Toyota Berharap Bantuan Pemerintah Atasi Tarif Impor Mobil di Meksiko
07 Januari 2026, 12:00 WIB
Ekspor mobil Toyota di awal tahun berhasil mengalami peningkatan berkat mulai dikirimnya Kijang Innova Zenix
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Ekspor mobil Toyota Indonesia berhasil mencatatkan performa positif pada kuartal pertama 2023. Berdasarkan data, sepanjang Januari hingga Maret tercatat sudah ada 79.796 unit kendaraan di ekspor ke beberapa negara.
Jumlah ini meningkat 9.4 persen dibanding kinerja ekspor tahun lalu hanya sebesar 72.911 unit. Pencapaian tersebut pun telah melampaui target pertumbuhan ekspor Toyota Indonesia yang diperkirakan naik sebesar 5 persen di 2023.
“Bagi kami mempertahankan kinerja ekspor Toyota Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Terimakasih atas kepercayaan konsumen yang telah memilih produk buatan SDM Indonesia sebagai pilihan utama,” ungkap Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Tingginya angka tersebut tidak lepas dari dimulainya ekspor mobil elektrifikasi Kijang Innova Zenix sejak awal tahun dengan 27 negara tujuan baru. Hingga akhir tahun 2023, Toyota Indonesia berencana untuk melakukan ekspor ke 100 negara di sejumlah benua diantaranya Timur Tengah, Asia, Afrika, Amerika Latin, Australia dan Oceania.
Di ekspornya Toyota Kijang Innova Zenix telah menjadi sejarah tersendiri karena pertama kalinya kendaraan elektrifikasi Tanah Air buatan lokal dijual di negara lain. Menariknya lagi, mobil tersebut sudah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 70 persen.
“Kehadiran kendaraan elektrifikasi direspon baik oleh konsumen dan diharapkan dapat mendukung pencapaian lebih cepat reduksi emisi yang dicanangkan Pemerintah. Tentunya kepopulerannya disebabkan oleh insentif karena dirasakan langsung manfaatnya oleh konsumen,” ujar Bob Azam, Direktur Administrasi PT TMMIN.
Pengembangan ekspor Innova Zenix juga akan terus dilakukan di masa depan. Pasalnya mobil tersebut ditargetkan untuk bisa diekspor sebanyak 17.000 unit pada 2025.
Ia pun optimis bahwa Indonesia bisa menjadi basis produksi kendaraan elektrifikasi di masa depan. Terlebih pabrikan asal Jepang ini juga akan mempertahankan konsep Multi-Pathway yang menggabungkan semua teknologi seperti ICE, Flexy Fuel, HEV, PHEV, BEV, FCEV.
“Indonesia dapat menjadi basis negara kendaraan elektrifikasi dengan pembentukan ekosistem yang lebih cepat melalui kehadiran beragam teknologi. Sehingga konsumen merasakan pengalaman nyata keunggulannya,” tutup Bob Azam.
|
No. |
Produk |
Jumlah |
|
1 |
Tipe SUV (Fortuner, Rush, Raize) |
44.344 unit |
|
2 |
Tipe MPV (Kijang Innova, Kijang Innova Zenix, Kijang Innova Zenix Hybrid, Avanza, Town/Lite Ace, Veloz) |
29.291 unit |
|
3 |
Tipe Sedan, Hatchback, LCGC (Vios, Yaris, Agya) |
6.161 unit |
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Januari 2026, 12:00 WIB
06 Januari 2026, 12:00 WIB
06 Agustus 2024, 14:00 WIB
Terkini
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
ADM baru saja menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
Pameran sepeda motor IMOS 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang dan dalam durasi lebih lama yakni 10 hari
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
VinFast ikut perkenalkan lini mobil listrik di GIIAS Makassar 2026, untuk kebutuhan pribadi maupun komersial
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Gaikindo menegaskan pentingnya pemberian insentif mobil hybrid dalam mendorong transisi menuju elektrifikasi
30 Oktober 2026, 15:00 WIB
Honda Auto Technology merupakan ajang untuk memperkenalkan teknologi yang dikembangkan bagi konsumen
30 Oktober 2026, 13:00 WIB
MAB coba menghadirkan solusi bagi para pengusaha yang sedang menjadi kendaraan niaga listrik untuk berbisnis
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Berbeda pada mobil listrik penumpang, DFSK memberikan logo baru berbentuk huruf S untuk kendaraan niaga mereka
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
Suzuki ikut gencarkan adopsi lini elektrifikasi, bawa lini mobil hybrid di pameran GIIAS Makassar 2026