Pentingnya Inspeksi Kendaraan untuk Jaga Nilai Armada Perusahaan
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
Serangan AS ke Venezuela beberapa waktu lalu berpotensi sebabkan penurunan ekspor Toyota ke negara tersebut
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela mendapat perhatian khusus dari Toyota Indonesia. Pasalnya negara tersebut merupakan salah satu tujuan ekspor mobil buatan anak bangsa.
Adanya serangan tersebut diperkirakan bakal mempengaruhi kondisi politik dan berpotensi menghambat pasar di Venezuela dan Amerika Selatan.
“Kami masih mempelajari dinamika geopolitik global. Saat ini Toyota Indonesia melakukan kajian lebih lanjut dan belum dapat memberikan komentar mengenai pengaruh langsung terhadap kinerja ekspor Toyota ke kawasan Amerika Selatan,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Pada Januari hingga November 2025 saja, mereka telah mengirim sedikitnya 5.877 unit. Dari jumlah tersebut, Toyota Wigo menjadi model yang paling banyak dikirim yaitu 4.869 unit disusul oleh Yaris Cross 1.008 unit.
Jumlah tersebut terbilang besar mengingat pabrik Toyota di Cumana, Venezuela telah menghadapi beragam gangguan operasional.
Bahkan membuat jumlah produksi menurun, menjadi hanya ratusan kendaraan per tahun sejak 2020 karena diberhentikan sementara imbas pandemi Covid-19.
Toyota sendiri saat ini sangat berhati-hati dalam menentukan kebijakan. Mereka bahkan mengimbau kepada seluruh staf ekspatriat agar tidak bekerja dari kantor. Kendati demikian, Toyota memastikan seluruh staf ekspatriat serta keluarga dalam kondisi aman meski kondisi Venezuela belum stabil.
Oleh sebab itu, jenama asal Jepang ini meminta para staf ekspatriat untuk menuntaskan kewajibannya secara work from home (WFH).
Lebih jauh disebutkan, keputusan WFH para karyawan Toyota tidak akan memengaruhi penjualan atau operasi produksi.
Selain Venezuela, tantangan ekspor kendaraan dari Indonesia juga datang dari negara lain seperti Meksiko. Pasalnya mereka menerapkan sistem proteksi untuk melindungi industri kendaraan dalam negeri.
Meski demikian, dampak dari kebijakan tersebut tidak bisa terlihat secara instan. Toyota Indonesia berpendapat bahwa produk otomotif bukanlah sesuatu yang dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” pungkas Bob Azam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
27 September 2026, 09:55 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
Terkini
12 Oktober 2026, 23:00 WIB
Pengguna Chery Omoda 5 diminta untuk mendatangi bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan pada as roda
12 Oktober 2026, 22:00 WIB
Marc Marquez menuturkan ada beberapa faktor yang membuat dia tidak berdaya melawan Martin dan Bezzecchi
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
Inspeksi kendaraan merupakan hal krusial yang perlu jadi perhatian perusahaan sebelum melepas unitnya
12 Oktober 2026, 11:07 WIB
Di tengah hingar bingar ramainya ajang MotoGP Mandalika 2026, ternyata ada dua pembalap Indonesia naik podium
12 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kompetisi antara Marc Marquez dan Jorge Martin buat persaingan juara dunia MotoGP 2026 berjalan semakin panas
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan tipis 2,6 persen di September 2026
11 Oktober 2026, 19:19 WIB
Marquez mengaku kelelahan setelah menjalani sesi sprint race MotoGP Mandalika 2026 dan bertarung dengan Martin
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
Omoda O4 serta Jaecoo J5 EV hasil modifikasi dari Rebellionik dan 347 Homebreaks mejeng di ajang IMX 2026