Alasan Ekspor Mobil dari Indonesia Sulit Tembus Negara Maju
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Jumlah ekspor mobil Indonesia meningkat pada empat bulan pertama di 2023 dengan catatan mencapai 166.000 unit
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Jumlah ekspor mobil Indonesia meningkat pada empat bulan pertama 2023. Hal ini disampaikan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian pada Seremoni Produksi dan Ekspor Yaris Cross Selasa (13/06).
Ia mengatakan bahwa pada periode tersebut sedikitnya sudah ada 166.000 unit mobil diekspor dalam bentuk Completely Buit Up (CBU). Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 26 persen bila dibanding periode serupa tahun lalu yang hanya mencatat angka 131.000 unit.
“Secara nilai, ekspor CBU pada periode Januari sampai April itu sebesar USD2.06 miliar atau meningkat 27.9 persen dibandingkan periode serupa di 2022 yang mencapai USD1.61 miliar. Maka, dapat disimpulkan bahwa pembinaan sektor otomotif dalam hal kinerja ekspor dengan bentuk CBU sudah berjalan di arah benar,” paparnya.
Menurutnya hasil tersebut sudah menunjukkan bahwa industri otomotif nasional telah memiliki daya saing yang tinggi pasar global. Sehingga bukan tidak mungkin di masa depan jumlah ekspor kendaraan akan mengalami peningkatan lebih optimal.
“Langkah positif tersebut tentu dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi, industri manufaktur kendaraan roda empat nasional sudah berhasil menjadi pahlawan devisa,” tegas Agus kemudian.
Ia pun mengapresiasi Toyota Indonesia yang telah menjadi tulang punggung ekspor kendaraan roda empat dari Indonesia. Pasalnya perusahaan tersebut diklaim sudah berhasil mengirim sedikitnya 2 juta unit mobil ke lebih dari 100 negara.
Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, Amerika Latin, Oceania dan Australia merupakan pasar utamanya. Banyaknya negara yang menjadi pasar pun didukung oleh besarnya kapasitas produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yaitu 320 ribu unit per tahun.
“Total investasi Toyota Indonesia sampai dengan tahun 2022 sebesar Rp77.9 triliun, dan mereka terus berkomitmen untuk menambah investasinya sebesar Rp27.1 triliun hingga tahun 2026,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Toyota Indonesia resmi memulai ekspor Yaris Cross ke beberapa negara di Amerika Latin dan Asia. Tak tanggung-tanggung, sedikitnya akan ada 22.000 unit kendaraan yang dikirim hingga akhir tahun.
Jumlah ini terus meningkat hingga 40.000 unit di 2025. Langkah tersebut diharapkan bisa tercapai dengan bertambahnya jumlah negara tujuan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Februari 2026, 09:00 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
08 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
19 Februari 2026, 19:00 WIB
Untuk pertama kalinya dalam sejarah MotoGP, balapan di Australia bakal digelar di sirkuit jalan raya Adelaide
19 Februari 2026, 18:00 WIB
Alex Rins mengaku sempat menolak tawaran tim satelit Ducati, yakni Gresini Racing dan lebih memilih LCR Honda
19 Februari 2026, 17:00 WIB
Donald Trump memasang beberapa syarat agar mobil Cina bisa mengaspal di Amerika Serikat di masa mendatang
19 Februari 2026, 16:27 WIB
Adopsi kendaraan niaga bertenaga listrik terbilang rendah, Isuzu menanti dukungan lebih kuat dari pemerintah
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Debut iCar di Tanah Air berhasil menarik perhatian dengan desain booth menarik dan mobil bergaya hidup modern
19 Februari 2026, 14:00 WIB
Komisi II DPR menyarankan agar pemerintah provinsi memperhatikan kondisi masyarakat sebelum menjalankan opsen
19 Februari 2026, 13:00 WIB
Kehadiran Genesis di RI semakin dekat, namun pihak Hyundai Indonesia masih enggan beberkan informasi rinci
19 Februari 2026, 12:00 WIB
GAC Indonesia mengakui ada beberapa tantangan di 2026 yang harus mereka hadapi agar bisa bertahan lebih optimal