GIICOMVEC Resmi Dibuka, Gairahkan Pasar Kendaraan Niaga
08 April 2026, 15:23 WIB
Toyota mendominasi pasar ekspor kendaraan dari Tanah Air dengan menguasai 35,3 persen dari total market
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Indonesia telah menjadi salah satu negara yang mengeskpor kendaraan ke berbagai pasar di dunia. Bahkan disaat situasi dunia tidak menentu, jumlah pengiriman secara CBU maupun CKD berhasil mengalami pertumbuhan.
Berdasarkan data Gakindo, total ekspor kendaraan secara CBU Januari hingga Desember 2025 mencapai 518.212 unit. Angka tersebut naik 9,7 persen atau 46.018 unit bila dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang hanya 472.194 unit.
Toyota menjadi pabrikan paling banyak mengekspor unit ke berbagai negara. Sepanjang 2025, mereka tercatat melepas 175.446 mobil serta menguasai 33,9 persen dari total ekspor kendaraan nasional.
Jika dilihat lagi lebih detail maka angkanya naik 8.915 unit atau 5,4 persen dibanding 2024. Ketika itu, mereka hanya mampu melepas 166.531 unit dengan market share 35,3 persen.
Selain Toyota, ekspor Daihatsu juga mengalami pertumbuhan di 2025. Sepanjang tahun mereka melepas 124.848 unit atau 14.514 unit lebih banyak ketimbang 2024 yang hanya melepas 110.334 unit.
Kemudian Suzuki juga mencatatkan pertumbuhan ekspor secara signifikan pada 2025. Perusahaan berlogo S ini melepas 30.636 unit, naik 11.495 unit atau 60,1 persen dari 2024 yang hanya sebesar 19.141 unit.
Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada ekspor kendaraan CBU. Pengiriman mobil secara CKD juga alami pertumbuhan.
Sepanjang 2025 ada 63.263 set mobil dikirim, tumbuh 36,6 persen dari Januari – Desember 2024 yang hanya 46.311 unit.
Hyundai menjadi pabrikan yang paling banyak mengirim unit secara CKD. Perusahaan asal Korea Selatan itu mengirim sedikitnya 48.157 set, melonjak signifikan hingga 40.356 unit atau 517,3 persen dibanding periode sebelumnya yaitu 7.801 unit.
Posisi kedua diisi Suzuki setelah mengirim 8.522 unit. Jumlah tersebut tumbuh 1.910 unit atau 28,9 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya yaitu 6.612 unit.
Meski mengalami pertumbuhan, pabrikan mobil asal Indonesia harus siap menghadapi tantangan di 2026. Pasalnya situasi geopolitik tengah tidak menentu sehingga berpotensi berdampak pada pengiriman kendaraan.
“Krisis geopolitik sekarang menyebabkan dunia seperti terbelah. Ancaman bagi industri otomotif saat ini adalah ketergantungan antarnegara. Bila salah satu terganggu, tentu akan menghambat industri,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 April 2026, 15:23 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
Terkini
10 Juni 2026, 09:00 WIB
Massimo Rivola menilai kalau Jorge Martin tidak seharusnya melakukan kesalahan yang membuat kecelakaan
10 Juni 2026, 07:00 WIB
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga bbm non-subsidi, mulai dari Pertamax hingga Green 95
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini akan dimulai pada pukul 06.00 WIB dan didukung oleh ETLE Statis maupun Mobile
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian hari ini menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat, hal ini agar memaksimalkan pelayanan
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
09 Juni 2026, 22:58 WIB
Menurut data AISI pada Selasa (09/06), wholesales motor baru pada bulan lalu mengalami penurunan 7,9 persenan
09 Juni 2026, 21:30 WIB
Penjualan GWM kembali mengalami penurunan drastis di Mei 2026, secara retail hanya tembus 176 unit mobil
09 Juni 2026, 06:01 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta diberlakukan untuk mengatur arus lalu lintas pada jam sibuk dan diawasi ETLE