPRO dan Care untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih personal di GIIAS
31 Juli 2026, 16:24 WIB
BMW Motorrad menggoda pada penggemar moge di GIIAS 2026 dengan menghadirkan dua produk baru sekaligus
31 Juli 2026, 13:29 WIB
Toyota memiliki teknologi hybrid yang bisa diandalkan di seluruh produk mereka, termasuk Veloz terkini
31 Juli 2026, 13:29 WIB
Toyota Veloz Hybrid menjadi salah satu mobil ramah lingkungan yang paling menarik pameran ajang GIIAS 2026
31 Juli 2026, 12:48 WIB
Chery Q menawarkan fitur-fitur unggulan yang biasanya hanya disematkan pada mobil-mobil mewah dan mahal
31 Juli 2026, 07:00 WIB
Sailun Indonesia memperkenalkan ban Maxam yang dikembangkan untuk pekerjaan berat seperti pertanian dan industri
31 Juli 2026, 06:00 WIB
Pekan terakhir untuk mematuhi aturan ganjil genap Jakarta, dikarenakan pada Sabtu dan Minggu tidak berlaku