TikTok dan Seres Mau Jualan Mobil Listrik, Meluncur Tahun Ini
03 Juni 2026, 11:05 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beragam cara ditempuh pabrikan Jepang untuk menyaingi produsen mobil Cina. Salah satunya yang dilakukan oleh Nissan.
Mereka melakukan perubahan besar dalam proses pengembangan sebuah kendaraan roda empat anyar.
Jenama asal Jepang ini bahkan sukses memangkas waktu pengembangan calon mobil baru mereka, sampai hampir separuhnya.
“Mengurangi jangka waktu dari 55 bulan menjadi hanya 26 bulan saja,” tulis laporan Carnewschina, Senin (15/06).
Berarti proses dari tahap perencanaan hingga siap produksi massal kini bisa selesai dalam waktu sekitar dua tahun lebih.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi Nissan untuk mempercepat inovasi produk. Lalu meningkatkan daya saing di tengah tantangan industri otomotif global.
Ivan Espinosa, Presiden Nissan mengungkapkan bahwa sistem pengembangan baru tersebut divalidasi melalui proyek Skyline generasi terkini.
Kendaraan roda empat anyar ini, dijadwalkan akan mulai diniagakan kepada para konsumen pada musim dingin 2026.
Nissan bahkan menargetkan 90 persen proyek kendaraan baru mereka sudah menggunakan sistem itu pada tahun fiskal 2026.
Di sisi lain, perubahan radikal Nissan tidak lepas dari pengalaman mereka di pasar Tiongkok melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor.
Produsen satu ini mempelajari pendekatan pengembangan kendaraan yang lebih cepat dan fleksibel, seperti& dilakukan banyak merek otomotif Cina.
Sebagai contoh adalah mobil listrik Nissan N7 yang meluncur pada 2025. Produk itu berhasil dikembangkan hanya dalam waktu dua tahun.
Menjadi proyek percontohan bagi transformasi proses pengembangan Nissan secara global di masa mendatang.
Sementara itu guna memangkas waktu pengembangan, Nissan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di seluruh tahapan.
Baik dari desain, pengujian, pengambilan keputusan sampai rantai pasok mereka memanfaatkan kehadiran AI.
Dengan begitu, transisi dari tahap riset menuju produksi massal sebuah mobil Nissan bisa berjalan lebih lancar.
Keputusan tersebut dilakukan di tengah tantangan besar yang dihadapi Nissan di Tiongkok beberapa waktu belakangan.
Pada Mei 2026, penjualan Nissan di Negeri Tirai Bambu tercatat sebanyak 30.025 unit atau turun 41,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Mendorong Nissan untuk mengatur ulang strategi serta mempercepat pengembangan produk, agar lebih kompetitif lagi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Juni 2026, 11:05 WIB
02 Juni 2026, 09:00 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
20 Mei 2026, 13:55 WIB
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Terkini
16 Juni 2026, 08:02 WIB
Setelah menjual mobil bermesin bensin dan bertenaga listrik, PHEV perdana DFSK bakal hadir di RI tahun ini
15 Juni 2026, 21:29 WIB
Marquez memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren positif serta meraih kemenangan di MotoGP Ceko 2026
15 Juni 2026, 20:04 WIB
Sejumlah merek mobil mewah mencatatkan kenaikan penjualan sepanjang Mei 2026, berikut daftar lengkapnya
15 Juni 2026, 15:49 WIB
Kehadiran BYD M6 Dual Mode di pasar MPV Tanah Air bisa menjadi pilihan baru khususnya di segmen elektrifikasi
15 Juni 2026, 11:02 WIB
AHRT berhassil menggondol tiga podium pada balapan FIM ARRC 2026 yang kali ini bertempat di Motegi, Jepang
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Tahun Baru Hijriyah, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Aturan rutin di jam kerja bernama Ganjil genap Jakarta kembali berlaku meskipun pada Selasa kembali libur
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi terbatas, berikut informasi lengkap terkait fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini