10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Pabrik Nissan di Oppama Jepang akan ditutup dan produksi kendaraan dialihkan ke fasilitas di lokasi lain
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrik Nissan di Oppama Jepang akan ditutup pada Maret 2028. Nantinya semua kegiatan produksi dialihkan ke Fukuoka sebagai bagian dari rencana restrukturisasi global untuk mengurangi kapasitas produksi.
Langkah ini dilakukan untuk bisa mengembalikan kondisi keuangan perusahaan yang sekarang tengah terpuruk. Mereka bahkan berencana mengurangi kapasitas produksi dari 3,5 juta unit per tahun menjadi hanya 2,5 juta serta memangkas jumlah pabriknya dari 17 jadi hanya 10 di seluruh dunia.
Nissan pun dikabarkan tengah melakukan perbincangan dengan Foxconn Taiwan yang ingin menggunakan pabrik Oppama untuk memproduksi kendaraan listrik serta mencegah penutupan pabrik.
“Hari ini Nissan membuat keputusan sulit namun penting. Tidak mudah bagi saya maupun perusahaan tapi semua demi mengatasi tantangan serta membangun masa depan berkelanjutan,” ungkap Ivan Espinosa, CEO Nissan dilansir Reuters (15/07)
Ia pun mengungkap bahwa pihaknya akan menjajaki berbagai pilihan untuk penggunaan pabrik Oppama di masa depan. Biaya terkait pengalihan produksi bakal diungkapkan dalam beberapa waktu mendatang.
Bagi Nissan pabrik Oppama memiliki sejarah cukup panjang karena sudah dibuka sejak 1961. Fasilitas tersebut merupakan salah satu pabrik mobil berskala besar di Jepang dan menjadi simbol global perusahaan.
Sedikitnya ada 3.900 orang yang bekerja dan telah memproduksi sedikitnya 17,8 juta kendaraan.
Walau proses produksi dihentikan, fasilitas lain seperti Nissan Research Center dan tempat uji tabrak dikabarkan tidak akan terpengaruh restrukturisasi.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan memang tengah menghadapi beragam tantangan khususnya di bidang keuangan. Beragam cara sudah dilakukan perusahaan termasuk melepas saham Renault milik mereka.
Tak hanya itu, perusahaan juga berencana melepas beberapa aset penting termasuk kantor utamanya di yang berada di Yokohama, Jepang. Properti itu ditaksir punya nilai 100 miliar yen.
Perusahaan juga dikabarkan telah melakukan beberapa langkah strategis lain termasuk memecat sekitar 20.000 pekerja di seluruh dunia. Jumlah tersebut setara dengan 15 persen dari total tenaga kerja mereka secara global.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
27 September 2026, 09:55 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama