4 Mobil yang Disuntik Mati di Indonesia Tahun Ini, Ada Baleno
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Kementerian Perindustrian temui produsen kendaraan Jepang untuk evaluasi kebijakan agar pasar otomotif tumbuh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian menemui beberaoa produsen otomotif Jepang seperti Suzuki dan Toyota. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menemukan solusi atas kondisi pasar di Indonesia yang sedang penuh tantangan.
Saat bertemu dengan Osamu Suzuki, Chairman Suzuki Motor Corporation diketahui bahwa telah terjadi penurunan penjualan kendaraan niaga ringan di Indonesia secara signifikan. Situasi tersebut pun langsung mendapat perhatian dari Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Ia menegaskan akan melakukan evaluasi berbagai kebijakan demi merangsang kembali permintaan kendaraan niaga. Termasuk melalui pembelian pemerintah daerah dan insentif fiskal untuk UMKM yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Sementara itu Toyota juga mengungkap diperlukan adanyan insentif tambahan agar penjualan bisa tumbuh. Khususnya untuk mobil yang sudah diproduksi secara lokal khususnya buat kendaraan berteknologi hybrid.
Saat ini, beberapa varian hybrid Toyota sudah mencapai TKDN di atas 40 persen. Namun mereka mengusulkan agar regulasi kendaraan elektrifikasi lebih fleksibel guna menarik investasi dan mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan.
“Kami akan pelajari permintaan tersebut, karena prinsipnya kita ingin membangun industri otomotif nasional yang kuat namun juga kompetitif secara global,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya (13/07).
Ia juga menegaskan bahwa program insentif Low Cost Green Car (LCGC) akan terus dilanjutkan hingga tahun 2031. Hal ini bertujuan buat menjaga keterjangkauan kendaraan bagi masyarakat serta mendukung transisi elektrifikasi secara bertahap.
“Program LCGC terbukti berhasil meningkatkan kepemilikan kendaraan masyarakat dan mendukung industri otomotif nasional. Oleh karena itu insentif untuk LCGC akan kami lanjutkan hingga 2031,” tegasnya.
Keputusan ini diharapkan memberi kepastian jangka panjang bagi prinsipal maupun pelaku industri agar terus memproduksi serta mengembangkan kendaraan hemat energi di dalam negeri.
Kementerian Perindustrian pun menegaskan bakal terus melakukan kolaborasi dengan prinsipal otomotif. Telebih pasar kendaraan di Indonesia sangat besar dan berdampak positif pada masyarakat.
“Industri otomotif telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kita harus jaga bersama agar tidak terjadi guncangan di sektor ini,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 08:00 WIB
29 Desember 2025, 12:14 WIB
27 Desember 2025, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 08:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026