Penyebab Pasar Mobil Listrik Dunia Anjlok, Ada Peran Cina dan AS
19 Februari 2026, 09:00 WIB
Donald Trump memasang beberapa syarat agar mobil Cina bisa mengaspal di Amerika Serikat di masa mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina masih memanas. Situasi ini membawa dampak, termasuk pada sektor industri otomotif.
Mobil asal Tiongkok kesulitan menembus pasar Negeri Paman Sam. Otomatis para produsen tidak bisa menjangkau konsumen di sana.
Kondisi tersebut semakin parah setelah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat memberikan tarif impor kepada mobil Cina sebesar 100 persen.
“Hambatan tersebut secara efektif mencegah kendaraan-kendaraan itu masuk ke showroom Amerika,” tulis laporan Carscoops pada Kamis (19/02).
Meski begitu, sikap Donald Trump perlahan melunak. Ia memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Trump memberi sinyal akan menyambut dengan tangan terbuka selama BYD, Geely, Wuling hingga Aion mau berinvestasi di Amerika Serikat.
“Jika mereka ingin datang dan membangun pabrik serta memperkerjakan Anda dan teman-teman serta tetangga Anda, itu bagus. Saya menyukai itu (melakukan investasi),” kata Donald Trump.
Tentu pernyataan di atas menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan para pabrikan mobil Cina, dalam memasarkan produk mereka di Amerika Serikat.
Sehingga dapat memperluas pasar, sekaligus mempertegas dominasi produk-produk asal Tiongkok secara global.
Apalagi seorang pejabat Gedung Putih memberikan klarifikasi bahwa, pemerintah mendukung investasi asing di sektor manufaktur Amerika Serikat.
Akan tetapi ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, seperti memastikan keamanan nasional dan ekonomi mereka tidak terganggu.
Di sisi lain, BYD hingga Geely diprediksi akan berpikir dua kali untuk menanamkan investasi di Amerika Serikat. Sebab dana yang harus dikeluarkan cukup besar.
Namun peluang bagi mobil Cina di Negeri Paman Sam tetap terbuka. Sehingga tidak menutup kemungkinan kesempatan tersebut dimanfaatkan.
Di sisi lain Lei Xing, analis otomotif mengatakan bahwa sejumlah pabrikan kendaraan roda empat asal Tiongkok, telah menyatakan kesiapan untuk berekspansi ke Amerika.
Mereka berencana membangun pabrik di sana sehingga dapat menjadi pemain baru.
Geely dikabarkan menjadi pabrikan pertama, yang berkomitmen pada produksi di Amerika Serikat dan siap menyambut peluang tersebut.
Patut diketahui, pabrik kendaraan roda empat Tiongkok turut merambah pasar Indonesia. Bahkan mereka memboyong banyak model.
Seperti dengan meniagakan mobil listrik, hybrid sampai kendaraan roda empat bermesin bensin. Hal itu demi memberikan banyak opsi ke konsumen di Tanqah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Februari 2026, 09:00 WIB
17 Februari 2026, 07:00 WIB
14 Februari 2026, 13:00 WIB
10 Februari 2026, 18:00 WIB
09 Februari 2026, 20:00 WIB
Terkini
19 Februari 2026, 16:27 WIB
Adopsi kendaraan niaga bertenaga listrik terbilang rendah, Isuzu menanti dukungan lebih kuat dari pemerintah
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Debut iCar di Tanah Air berhasil menarik perhatian dengan desain booth menarik dan mobil bergaya hidup modern
19 Februari 2026, 14:00 WIB
Komisi II DPR menyarankan agar pemerintah provinsi memperhatikan kondisi masyarakat sebelum menjalankan opsen
19 Februari 2026, 13:00 WIB
Kehadiran Genesis di RI semakin dekat, namun pihak Hyundai Indonesia masih enggan beberkan informasi rinci
19 Februari 2026, 12:00 WIB
GAC Indonesia mengakui ada beberapa tantangan di 2026 yang harus mereka hadapi agar bisa bertahan lebih optimal
19 Februari 2026, 11:00 WIB
Penjualan truk Januari 2026 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya dengan selisih yang cukup besar
19 Februari 2026, 10:00 WIB
Penjualan mobil 2026 disebut bisa mencapai target 850 ribu unit, perlahan menunjukkan tanda pemulihan
19 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan mobil listrik secara global hanya 1,2 juta unit pada Januari 2026, diklaim turun sampai tiga persen