Diminati, BAIC T1 Akan Diproduksi di Purwakarta Akhir Tahun
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Adopsi kendaraan niaga bertenaga listrik terbilang rendah, Isuzu menanti dukungan lebih kuat dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi penggunaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) untuk penggunaan komersial masih sangat terbatas.
Ada berbagai faktor berperan di baliknya. Misal harga armada kendaraan niaga bertenaga listrik yang jauh lebih tinggi dari model konvensional.
Kemudian infrastruktur pengisian daya belum merata jadi kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku usaha.
Hal ini tampaknya juga jadi pertimbangan pabrikan Jepang dalam memperkenalkan lini kendaraan niaga EV untuk konsumen Tanah Air.
Padahal, transisi menuju elektrifikasi di sektor komersial juga punya peran besar dalam membantu menurunkan emisi karbon.
“Mayoritas dari seluruh area Indonesia banyaknya dump (truck), truk. Ter-serve secara ekosistem dan kesiapan bangun tetapi masih diesel,” kata Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di JIExpo Kemayoran, beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu Isuzu masih belum menghadirkan kendaraan listrik di Indonesia. Namun pabrikan asal Jepang ini memang berminat memboyong salah satu produknya yaitu Elf EV.
Isuzu Elf EV pernah dipamerkan di ajang otomotif GIIAS 2024, saat itu hadir sebagai perkenalan saja.
Melihat pesatnya perkembangan elektrifikasi di Indonesia, Isuzu berkomitmen untuk mengikuti pasar dan regulasi pendukung dari pemerintah.
Memang jika ditelusuri, belum ada insentif khusus buat kendaraan komersial bertenaga listrik. Bantuan dari pemerintah dapat banyak membantu mempercepat adopsi EV di ranah niaga.
“Ketika ekosistem sudah mulai terbentuk, lalu ada regulasi pemerintah yang lebih menajamkan itu, kita (Isuzu) akan siap,” tegas Rian.
Secara global, Isuzu sudah mulai bergerak ke arah elektrifikasi. Di Tokyo Motor Show 2025, mereka memamerkan prototipe Vertical Core Cycle Concept (VCCC) untuk diproduksi massal pada 2027.
Kemudian ada bus listrik otonom Erga EV. Model ini bekerja pakai skema mirip Transjakarta di Indonesia, sebagai bus dengan rute.
Isuzu Erga EV dibekali kemampuan Autonomous Driving guna memudahkan operasional bus sesuai rute yang ditentukan.
“Kita akan mulai menggunakan (Erga EV Autonomous Driving) dari 2027. Jadi tidak ada sopir,” kata Yoshiki Yashiro, Public Relations Group Isuzu di Jepang beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan