Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Tidak adanya insentif mobil listrik CBU, akan mendorong masyarakat beralih ke produk-produk di segmen LCGC
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif nasional menemui tantangan cukup berat pada 2026. Seperti contoh tidak adanya insentif untuk mobil listrik Completely Built Up (CBU).
Bantuan tersebut sudah berakhir sejak 31 Desember 2026. Sampai sekarang pemerintah belum memberikan kepastian apakah akan dilanjutkan atau tidak.
Situasi tersebut diprediksi membawa banyak dampak. Terutama di dalam pasar kendaraan roda empat nasional pada tahun ini.
“Peta kompetisi 2026 benar-benar berubah drastis, segmen ICE dan LCGC akan rebound,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Yannes, konsumen di Tanah Air diprediksi akan berpaling dari Electric Vehicle (EV) entry level.
Mereka akan kembali menyasar mobil-mobil konvensional berbandrol terjangkau. Seperti Honda Brio Satya, Toyota Agya sampai Daihatsu Sigra.
“Sementara BEV impor entry level bakal kehilangan daya tariknya di mass market,” dia menuturkan.
Lebih jauh disebutkan, mobil Hybrid serta PHEV dari pabrikan Jepang juga akan bersaing dengan produk-produk jenama asal Cina.
Hal itu karena ada beberapa aspek yang mendorong. Seperti contoh brand, fitur maupun desain bakal jadi penentu.
“Karena kombinasi efisiensi operasional dan harga yang masih kompetitif tanpa bergantung pada insentif besar pemerintah,” tegas Yannes.
Sebagai informasi, BYD sampai Changan sudah mengantisipasi dampak negatif dari absennya insentif mobil listrik CBU pada 2026.
Seperti dengan berusaha menahan harga kendaraan roda empat setrum mereka. Semisal banderol BYD Atto 1 dipertahankan tetap Rp 199 juta.
Sedangkan Changan menerapkan hal serupa, harga Lumin EV dibuat menjadi Rp 183 juta dari sebelumnya Rp 199 juta.
Langkah di atas ditempuh, semata-mata untuk mempertahankan daya tarik mobil listrik murah tersebut di mata masyarakat.
Dengan begitu deretan EV di atas masih diminati. Mampu bersaing bersama produk-produk entry level dari pabrikan Jepang.
Terkhusus mobil LCGC yang diprediksi akan comeback. Mengingat masyarakat akan memilih produk dengan banderol lebih terjangkau.
Jadi patut ditunggu, sejauh mana para produsen asal Tiongkok ini mampu menggoda masyarakat di Tanah Air untuk membeli EV meski tanpa insentif dari pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang