Gaikindo Ingin Insentif Menyasar Mobil Hybrid, PHEV dan REEV
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Menperin menilai insentif untuk industri otomotif pada 2026 sangat penting, sebab dapat membawa dampak positif
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Insentif untuk industri otomotif tengah menjadi polemik. Sebab para menteri Presiden Prabowo Subianto berbeda pendapat.
Terkini Kementerian Perindustrian (Kemenperin), memberikan kabar terbaru mengenai bantuan tersebut buat periode 2026.
“Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) di Antara, Selasa (02/12).
Menurut Agus, keberlangsungan industri otomotif dinilai sangat penting. Mengingat bantuan tersebut memiliki dampak berkelanjutan yang besar.
Oleh sebab itu membutuhkan stimulus pada periode 2026. Apalagi setelah mengalami kontraksi atau penurunan.
“Forwad, backward linkage yang luar biasa, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah buat ekonomi juga luar biasa besar,” lanjut Agus.
Agus pun menegaskan bahwa, Kemenperin akan terus berusaha mengusulkan insentif atau stimulus pemerintah untuk sektor otomotif.
Lebih jauh Agus menerangkan, insentif yang disiapkan mencakup sisi permintaan (deman). Kemudian menyasar persediaan atau supply.
“Merupakan tanggung jawab kami, hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegas Agus.
Sebagai pengingat Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian telah memastikan kalau pemerintah tidak ingin memberikan insentif di tahun depan.
Sebab ada beberapa alasan mengapa mereka enggan mengucurkan bantuan, kepada para pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air.
“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” kata Airlangga.
Airlangga menyatakan, para produsen mobil yang masuk melalui skema insentif impor EV disebut sudah mulai melakukan perakitan secara lokal.
Hal itu ternyata telah membawa dampak positif. Seperti hadirnya produk-produk dengan banderol kompetitif.
“Kalau kita lihat tahun ini harganya relatif yang di bawah Rp 300 juta sudah banyak,” Airlangga Hartarto menambahkan.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan insentif dengan anggaran cukup besar selama dua tahun terakhir.
Angkanya mencapai Rp 7 triliun hanya untuk sektor otomotif. Ia menilai jumlah tersebut sudah lebih dari cukup.
Dengan progress yang dianggap memadai, pemerintah kini ingin mengalihkan fokus pada pembuatan fasilitas produksi nasional.
Rencana di atas, disinyalir merupakan wacana pemerintah untuk menghasilkan mobil maupun motor nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi tempat dan persyaratan lengkapnya
20 Juli 2026, 22:01 WIB
Mario Aji tengah fokus menjalani masa pemulihan usai cedera, ia ingin kondisi fisiknya kembali prima di Inggris