Jaecoo Percepat Pengiriman J5 EV, Terjual 16 Ribu Unit
24 Mei 2026, 19:00 WIB
Adopsi kendaraan niaga bertenaga listrik terbilang rendah, Isuzu menanti dukungan lebih kuat dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi penggunaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) untuk penggunaan komersial masih sangat terbatas.
Ada berbagai faktor berperan di baliknya. Misal harga armada kendaraan niaga bertenaga listrik yang jauh lebih tinggi dari model konvensional.
Kemudian infrastruktur pengisian daya belum merata jadi kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku usaha.
Hal ini tampaknya juga jadi pertimbangan pabrikan Jepang dalam memperkenalkan lini kendaraan niaga EV untuk konsumen Tanah Air.
Padahal, transisi menuju elektrifikasi di sektor komersial juga punya peran besar dalam membantu menurunkan emisi karbon.
“Mayoritas dari seluruh area Indonesia banyaknya dump (truck), truk. Ter-serve secara ekosistem dan kesiapan bangun tetapi masih diesel,” kata Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di JIExpo Kemayoran, beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu Isuzu masih belum menghadirkan kendaraan listrik di Indonesia. Namun pabrikan asal Jepang ini memang berminat memboyong salah satu produknya yaitu Elf EV.
Isuzu Elf EV pernah dipamerkan di ajang otomotif GIIAS 2024, saat itu hadir sebagai perkenalan saja.
Melihat pesatnya perkembangan elektrifikasi di Indonesia, Isuzu berkomitmen untuk mengikuti pasar dan regulasi pendukung dari pemerintah.
Memang jika ditelusuri, belum ada insentif khusus buat kendaraan komersial bertenaga listrik. Bantuan dari pemerintah dapat banyak membantu mempercepat adopsi EV di ranah niaga.
“Ketika ekosistem sudah mulai terbentuk, lalu ada regulasi pemerintah yang lebih menajamkan itu, kita (Isuzu) akan siap,” tegas Rian.
Secara global, Isuzu sudah mulai bergerak ke arah elektrifikasi. Di Tokyo Motor Show 2025, mereka memamerkan prototipe Vertical Core Cycle Concept (VCCC) untuk diproduksi massal pada 2027.
Kemudian ada bus listrik otonom Erga EV. Model ini bekerja pakai skema mirip Transjakarta di Indonesia, sebagai bus dengan rute.
Isuzu Erga EV dibekali kemampuan Autonomous Driving guna memudahkan operasional bus sesuai rute yang ditentukan.
“Kita akan mulai menggunakan (Erga EV Autonomous Driving) dari 2027. Jadi tidak ada sopir,” kata Yoshiki Yashiro, Public Relations Group Isuzu di Jepang beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Mei 2026, 19:00 WIB
22 Mei 2026, 11:00 WIB
22 Mei 2026, 09:00 WIB
21 Mei 2026, 07:00 WIB
19 Mei 2026, 15:42 WIB
Terkini
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025
24 Mei 2026, 18:03 WIB
Trimegah Group yang sebelumnya diler Honda kini beralih memasarkan Chery dan Lepas di kawasan BSD City
24 Mei 2026, 17:10 WIB
Biaya perawatan rutin BYD M6 DM diklaim lebih murah dari mobil bermesin bensin dengan kapasitas 1.500 cc
24 Mei 2026, 15:13 WIB
PT HPM resmi menyerahkan 20 unit Honda Prelude ke konsumen di Indonesia dari total alokasi 150 unit di 2026
23 Mei 2026, 09:57 WIB
Setelah membela Honda selama beberapa tahun, Joan Mir memutuskan untuk berganti seragam pada musim depan
22 Mei 2026, 19:00 WIB
Suku cadang alternatif Toyota, T-OPT hadir di Indonesia International Trade Show for Automotive Industry
22 Mei 2026, 16:17 WIB
Daihatsu kumpul sahabat 2026 menampilkan banyak promo-promo menarik dan unit lawas yang langka di pasaran
22 Mei 2026, 13:00 WIB
Astra UD Trucks tidak hanya memasarkan produk-produk truk ramah lingkungan, namun juga ikut memelihara lingkungan