iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Pemilik kendaraan listrik merasa lebih nyaman isi daya di rumah ketimbang memanfaatkan fasilitas SPKLU
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meski pemerintah terus menggalakkan pembangunan SPKLU di berbagai lokasi strategis tetapi pengguna kendaraan listrik rupanya masih jarang memanfaatkannya. Hal ini terungkap dalam studi yang dilakukan Populix.
Riset bertajuk ‘Electric Vehicle Dynamics: Unveiling Consumer Perspectives and Market Insights’ menunjukkan bahwa pemilik Battery Electric Vehicle lebih nyaman mengisi daya di rumah. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) hanya dimanfaatkan di beberapa situasi tertentu.
Dalam survei diketahui bahwa 59 persen mengatakan bahwa pengisian daya paling nyaman dilakukan di rumah. Sementara mereka yang merasa puas dengan fasilitas SPKLU serta SPBKLU hanya mencapai 15 persen.
Padahal SPKLU selama ini dianggap sebagai fasilitas yang sangat penting untuk perkembangan ekosistem kendaraan listrik. Kehadirannya bisa memberi ketenangan pengendara saat harus menempuh perjalanan jauh.
“Ada beberapa alasan masyarakat enggan memilih SPKLU termasuk ketika mengisi daya namun tidak berfungsi. Kemudian ketika sudah di lokasi tetapi sudah ada orang lain yang sedang menggunakan fasilitasnya,” ungkap Timothy Astandu, CEO & Co-Founder Populix.
Tak mengherankan bila frekuensi penggunaan SPKLU dan SPBKLU di Indonesia masih rendah. Tercatat ada 6 persen pemilik kendaraan yang rutin memanfaatkannya setiap hari.
Kalau pun harus pergi ke SPKLU atau SPBKLU pun kebanyakan masyarakat sangat berhati-hati. 78 persen dari mereka memilih untuk datang ke lokasi resmi merek kendaraan ketimbang ke tempat umum.
Meski demikian, SPKLU dan SPBKLU dinilai tetap penting untuk terus dikembangkan di Indonesia. Pasalnya 65 persen pemilik BEV yang disurvei menyampaikan masih banyak pengendara khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.
Tak cuma itu, 61 persen koresponden juga menyampaikan bahwa mereka masih kurang nyaman dengan kapasitas jarak tempuh BEV yang terbatas. Selain itu fakta bahwa tidak semua bengkel menerima perbaikan meskipun kerusakannya non-listrik pun besar yaitu mencapai 49 persen.
“Untuk mengatasinya, kolaborasi antara regulatir dan produsen EV menjadi sangat krusial agar bisa mengatasi tantangan. Mulai dari aksesibilitas, jarak tempuh, biaya hingga ketersediaan infrastruktur pengisian daya,” pungkas Timothy Astandu, CEO & Co-Founder Populix.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil di Indonesia kembali pulih, Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di Juli 2026
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk