Bing Bang Auto Festival 2026 Usung Konsep Baru, Banyak Promo
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
VinFast mengakui ingin memanfaatkan bonus demografi yang ada di Indonesia untuk kembangkan pasar kendaraan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – VinFast menggelar diskusi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Dalam program ini mereka menghadirkan Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2011–2014.
Mengambil tema “Investing in Impact - Catalyzing Indonesia’s Green Economy Through Policy & Private Sector Collaboration,” ia mengapresiasi keberanian VinFast untuk berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah memasuki dekade penting transformasi hijau yang didukung kuatnya iklim investasi.
“Indonesia berada di titik balik unik dengan bonus demografi yang dapat membantu negara naik kelas dalam dekade mendatang. Namun untuk mewujudkan potensi tersebut, pendidikan di bidang Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) harus menjadi prioritas,” ungkapnya di GIIAS 2025.
Meski demikian dirinya mengakui bahwa banyak tantangan harus diatasi pemerintah agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain di masa depan.
“Guna mencapai Indonesia hijau, investasi modal sangat penting. Namun, untuk menarik investasi ini harus ada kepastian hukum bagi pelaku industri serta tenaga kerja yang terampil,” tambahnya.
Bila tantangan tersebut terpenuhi maka bukan tidak mungkin investasi bakal datang dengan sendirinya.
Situasi tersebut disadari oleh VinFast sehingga mereka berani memutuskan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar utama. Menurut mereka perkembangan kendaraan listrik bakal menjadi sangat penting di masa depan.
“Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi terbesar dan bonus demografi yang kuat. Adopsi kendaraan listrik memang masih rendah namun tahun ini menunjukkan pertumbuhan pesat,” ungkap Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia.
Tak hanya pasar, VinFast juga sudah berinvestasi dengan membangun pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut rencananya bakal mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun ini.
“VinFast berkomitmen pada investasi jangka panjang termasuk mendirikan pabrik perakitan kendaraan listrik senilai USD 200 juta di Subang yang pada awalnya akan memproduksi 50.000 unit per tahun dan langsung mempekerjakan 1.000 pekerja,” ungkapnya kemudian.
Tak hanya itu mereka juga menjalin kemitraan strategis bersama berbagai pihak termasuk mitra bisnisnya yaitu V-Green. Mereka akan mengembangkan infrastruktur meliputi jaringan pengisian daya di seluruh negeri dan layanan taksi listrik murni Green SM.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif