Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Meletakkan barang di Roof Box tidak boleh asal untuk memastikan keamanan dan keselamatan selama perjalanan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Umumnya masyarakat yang mudik ke kampung halaman akan membawa barang lebih banyak ketimbang biasanya. Kondisi tersebut terbilang lumrah karena jarak perjalanannya cukup jauh dibandingkan saat beraktivitas sehari-hari.
Oleh sebab itu banyak orang memodifikasi kendaraannya agar daya tampung meningkat. Salah satunya adalah dengan memasangkan Roof Box sebelum melakukan perjalanan.
Namun meletakkan barang di Roof Box pun tidak boleh berantakan. Hal ini disampaikan oleh Sony Susmana, Senior Instructor SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia).
“Kalau mau menempatkan barang di atas mobil maka sebaiknya memakai Roof Box tertutup. Beban maksimal yang boleh diangkut jangan lebih dari 50 kg,” ungkapnya pada KatadataOTO (26/03).
Benda berat pun sebaiknya ditempatkan di belakang agar mobil bisa lebih stabil saat berjalan. Hindari menempatkan barang mudah terbakar karena suhu di dalam Roof Box umumnya cukup tinggi.
Tak hanya itu, ia juga menekankan agar pengemudi menjaga kecepatan meski di jalan tol sekalipun. Pasalnya dengan memasang Roof Box maka stabilitas kendaraan biasanya mengalami perubahan sehingga lebih sulit di kemudikan.
“Kecepatan sebaiknya maksimal 60 km per jam. Sementara untuk Roof Rack, saya tidak menyarankan,” tegasnya kemudian.
Selain barang di Roof Box, Sony mengingatkan pemudik meletakkan bawaan di dalam kabin secara rapi agar tidak mengganggu perjalanan.
“Untuk dalam kabin, susun yang paling berat di posisi bawah. Bawaan kebutuhan perjalanan juga sebaiknya ditempatkan di lokasi mudah terjangkau,” tambahnya kemudian.
Peletakkan barang di kanan dan kiri pun sebaiknya diatur agar seimbang. Hal ini untuk memastikan kendaraan seimbang sehingga bisa menghindari efek limbung yang dapat berbahaya selama perjalanan mudik.
Pastikan bahwa posisi barang tidak menyisakan ruang kosong hingga dapat membuatnya bergeser. Hal ini bertujuan menghindari bawaan bergeser serta menyebabkan kerusakan.
Peletakannya pun tidak boleh menutupi pandangan pengemudi ke belakang. Hal ini untuk memastikan keselamatan selama perjalanan.
Beberapa perlengkapan darurat juga disarankan dibawa secara lengkap guna menghadapi situasi darurat. Mulai dari dongrak dan perlengkapan darurat lainya.
“Kemudian kotak P3K dan APAR portable tidak boleh ketinggalan,” tambah Sony kemudian.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia