Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beragam cara ditempuh pabrikan Jepang untuk menyaingi produsen mobil Cina. Salah satunya yang dilakukan oleh Nissan.
Mereka melakukan perubahan besar dalam proses pengembangan sebuah kendaraan roda empat anyar.
Jenama asal Jepang ini bahkan sukses memangkas waktu pengembangan calon mobil baru mereka, sampai hampir separuhnya.
“Mengurangi jangka waktu dari 55 bulan menjadi hanya 26 bulan saja,” tulis laporan Carnewschina, Senin (15/06).
Berarti proses dari tahap perencanaan hingga siap produksi massal kini bisa selesai dalam waktu sekitar dua tahun lebih.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi Nissan untuk mempercepat inovasi produk. Lalu meningkatkan daya saing di tengah tantangan industri otomotif global.
Ivan Espinosa, Presiden Nissan mengungkapkan bahwa sistem pengembangan baru tersebut divalidasi melalui proyek Skyline generasi terkini.
Kendaraan roda empat anyar ini, dijadwalkan akan mulai diniagakan kepada para konsumen pada musim dingin 2026.
Nissan bahkan menargetkan 90 persen proyek kendaraan baru mereka sudah menggunakan sistem itu pada tahun fiskal 2026.
Di sisi lain, perubahan radikal Nissan tidak lepas dari pengalaman mereka di pasar Tiongkok melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor.
Produsen satu ini mempelajari pendekatan pengembangan kendaraan yang lebih cepat dan fleksibel, seperti& dilakukan banyak merek otomotif Cina.
Sebagai contoh adalah mobil listrik Nissan N7 yang meluncur pada 2025. Produk itu berhasil dikembangkan hanya dalam waktu dua tahun.
Menjadi proyek percontohan bagi transformasi proses pengembangan Nissan secara global di masa mendatang.
Sementara itu guna memangkas waktu pengembangan, Nissan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di seluruh tahapan.
Baik dari desain, pengujian, pengambilan keputusan sampai rantai pasok mereka memanfaatkan kehadiran AI.
Dengan begitu, transisi dari tahap riset menuju produksi massal sebuah mobil Nissan bisa berjalan lebih lancar.
Keputusan tersebut dilakukan di tengah tantangan besar yang dihadapi Nissan di Tiongkok beberapa waktu belakangan.
Pada Mei 2026, penjualan Nissan di Negeri Tirai Bambu tercatat sebanyak 30.025 unit atau turun 41,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Mendorong Nissan untuk mengatur ulang strategi serta mempercepat pengembangan produk, agar lebih kompetitif lagi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
08 Juli 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna