Farizon Serahkan Super Van di GIIAS 2026, Jadi Andalan Komersial
02 Agustus 2026, 07:00 WIB
VinFast mengakui ingin memanfaatkan bonus demografi yang ada di Indonesia untuk kembangkan pasar kendaraan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – VinFast menggelar diskusi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Dalam program ini mereka menghadirkan Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2011–2014.
Mengambil tema “Investing in Impact - Catalyzing Indonesia’s Green Economy Through Policy & Private Sector Collaboration,” ia mengapresiasi keberanian VinFast untuk berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah memasuki dekade penting transformasi hijau yang didukung kuatnya iklim investasi.
“Indonesia berada di titik balik unik dengan bonus demografi yang dapat membantu negara naik kelas dalam dekade mendatang. Namun untuk mewujudkan potensi tersebut, pendidikan di bidang Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) harus menjadi prioritas,” ungkapnya di GIIAS 2025.
Meski demikian dirinya mengakui bahwa banyak tantangan harus diatasi pemerintah agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain di masa depan.
“Guna mencapai Indonesia hijau, investasi modal sangat penting. Namun, untuk menarik investasi ini harus ada kepastian hukum bagi pelaku industri serta tenaga kerja yang terampil,” tambahnya.
Bila tantangan tersebut terpenuhi maka bukan tidak mungkin investasi bakal datang dengan sendirinya.
Situasi tersebut disadari oleh VinFast sehingga mereka berani memutuskan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar utama. Menurut mereka perkembangan kendaraan listrik bakal menjadi sangat penting di masa depan.
“Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi terbesar dan bonus demografi yang kuat. Adopsi kendaraan listrik memang masih rendah namun tahun ini menunjukkan pertumbuhan pesat,” ungkap Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia.
Tak hanya pasar, VinFast juga sudah berinvestasi dengan membangun pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut rencananya bakal mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun ini.
“VinFast berkomitmen pada investasi jangka panjang termasuk mendirikan pabrik perakitan kendaraan listrik senilai USD 200 juta di Subang yang pada awalnya akan memproduksi 50.000 unit per tahun dan langsung mempekerjakan 1.000 pekerja,” ungkapnya kemudian.
Tak hanya itu mereka juga menjalin kemitraan strategis bersama berbagai pihak termasuk mitra bisnisnya yaitu V-Green. Mereka akan mengembangkan infrastruktur meliputi jaringan pengisian daya di seluruh negeri dan layanan taksi listrik murni Green SM.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 07:00 WIB
31 Juli 2026, 12:48 WIB
30 Juli 2026, 16:00 WIB
30 Juli 2026, 15:00 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
Terkini
02 Agustus 2026, 10:42 WIB
Mini Indonesia coba menggoda para pencinta otomotif di GIIAS 2026 dengan menghadirkan dua seri terbatas
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pertamina menghadirkan berbagai kegiatan agar masyarakat mengenal ekosistem digital mereka di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 08:00 WIB
DFSK E5 Plus ditawarkan dengan harga lebih murah Rp 20 juta untuk pembelian selama pameran otomotif GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 07:00 WIB
Farizon Super Van diklaim mendapatkan sambutan positif, bahkan dipercaya jadi armada berbagai pelaku industri
02 Agustus 2026, 06:00 WIB
Subaru Outback dikembangkan dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan dan kemampuan di berbagai medan
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
Edisi terbatas dari Wuling Aira ev debut di GIIAS 2026, hanya bisa dibeli selama masa pameran berlangsung
01 Agustus 2026, 21:00 WIB
Isuzu manfaatkan momentum GIIAS 2026 untuk menghadirkan Mobile Beauty Salon modifikasi di GIIAS 2026
01 Agustus 2026, 20:00 WIB
Bus Hino RM 280 ABS Retarder hadir di ajang GIIAS 2026, dilengkapi sejumlah pembaruan di sistem keselamatan