Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Tidak adanya insentif mobil listrik CBU, akan mendorong masyarakat beralih ke produk-produk di segmen LCGC
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Industri otomotif nasional menemui tantangan cukup berat pada 2026. Seperti contoh tidak adanya insentif untuk mobil listrik Completely Built Up (CBU).
Bantuan tersebut sudah berakhir sejak 31 Desember 2026. Sampai sekarang pemerintah belum memberikan kepastian apakah akan dilanjutkan atau tidak.
Situasi tersebut diprediksi membawa banyak dampak. Terutama di dalam pasar kendaraan roda empat nasional pada tahun ini.
“Peta kompetisi 2026 benar-benar berubah drastis, segmen ICE dan LCGC akan rebound,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Yannes, konsumen di Tanah Air diprediksi akan berpaling dari Electric Vehicle (EV) entry level.
Mereka akan kembali menyasar mobil-mobil konvensional berbandrol terjangkau. Seperti Honda Brio Satya, Toyota Agya sampai Daihatsu Sigra.
“Sementara BEV impor entry level bakal kehilangan daya tariknya di mass market,” dia menuturkan.
Lebih jauh disebutkan, mobil Hybrid serta PHEV dari pabrikan Jepang juga akan bersaing dengan produk-produk jenama asal Cina.
Hal itu karena ada beberapa aspek yang mendorong. Seperti contoh brand, fitur maupun desain bakal jadi penentu.
“Karena kombinasi efisiensi operasional dan harga yang masih kompetitif tanpa bergantung pada insentif besar pemerintah,” tegas Yannes.
Sebagai informasi, BYD sampai Changan sudah mengantisipasi dampak negatif dari absennya insentif mobil listrik CBU pada 2026.
Seperti dengan berusaha menahan harga kendaraan roda empat setrum mereka. Semisal banderol BYD Atto 1 dipertahankan tetap Rp 199 juta.
Sedangkan Changan menerapkan hal serupa, harga Lumin EV dibuat menjadi Rp 183 juta dari sebelumnya Rp 199 juta.
Langkah di atas ditempuh, semata-mata untuk mempertahankan daya tarik mobil listrik murah tersebut di mata masyarakat.
Dengan begitu deretan EV di atas masih diminati. Mampu bersaing bersama produk-produk entry level dari pabrikan Jepang.
Terkhusus mobil LCGC yang diprediksi akan comeback. Mengingat masyarakat akan memilih produk dengan banderol lebih terjangkau.
Jadi patut ditunggu, sejauh mana para produsen asal Tiongkok ini mampu menggoda masyarakat di Tanah Air untuk membeli EV meski tanpa insentif dari pemerintah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
03 Juli 2026, 07:58 WIB
Hyundai Ioniq 3 bakal jadi salah satu produk kejutan dari PT HMID untuk konsumen melalui ajang GIIAS 2026
03 Juli 2026, 06:16 WIB
para pengguna mobil harus memperhatikan pelat nomornya jika ingin melintas karena ada ganjil genap Jakarta
03 Juli 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
03 Juli 2026, 06:00 WIB
Simak informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta menjelang akhir pekan hari ini, Jumat 3 Juli 2026
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan