Toyota Kijang Innova Diesel Bekas 2023, Ada Paket TDP Rp 15 Juta
12 April 2026, 11:00 WIB
Krisis geopolitik berdampak besar pada sektor otomotif, Toyota Indonesia mewaspadai pengaruhnya pada logistik dan rantai pasok
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Minggu pertama tahun baru (3/1/2026) dibuka dengan krisis geopolitik setelah Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Hal ini tentu memperkeruh kondisi geopolitik dunia, seakan menambah kemelut pada 2025 seperti perang Rusia–Ukraina, Israel–Palestina, serta konflik Iran dan China–Taiwan.
Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menyebutkan dua masalah utama dampak dari krisis geopolitik saat ini, yakni logistik serta rantai pasok. Ia menyebut bahwa gonjang-ganjing yang terjadi akan menyebabkan biaya logistik naik, sementara keterlibatan negara-negara di dunia dalam industri otomotif sangat besar dan saling bergantung.
“Contoh, arus logistik saat terjadi krisis di Timur Tengah akan naik dua kali lipat karena perjalanan harus memutar ke Semenanjung Arab. Untuk rantai pasok, contohnya material baterai datang dari berbagai negara seperti China, Ukraina, Amerika Selatan, termasuk ASEAN. Semuanya akan terganggu,” jelas Bob di Bandung (9/1/2026).
Menurutnya, industri otomotif memang tidak didesain untuk perdagangan bilateral atau kerja sama antara dua negara saja. Saat ini, mayoritas negara di dunia menjalankan hubungan multilateral.
“Krisis geopolitik yang terjadi sekarang menyebabkan dunia seperti terbelah. Ancaman bagi industri otomotif saat ini adalah ketergantungan antarnegara. Bila salah satu terganggu, tentu akan menghambat industri ini,” tambah Bob.
Untuk diketahui, TMMIN telah melakukan ekspor dua model, yakni Yaris Cross dan Agya versi ekspor bernama Wigo, ke Venezuela. Berdasarkan catatan Gaikindo 2025, selama Januari hingga Oktober telah terkirim 1.008 unit Yaris Cross tipe G non-hybrid serta 5.971 unit Wigo.
Di sisi lain, pihak TMMIN juga masih memantau situasi krisis Venezuela lebih lanjut dan terus membuka komunikasi dengan otoritas setempat.
“Sejak zaman Presiden Trump sudah banyak gonjang-ganjing yang terjadi, dan sekarang ditambah dengan Venezuela. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak Venezuela dan semuanya oke,” jelas Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN.
Ia memiliki pandangan tersendiri terkait krisis geopolitik saat ini, yakni mendorong negara-negara di dunia mengambil keputusan defensif terkait tarif produk dan komoditas tertentu. Hal ini tentu berimbas ke Indonesia.
“Isu sebenarnya ke depan adalah soal tarif. Namun bukan hanya Indonesia, negara lain seperti China juga menghadapi hal yang sama jika tidak memiliki trade agreement (perjanjian dagang),” kata Nandi.
Untuk negara-negara Amerika Latin, Nandi menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki perjanjian dagang dengan Peru. Meski demikian, saat ini masih ada pembahasan guna mengatasi beberapa kendala teknis.
“Sudah terjadi diskusi beberapa kali, namun belum ada kelanjutannya. Namun saat ini tidak masalah karena posisi Indonesia surplus,” ungkapnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 April 2026, 11:00 WIB
09 April 2026, 09:00 WIB
08 April 2026, 11:00 WIB
06 April 2026, 14:16 WIB
02 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri
15 April 2026, 09:00 WIB
Pengadaan ribuan motor listrik oleh BGN mendapat perhatian lebih dari KPK karena rawan tindak pidana korupsi
15 April 2026, 07:55 WIB
Mobil sebelum mengalami kerusakan biasanya menunjukkan tanda-tanda terlebih dahulu sehingga bisa diantisipasi
15 April 2026, 06:16 WIB
Kepolisian terus berupaya memanjakan para pengendara, salah satunya dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 April 2026, 06:14 WIB
SIM keliling Jakarta merupakan fasilitas yang dihadirkan kepolisian untuk memudahkan masyarakat di Ibu Kota
15 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini diterapkan dengan pengawasan ketat dari pilhak kepolisian yang ada di lapangan
14 April 2026, 19:30 WIB
Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026