Mobil Listrik Bekas Kurang Peminat, Karena Merugikan Konsumen

Harga mobil listrik bekas yang ada di Tanah Air saat ini terdepresiasi cukup besar, bisa menyentuh 50 persen

Mobil Listrik Bekas Kurang Peminat, Karena Merugikan Konsumen
Satrio Adhy

KatadataOTO – Banyak mobil listrik yang mengaspal di jalanan Indonesia. Bahkan beberapa sudah ditawarkan dalam kondisi bekas atau seken.

Apalagi untuk Electric Vehicle (EV) yang telah dipasarkan cukup lama atau berusia sekitar tiga hingga empat tahunan.

Akan tetapi, kendaraan roda empat setrum dalam kondisi seken di Tanah Air masih sangat sepi peminat. Banyak hal yang pada akhirnya membuat konsumen merasa dirugikan.

“Peminatnya tidak terlalu tinggi. Kalau mau beli mobil listrik bekas, berarti sudah mesti siap beli cash,” ungkap Agung Iskandar, Direktur OLXMobbi di Jakarta, Kamis (05/03).

Beli Mobil Listrik Bekas
Photo: OLX Autos

Menurut Agung, jarang ada perusahaan pembiayaan yang menerima pengajuan kredit mobil listrik bekas saat ini.

Sedangkan 50 persen masyarakat di Indonesia dalam membeli kendaraan roda empat seken, masih mengandalkan skema kredit atau cicilan.

“Jadi segmen pembelinya sudah turun 50 persen sendiri. Itu sih pertimbangan membeli mobil listrik bekas,” lanjut Agung.

Lebih jauh dijelaskan, masalah garansi baterai EV turut menjadi pertimbangan utama para konsumen di dalam negeri.

Banyak produsen yang tidak lagi menjamin penampung daya produk mereka, bila sudah berpindah kepemilikan.

Menurut Agung, depresiasi banderol EV di dalam negeri cukup besar hingga menyentuh 50 persen dari harga baru.

“Hyundai Ioniq 5 sekarang yang tahun 2022 itu, (banderol bekas) sekitar Rp 250 juta sampai Rp 350 juta,” tegas Agung.

Pimpinan OLXMobbi ini turut mengungkapkan, strategi perang harga diterapkan para produsen asal China turut memperburuk kondisi yang ada.

Sebab dalam kurun beberapa waktu belakangan, pabrikan kerap memasarkan produk baru dengan banderol sangat kompetitif.

“Kalau misal tiba-tiba ada mobil baru lagi yang serupa tetapi harganya lebih murah, mereka (EV seken) tergerus lagi,” pungkas dia.

Hyundai Ioniq 5 bekas
Photo: OLX Autos

Hal ini mendorong masyarakat di Indonesia, untuk membeli kendaraan roda empat setrum dalam kondisi baru.

Tidak heran jika pasar mobil listrik bekas di dalam negeri masih sangat sepi peminat. Kemudian banderol kendaraan yang ditawarkan pun anjlok.

“Terus kalau dijual harganya segini (turun), juga tidak rela. Sudah lah, mending dipakai saja,” tutup Agung.


Terkini

otosport
MotoGP Australia 2026

Jadwal MotoGP Australia 2026: Martin dan Marquez Making Tegang

Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026

news
AiMOGA

Chery International User Summit Jadi Panggung AiMOGA Mendunia

AiMOGA bertekad untuk menggabungkan teknologi otomotif dengan robotika agar bisa semakin dikenal orang banyak

mobil
Changan Deepal S05

Babak Baru Changan di Indonesia, Fokus Kenyamanan Konsumen

Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler

mobil
100 Unit MG ZS Hybrid+ Diserahkan ke Konsumen

100 Unit MG ZS Hybrid+ Diserahkan ke Konsumen

Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit

mobil
chery J6T CSH

Chery Group Percaya Diri Bakal Lebih Sukses di Indonesia

Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif

mobil
BYD

Target BYD Usai Berhasil Tembus Tiga Besar Merek Mobil Terlaris

Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif

mobil
BYD Racco

BYD Racco Resmi Hadir di Sri Lanka, Harganya Setengah Miliar Lebih

Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco

news
BMW Astra

BMW Astra Kembangkan Potensi Desa Melalui Program DSA

BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat