Toyota Kijang Innova Diesel Bekas 2023, Ada Paket TDP Rp 15 Juta
12 April 2026, 11:00 WIB
Serangan AS ke Venezuela beberapa waktu lalu berpotensi sebabkan penurunan ekspor Toyota ke negara tersebut
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela mendapat perhatian khusus dari Toyota Indonesia. Pasalnya negara tersebut merupakan salah satu tujuan ekspor mobil buatan anak bangsa.
Adanya serangan tersebut diperkirakan bakal mempengaruhi kondisi politik dan berpotensi menghambat pasar di Venezuela dan Amerika Selatan.
“Kami masih mempelajari dinamika geopolitik global. Saat ini Toyota Indonesia melakukan kajian lebih lanjut dan belum dapat memberikan komentar mengenai pengaruh langsung terhadap kinerja ekspor Toyota ke kawasan Amerika Selatan,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Pada Januari hingga November 2025 saja, mereka telah mengirim sedikitnya 5.877 unit. Dari jumlah tersebut, Toyota Wigo menjadi model yang paling banyak dikirim yaitu 4.869 unit disusul oleh Yaris Cross 1.008 unit.
Jumlah tersebut terbilang besar mengingat pabrik Toyota di Cumana, Venezuela telah menghadapi beragam gangguan operasional.
Bahkan membuat jumlah produksi menurun, menjadi hanya ratusan kendaraan per tahun sejak 2020 karena diberhentikan sementara imbas pandemi Covid-19.
Toyota sendiri saat ini sangat berhati-hati dalam menentukan kebijakan. Mereka bahkan mengimbau kepada seluruh staf ekspatriat agar tidak bekerja dari kantor. Kendati demikian, Toyota memastikan seluruh staf ekspatriat serta keluarga dalam kondisi aman meski kondisi Venezuela belum stabil.
Oleh sebab itu, jenama asal Jepang ini meminta para staf ekspatriat untuk menuntaskan kewajibannya secara work from home (WFH).
Lebih jauh disebutkan, keputusan WFH para karyawan Toyota tidak akan memengaruhi penjualan atau operasi produksi.
Selain Venezuela, tantangan ekspor kendaraan dari Indonesia juga datang dari negara lain seperti Meksiko. Pasalnya mereka menerapkan sistem proteksi untuk melindungi industri kendaraan dalam negeri.
Meski demikian, dampak dari kebijakan tersebut tidak bisa terlihat secara instan. Toyota Indonesia berpendapat bahwa produk otomotif bukanlah sesuatu yang dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” pungkas Bob Azam.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 April 2026, 11:00 WIB
09 April 2026, 09:00 WIB
08 April 2026, 11:00 WIB
06 April 2026, 14:16 WIB
02 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
13 April 2026, 07:00 WIB
BYD Sealion 7 mulai menuai respons positif di tengah krisis energi, jadi mobil operasional pilihan PM Thailand
13 April 2026, 06:00 WIB
Demi memfasilitasi para pengendara motor dan mobil, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
13 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali tersedia untuk perpanjangan hari ini, simak informasi lengkapnya
13 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta pada 13 April 2026 diterapkan pada puluhan ruas jalan sehingga masyarakat tidak bisa asal melintas
12 April 2026, 18:27 WIB
BYD Indonesia menanggapi keluhan Akbar Faisal yang mengatakan mobil listrik miliknya mengalami masalah
12 April 2026, 15:00 WIB
Krisis energi dan kemungkinan kenaikan harga bensin jadi alasan Jaecoo enggan membawa J5 versi hybrid
12 April 2026, 13:00 WIB
Foton Indonesia berencana untuk melebarkan fokus pasar mereka, demi mendorong adopsi kendaraan listrik
12 April 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova Diesel bekas lansiran 2023 ditawarkan dengan beragam paket untuk menarik pelanggan