Toyota GR Yaris Dapat Penyegaran, Inspirasi Dari Dunia Balap
25 Mei 2026, 19:00 WIB
Serangan AS ke Venezuela beberapa waktu lalu berpotensi sebabkan penurunan ekspor Toyota ke negara tersebut
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela mendapat perhatian khusus dari Toyota Indonesia. Pasalnya negara tersebut merupakan salah satu tujuan ekspor mobil buatan anak bangsa.
Adanya serangan tersebut diperkirakan bakal mempengaruhi kondisi politik dan berpotensi menghambat pasar di Venezuela dan Amerika Selatan.
“Kami masih mempelajari dinamika geopolitik global. Saat ini Toyota Indonesia melakukan kajian lebih lanjut dan belum dapat memberikan komentar mengenai pengaruh langsung terhadap kinerja ekspor Toyota ke kawasan Amerika Selatan,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Pada Januari hingga November 2025 saja, mereka telah mengirim sedikitnya 5.877 unit. Dari jumlah tersebut, Toyota Wigo menjadi model yang paling banyak dikirim yaitu 4.869 unit disusul oleh Yaris Cross 1.008 unit.
Jumlah tersebut terbilang besar mengingat pabrik Toyota di Cumana, Venezuela telah menghadapi beragam gangguan operasional.
Bahkan membuat jumlah produksi menurun, menjadi hanya ratusan kendaraan per tahun sejak 2020 karena diberhentikan sementara imbas pandemi Covid-19.
Toyota sendiri saat ini sangat berhati-hati dalam menentukan kebijakan. Mereka bahkan mengimbau kepada seluruh staf ekspatriat agar tidak bekerja dari kantor. Kendati demikian, Toyota memastikan seluruh staf ekspatriat serta keluarga dalam kondisi aman meski kondisi Venezuela belum stabil.
Oleh sebab itu, jenama asal Jepang ini meminta para staf ekspatriat untuk menuntaskan kewajibannya secara work from home (WFH).
Lebih jauh disebutkan, keputusan WFH para karyawan Toyota tidak akan memengaruhi penjualan atau operasi produksi.
Selain Venezuela, tantangan ekspor kendaraan dari Indonesia juga datang dari negara lain seperti Meksiko. Pasalnya mereka menerapkan sistem proteksi untuk melindungi industri kendaraan dalam negeri.
Meski demikian, dampak dari kebijakan tersebut tidak bisa terlihat secara instan. Toyota Indonesia berpendapat bahwa produk otomotif bukanlah sesuatu yang dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” pungkas Bob Azam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Mei 2026, 19:00 WIB
25 Mei 2026, 07:00 WIB
22 Mei 2026, 19:00 WIB
18 Mei 2026, 19:19 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Terkini
30 Mei 2026, 20:44 WIB
Raul Fernandez berhasil menjadi pemenang sesi sprint race MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello hari ini
30 Mei 2026, 13:03 WIB
Honda Racing Indonesia kedatangan satu pembalap baru untuk menyambut musim balap 2026 agar kompetitif
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Jetour T1 i-DM mengisi kelas di bawah T2, sudah dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Marc Marquez bertekad tampil maksimal saat menjalani MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini
29 Mei 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator sebagai SUV 7 penumpang menawarkan banyak kemudahan dalam perjalanan sehari-hari
29 Mei 2026, 07:00 WIB
Chery melalui perusahaan patungan yang berbasis di Singapura menyiapkan kei car untuk diluncurkan di 2027