ICar V23 SUV EV Boxy Bergaya Hidup Modern
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Adopsi kendaraan niaga bertenaga listrik terbilang rendah, Isuzu menanti dukungan lebih kuat dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi penggunaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) untuk penggunaan komersial masih sangat terbatas.
Ada berbagai faktor berperan di baliknya. Misal harga armada kendaraan niaga bertenaga listrik yang jauh lebih tinggi dari model konvensional.
Kemudian infrastruktur pengisian daya belum merata jadi kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku usaha.
Hal ini tampaknya juga jadi pertimbangan pabrikan Jepang dalam memperkenalkan lini kendaraan niaga EV untuk konsumen Tanah Air.
Padahal, transisi menuju elektrifikasi di sektor komersial juga punya peran besar dalam membantu menurunkan emisi karbon.
“Mayoritas dari seluruh area Indonesia banyaknya dump (truck), truk. Ter-serve secara ekosistem dan kesiapan bangun tetapi masih diesel,” kata Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di JIExpo Kemayoran, beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu Isuzu masih belum menghadirkan kendaraan listrik di Indonesia. Namun pabrikan asal Jepang ini memang berminat memboyong salah satu produknya yaitu Elf EV.
Isuzu Elf EV pernah dipamerkan di ajang otomotif GIIAS 2024, saat itu hadir sebagai perkenalan saja.
Melihat pesatnya perkembangan elektrifikasi di Indonesia, Isuzu berkomitmen untuk mengikuti pasar dan regulasi pendukung dari pemerintah.
Memang jika ditelusuri, belum ada insentif khusus buat kendaraan komersial bertenaga listrik. Bantuan dari pemerintah dapat banyak membantu mempercepat adopsi EV di ranah niaga.
“Ketika ekosistem sudah mulai terbentuk, lalu ada regulasi pemerintah yang lebih menajamkan itu, kita (Isuzu) akan siap,” tegas Rian.
Secara global, Isuzu sudah mulai bergerak ke arah elektrifikasi. Di Tokyo Motor Show 2025, mereka memamerkan prototipe Vertical Core Cycle Concept (VCCC) untuk diproduksi massal pada 2027.
Kemudian ada bus listrik otonom Erga EV. Model ini bekerja pakai skema mirip Transjakarta di Indonesia, sebagai bus dengan rute.
Isuzu Erga EV dibekali kemampuan Autonomous Driving guna memudahkan operasional bus sesuai rute yang ditentukan.
“Kita akan mulai menggunakan (Erga EV Autonomous Driving) dari 2027. Jadi tidak ada sopir,” kata Yoshiki Yashiro, Public Relations Group Isuzu di Jepang beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
18 Februari 2026, 19:00 WIB
17 Februari 2026, 07:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
Terkini
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Debut iCar di Tanah Air berhasil menarik perhatian dengan desain booth menarik dan mobil bergaya hidup modern
19 Februari 2026, 14:00 WIB
Komisi II DPR menyarankan agar pemerintah provinsi memperhatikan kondisi masyarakat sebelum menjalankan opsen
19 Februari 2026, 13:00 WIB
Kehadiran Genesis di RI semakin dekat, namun pihak Hyundai Indonesia masih enggan beberkan informasi rinci
19 Februari 2026, 12:00 WIB
GAC Indonesia mengakui ada beberapa tantangan di 2026 yang harus mereka hadapi agar bisa bertahan lebih optimal
19 Februari 2026, 11:00 WIB
Penjualan truk Januari 2026 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya dengan selisih yang cukup besar
19 Februari 2026, 10:00 WIB
Penjualan mobil 2026 disebut bisa mencapai target 850 ribu unit, perlahan menunjukkan tanda pemulihan
19 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan mobil listrik secara global hanya 1,2 juta unit pada Januari 2026, diklaim turun sampai tiga persen
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Bagi first car buyer, mobil listrik murah terlalu mengandung banyak risiko terutama untuk harga jual kembali