Wuling Buka Suara Soal Tumpukan Kontainer di Tanjung Priok
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Meskipun masih di batas aman, ada bahaya tersembunyi yang kerap diabaikan pengemudi saat menerabas banjir
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banjir melanda sejumlah area di Indonesia termasuk Jakarta imbas hujan deras yang kerap terjadi pada sore hari.
Hal ini membuat beberapa ruas jalan di Jakarta tergenang air, beberapa di antaranya bahkan cukup dalam.
Meskipun masih dalam batas aman, pengemudi mobil tetap perlu memperhatikan bahaya tersembunyi apabila tidak hati-hati dalam melintasi area banjir di jalan raya.
“Biasanya, pengemudi tidak mengetahui jalan-jalan mana yang berlubang. Itu main dihajar saja, karena tertutup air biasanya,” kata Trisno, Regional Head Mobeng saat ditemui di Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
Menurut dia kasus serupa sering ditemukan di musim penghujan. Pengemudi seringkali tidak menurunkan kecepatan ketika menerabas banjir karena berasumsi jalan yang dilalui tidak berlubang.
Pada akhirnya kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan kaki-kaki mobil sehingga perlu perbaikan.
“Jadi shock breaker-nya (bisa) bocor, menyebabkan bunyi di kaki-kaki. Tidak ada pengaruh secara langsung (banjir ke kaki-kaki mobil) tetapi dalam prosesnya pengemudi tidak melihat lubang di jalan,” kata dia.
Lebih lanjut Trisno menjelaskan apabila sudah terjadi kerusakan akibat hal tersebut, pemilik mobil perlu menyiapkan dana perbaikan kaki-kaki. Patut diketahui bahwa angkanya bervariasi tergantung jenis kendaraan serta tingkat kerusakannya.
“Kalau perbaikan kaki-kaki mobil, biayanya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 jutaan. Jadi sebetulnya tidak terlalu mahal,” kata Trisno.
Ia juga mengimbau pengemudi kendaraan roda empat untuk tidak lupa melakukan perawatan kaki-kaki secara rutin, tidak harus menunggu kerusakan terlebih dulu.
Kebiasaan servis rutin membuat komponen pada mobil semakin awet dan optimal saat digunakan berkendara sehari-hari.
“Habit kita kalau tidak ada kerusakan tidak diperiksa, padahal seharusnya rutin. Ketika servis misal di 10.000 km atau 20.000 km, harus sekaligus periksa rem dan kaki-kaki,” tegas dia.
Pengecekan komponen kendaraan secara menyeluruh merupakan bentuk antisipasi kerusakan yang lebih parah, sehingga pengemudi tak perlu mengeluarkan biaya ekstra.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
09 Juni 2026, 21:30 WIB
Terkini
23 Juni 2026, 22:53 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid disebut mendapatkan tanggapan positif dari para konsumen sejak debutnya di GIIAS 2025
23 Juni 2026, 09:00 WIB
Motor matic 150 cc menjadi pilihan ideal bagi para pencinta otomotif, apalagi ada beragam produk ditawarkan
23 Juni 2026, 07:00 WIB
GAC tunda peluncuran model kendaraan PHEV dan bermesin konvensional di GIIAS 2026 meskipun sudah dipersiapkan
23 Juni 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta yang telah berlaku sejak 2016 ini masih dianggap cukup penting mengurai kemacetan
23 Juni 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa melalui beragam fasilitas dari kepolisian, salah satunya SIM keliling Bandung
23 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi yang berbeda hari ini, simak biaya dan persyaratannya
22 Juni 2026, 20:45 WIB
Daihatsu menanggapi tutupnya 11 diler resmi di bawah naungan grup Asco Automotive beberapa waktu lalu
22 Juni 2026, 15:23 WIB
Usai berhasil memenangi seri Ceko, Marc Marquez merangsek ke urutan empat klasemen sementara MotoGP 2026