Target BYD Usai Berhasil Tembus Tiga Besar Merek Mobil Terlaris
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Harga mobil listrik bekas yang ada di Tanah Air saat ini terdepresiasi cukup besar, bisa menyentuh 50 persen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Banyak mobil listrik yang mengaspal di jalanan Indonesia. Bahkan beberapa sudah ditawarkan dalam kondisi bekas atau seken.
Apalagi untuk Electric Vehicle (EV) yang telah dipasarkan cukup lama atau berusia sekitar tiga hingga empat tahunan.
Akan tetapi, kendaraan roda empat setrum dalam kondisi seken di Tanah Air masih sangat sepi peminat. Banyak hal yang pada akhirnya membuat konsumen merasa dirugikan.
“Peminatnya tidak terlalu tinggi. Kalau mau beli mobil listrik bekas, berarti sudah mesti siap beli cash,” ungkap Agung Iskandar, Direktur OLXMobbi di Jakarta, Kamis (05/03).
Menurut Agung, jarang ada perusahaan pembiayaan yang menerima pengajuan kredit mobil listrik bekas saat ini.
Sedangkan 50 persen masyarakat di Indonesia dalam membeli kendaraan roda empat seken, masih mengandalkan skema kredit atau cicilan.
“Jadi segmen pembelinya sudah turun 50 persen sendiri. Itu sih pertimbangan membeli mobil listrik bekas,” lanjut Agung.
Lebih jauh dijelaskan, masalah garansi baterai EV turut menjadi pertimbangan utama para konsumen di dalam negeri.
Banyak produsen yang tidak lagi menjamin penampung daya produk mereka, bila sudah berpindah kepemilikan.
Menurut Agung, depresiasi banderol EV di dalam negeri cukup besar hingga menyentuh 50 persen dari harga baru.
“Hyundai Ioniq 5 sekarang yang tahun 2022 itu, (banderol bekas) sekitar Rp 250 juta sampai Rp 350 juta,” tegas Agung.
Pimpinan OLXMobbi ini turut mengungkapkan, strategi perang harga diterapkan para produsen asal China turut memperburuk kondisi yang ada.
Sebab dalam kurun beberapa waktu belakangan, pabrikan kerap memasarkan produk baru dengan banderol sangat kompetitif.
“Kalau misal tiba-tiba ada mobil baru lagi yang serupa tetapi harganya lebih murah, mereka (EV seken) tergerus lagi,” pungkas dia.
Hal ini mendorong masyarakat di Indonesia, untuk membeli kendaraan roda empat setrum dalam kondisi baru.
Tidak heran jika pasar mobil listrik bekas di dalam negeri masih sangat sepi peminat. Kemudian banderol kendaraan yang ditawarkan pun anjlok.
“Terus kalau dijual harganya segini (turun), juga tidak rela. Sudah lah, mending dipakai saja,” tutup Agung.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
Terkini
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026
19 Oktober 2026, 20:56 WIB
AiMOGA bertekad untuk menggabungkan teknologi otomotif dengan robotika agar bisa semakin dikenal orang banyak
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit
19 Oktober 2026, 08:24 WIB
Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat