Temui Raksasa Otomotif Jepang, Kemenperin Siap Evaluasi Insentif

Kementerian Perindustrian temui produsen kendaraan Jepang untuk evaluasi kebijakan agar pasar otomotif tumbuh

Temui Raksasa Otomotif Jepang, Kemenperin Siap Evaluasi Insentif
Adi Hidayat

KatadataOTO – Kementerian Perindustrian menemui beberaoa produsen otomotif Jepang seperti Suzuki dan Toyota. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menemukan solusi atas kondisi pasar di Indonesia yang sedang penuh tantangan.

Saat bertemu dengan Osamu Suzuki, Chairman Suzuki Motor Corporation diketahui bahwa telah terjadi penurunan penjualan kendaraan niaga ringan di Indonesia secara signifikan. Situasi tersebut pun langsung mendapat perhatian dari Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Ia menegaskan akan melakukan evaluasi berbagai kebijakan demi merangsang kembali permintaan kendaraan niaga. Termasuk melalui pembelian pemerintah daerah dan insentif fiskal untuk UMKM yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Sementara itu Toyota juga mengungkap diperlukan adanyan insentif tambahan agar penjualan bisa tumbuh. Khususnya untuk mobil yang sudah diproduksi secara lokal khususnya buat kendaraan berteknologi hybrid.

Toyota Hentikan Produksi Kendaraan
Photo : Carscoops

Saat ini, beberapa varian hybrid Toyota sudah mencapai TKDN di atas 40 persen. Namun mereka mengusulkan agar regulasi kendaraan elektrifikasi lebih fleksibel guna menarik investasi dan mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan.

“Kami akan pelajari permintaan tersebut, karena prinsipnya kita ingin membangun industri otomotif nasional yang kuat namun juga kompetitif secara global,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya (13/07).

Ia juga menegaskan bahwa program insentif Low Cost Green Car (LCGC) akan terus dilanjutkan hingga tahun 2031. Hal ini bertujuan buat menjaga keterjangkauan kendaraan bagi masyarakat serta mendukung transisi elektrifikasi secara bertahap.

“Program LCGC terbukti berhasil meningkatkan kepemilikan kendaraan masyarakat dan mendukung industri otomotif nasional. Oleh karena itu insentif untuk LCGC akan kami lanjutkan hingga 2031,” tegasnya.

Keputusan ini diharapkan memberi kepastian jangka panjang bagi prinsipal maupun pelaku industri agar terus memproduksi serta mengembangkan kendaraan hemat energi di dalam negeri.

Kementerian Perindustrian pun menegaskan bakal terus melakukan kolaborasi dengan prinsipal otomotif. Telebih pasar kendaraan di Indonesia sangat besar dan berdampak positif pada masyarakat.

“Industri otomotif telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kita harus jaga bersama agar tidak terjadi guncangan di sektor ini,” pungkasnya.


Terkini

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika