BYD Sebut Insentif Masih Signifikan Dongkrak Penjualan EV

Insentif memiliki peran penting mendongkrak angka penjualan berbagai produsen EV, tidak terkecuali BYD

BYD Sebut Insentif Masih Signifikan Dongkrak Penjualan EV
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Pemerintah tidak memperpanjang insentif mobil listrik yang sudah dihentikan per 2026. BYD merupakan salah satu penerima bantuan itu sejak 2024.

Berkat insentif mobil listrik, deretan produk BYD dijual dengan harga kompetitif. Bahkan Atto 1 dapat ditawarkan mulai dari Rp 199 jutaan on the road Jakarta.

Perwakilan BYD mengungkapkan, insentif dari pemerintah merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam membentuk harga mobil listrik.

Sehingga dapat menjadi nilai tambah tersendiri khususnya bagi konsumen ketika ingin melakukan pembelian mobil listrik.

BYD
Photo: Istimewa

Konsumen juga semakin mengenal berbagai jenis mobil listrik serta keuntungan yang ditawarkan.

“Mudah-mudahan momentum ini bisa tetap terjaga. Memang bila ada insentif bisa semakin mengakselerasi transisi energi,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan BYD berkomitmen untuk mendorong transisi energi dan mengurangi emisi karbon dengan menyediakan berbagai pilihan EV.

Meskipun begitu, Luther mengatakan bahwa BYD optimistis menjual mobil listrik ke konsumen Tanah Air meskipun tanpa insentif dari pemerintah.

“Ke depannya apapun itu, kami tetap percaya diri dengan product line up kami,” tegas Luther.

Sebagai informasi, BYD memiliki kewajiban untuk melakukan perakitan lokal mobil listriknya. Ini merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi sebagai penerima insentif EV impor.

Pabrik BYD berlokasi di Subang, Jawa Barat dan disebut bakal segera beroperasi dalam waktu dekat.

Fasilitas itu memiliki kapasitas produki 150.000 unit per tahun. Namun belum diketahui model mana yang akan dirakit lokal terlebih dulu.

Jika melihat angka penjualan, BYD Atto 1 mencatatkan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) dalam jumlah besar dan berpeluang jadi model pertama BYD yang berstatus Completely Knocked Down (CKD).

LCGC, mobil listrik murah
Photo: KatadataOTO

BYD Atto 1 merupakan mobil listrik berukuran kompak yang menyasar konsumen yang mobilitasnya di area perkotaan.

Apabila konsumen berminat, BYD Atto 1 tersedia dalam beberapa varian. Berikut daftar lengkapnya.

Harga BYD Atto 1 Februari 2026 (On The Road Jakarta)

  • Dynamic: Rp 199 juta
  • Dynamic + Home Charging dan Instalasi: Rp 213,5 juta
  • Premium: Rp 235 juta
  • Premium + Home Charging dan Instalasi: Rp 249,5 juta

Terkini

otosport
Sprint Race MotoGP Thailand 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Thailand 2026: Kemenangan Perdana Acosta

Pedro Acosta meraih kemenangan dramatis atas Marc Marquez dalam ajang sprint race MotoGP Thailand 2026

news
Mitsubishi Colt L300

Mitsubishi Buka Diri Masuk Kopdes Merah Putih Lewat L300

Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih

mobil
Hino

Presiden Direktur Hino Indonesia Diganti, Bawa Strategi Baru

Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal

otosport
Yamaha

Yamaha Racing Indonesia Kenalkan Skuad Balap Baru, Ada Aldi Satya

Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini

mobil
Toyota Vios Hybrid

Pasar Sedan Kecil, Ini Alasan Toyota Luncurkan Vios Hybrid di RI

Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota

mobil
Geely dan Zeekr

Modal Zeekr Bersaing setelah Gagal di 2025, Siap Dirakit Lokal

Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang

news
Isuzu

Isuzu Kuasai 29 Persen Pangsa Pasar, Pikap Traga Laris Manis

Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang

news
Ganjil genap Puncak

Ganjil Genap Puncak 27 Februari 2026, Awas Diputar Balik

Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama