Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Kementerian Perindustrian temui produsen kendaraan Jepang untuk evaluasi kebijakan agar pasar otomotif tumbuh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian menemui beberaoa produsen otomotif Jepang seperti Suzuki dan Toyota. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menemukan solusi atas kondisi pasar di Indonesia yang sedang penuh tantangan.
Saat bertemu dengan Osamu Suzuki, Chairman Suzuki Motor Corporation diketahui bahwa telah terjadi penurunan penjualan kendaraan niaga ringan di Indonesia secara signifikan. Situasi tersebut pun langsung mendapat perhatian dari Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Ia menegaskan akan melakukan evaluasi berbagai kebijakan demi merangsang kembali permintaan kendaraan niaga. Termasuk melalui pembelian pemerintah daerah dan insentif fiskal untuk UMKM yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Sementara itu Toyota juga mengungkap diperlukan adanyan insentif tambahan agar penjualan bisa tumbuh. Khususnya untuk mobil yang sudah diproduksi secara lokal khususnya buat kendaraan berteknologi hybrid.
Saat ini, beberapa varian hybrid Toyota sudah mencapai TKDN di atas 40 persen. Namun mereka mengusulkan agar regulasi kendaraan elektrifikasi lebih fleksibel guna menarik investasi dan mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan.
“Kami akan pelajari permintaan tersebut, karena prinsipnya kita ingin membangun industri otomotif nasional yang kuat namun juga kompetitif secara global,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya (13/07).
Ia juga menegaskan bahwa program insentif Low Cost Green Car (LCGC) akan terus dilanjutkan hingga tahun 2031. Hal ini bertujuan buat menjaga keterjangkauan kendaraan bagi masyarakat serta mendukung transisi elektrifikasi secara bertahap.
“Program LCGC terbukti berhasil meningkatkan kepemilikan kendaraan masyarakat dan mendukung industri otomotif nasional. Oleh karena itu insentif untuk LCGC akan kami lanjutkan hingga 2031,” tegasnya.
Keputusan ini diharapkan memberi kepastian jangka panjang bagi prinsipal maupun pelaku industri agar terus memproduksi serta mengembangkan kendaraan hemat energi di dalam negeri.
Kementerian Perindustrian pun menegaskan bakal terus melakukan kolaborasi dengan prinsipal otomotif. Telebih pasar kendaraan di Indonesia sangat besar dan berdampak positif pada masyarakat.
“Industri otomotif telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kita harus jaga bersama agar tidak terjadi guncangan di sektor ini,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota