Spesifikasi Toyota Hilux BEV, Pikap Listrik Harga Rp 1 M
03 Juli 2026, 13:41 WIB
Krisis geopolitik berdampak besar pada sektor otomotif, Toyota Indonesia mewaspadai pengaruhnya pada logistik dan rantai pasok
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Minggu pertama tahun baru (3/1/2026) dibuka dengan krisis geopolitik setelah Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Hal ini tentu memperkeruh kondisi geopolitik dunia, seakan menambah kemelut pada 2025 seperti perang Rusia–Ukraina, Israel–Palestina, serta konflik Iran dan China–Taiwan.
Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menyebutkan dua masalah utama dampak dari krisis geopolitik saat ini, yakni logistik serta rantai pasok. Ia menyebut bahwa gonjang-ganjing yang terjadi akan menyebabkan biaya logistik naik, sementara keterlibatan negara-negara di dunia dalam industri otomotif sangat besar dan saling bergantung.
“Contoh, arus logistik saat terjadi krisis di Timur Tengah akan naik dua kali lipat karena perjalanan harus memutar ke Semenanjung Arab. Untuk rantai pasok, contohnya material baterai datang dari berbagai negara seperti China, Ukraina, Amerika Selatan, termasuk ASEAN. Semuanya akan terganggu,” jelas Bob di Bandung (9/1/2026).
Menurutnya, industri otomotif memang tidak didesain untuk perdagangan bilateral atau kerja sama antara dua negara saja. Saat ini, mayoritas negara di dunia menjalankan hubungan multilateral.
“Krisis geopolitik yang terjadi sekarang menyebabkan dunia seperti terbelah. Ancaman bagi industri otomotif saat ini adalah ketergantungan antarnegara. Bila salah satu terganggu, tentu akan menghambat industri ini,” tambah Bob.
Untuk diketahui, TMMIN telah melakukan ekspor dua model, yakni Yaris Cross dan Agya versi ekspor bernama Wigo, ke Venezuela. Berdasarkan catatan Gaikindo 2025, selama Januari hingga Oktober telah terkirim 1.008 unit Yaris Cross tipe G non-hybrid serta 5.971 unit Wigo.
Di sisi lain, pihak TMMIN juga masih memantau situasi krisis Venezuela lebih lanjut dan terus membuka komunikasi dengan otoritas setempat.
“Sejak zaman Presiden Trump sudah banyak gonjang-ganjing yang terjadi, dan sekarang ditambah dengan Venezuela. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Venezuela dan semuanya oke,” jelas Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN.
Ia memiliki pandangan tersendiri terkait krisis geopolitik saat ini, yakni mendorong negara-negara di dunia mengambil keputusan defensif terkait tarif produk dan komoditas tertentu. Hal ini tentu berimbas ke Indonesia.
“Isu sebenarnya ke depan adalah soal tarif. Namun bukan hanya Indonesia, negara lain seperti China juga menghadapi hal yang sama jika tidak memiliki trade agreement (perjanjian dagang),” kata Nandi.
Untuk negara-negara Amerika Latin, Nandi menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki perjanjian dagang dengan Peru. Meski demikian, saat ini masih ada pembahasan guna mengatasi beberapa kendala teknis.
“Sudah terjadi diskusi beberapa kali, namun belum ada kelanjutannya. Namun saat ini tidak masalah karena posisi Indonesia surplus,” ungkapnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
14 Juli 2026, 22:23 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara ada banyak cara, seperti memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Mayoritas konsumen ternyata memilih Jetour T1 i-DM alias varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih dipertahankan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota pada jam-jam sibuk
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri