Gaikindo Ingin Insentif Menyasar Mobil Hybrid, PHEV dan REEV
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Insentif memiliki peran penting mendongkrak angka penjualan berbagai produsen EV, tidak terkecuali BYD
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah tidak memperpanjang insentif mobil listrik yang sudah dihentikan per 2026. BYD merupakan salah satu penerima bantuan itu sejak 2024.
Berkat insentif mobil listrik, deretan produk BYD dijual dengan harga kompetitif. Bahkan Atto 1 dapat ditawarkan mulai dari Rp 199 jutaan on the road Jakarta.
Perwakilan BYD mengungkapkan, insentif dari pemerintah merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam membentuk harga mobil listrik.
Sehingga dapat menjadi nilai tambah tersendiri khususnya bagi konsumen ketika ingin melakukan pembelian mobil listrik.
Konsumen juga semakin mengenal berbagai jenis mobil listrik serta keuntungan yang ditawarkan.
“Mudah-mudahan momentum ini bisa tetap terjaga. Memang bila ada insentif bisa semakin mengakselerasi transisi energi,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan BYD berkomitmen untuk mendorong transisi energi dan mengurangi emisi karbon dengan menyediakan berbagai pilihan EV.
Meskipun begitu, Luther mengatakan bahwa BYD optimistis menjual mobil listrik ke konsumen Tanah Air meskipun tanpa insentif dari pemerintah.
“Ke depannya apapun itu, kami tetap percaya diri dengan product line up kami,” tegas Luther.
Sebagai informasi, BYD memiliki kewajiban untuk melakukan perakitan lokal mobil listriknya. Ini merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi sebagai penerima insentif EV impor.
Pabrik BYD berlokasi di Subang, Jawa Barat dan disebut bakal segera beroperasi dalam waktu dekat.
Fasilitas itu memiliki kapasitas produki 150.000 unit per tahun. Namun belum diketahui model mana yang akan dirakit lokal terlebih dulu.
Jika melihat angka penjualan, BYD Atto 1 mencatatkan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) dalam jumlah besar dan berpeluang jadi model pertama BYD yang berstatus Completely Knocked Down (CKD).
BYD Atto 1 merupakan mobil listrik berukuran kompak yang menyasar konsumen yang mobilitasnya di area perkotaan.
Apabila konsumen berminat, BYD Atto 1 tersedia dalam beberapa varian. Berikut daftar lengkapnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Juli 2026, 07:00 WIB
13 Juli 2026, 13:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
08 Juli 2026, 09:00 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan