DFSK Indonesia Siapkan Model Baru di Pertengahan 2026
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – DFSK Indonesia tidak mau menunggu insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Mereka memutuskan untuk bergerak lebih agresif guna mempertahankan pasar yang sudah ada sekarang.
Salah satunya adalah dengan memberi insentif secara internal pada sejumlah kendaraan listrik mereka. Nilainya pun cukup besar, mencapai puluhan juta rupiah.
“Buat DFSK Gelora E kami berikan insentif sebesar Rp 80 juta buat blind van sementara mini bus adalah Rp 85 juta. Jadi tujuannya tentu buat meningkatkan penjualan kendaraan di Tanah Air,” ungkap Doni Putra Okten, Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile beberapa waktu lalu.
Selain itu DFSK juga memberikan insentif buat kendaraan listrik kecil mereka yaitu Seres E1. Nilainya pun cukup besar yaitu mencapai Rp 51 juta.
“Selain insentif untuk kendaraan listrik, kami memberikan support sebesar Rp 19 juta ditambah voucher bensin senilai Rp 6 juta,” tambahnya kemudian.
Program tersebut tidak hanya berlaku selama IIMS 2026 namun hingga beberapa waktu ke depan. Sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih mudah dalam melakukan pembelian khususnya buat mendukung bisnis.
DFSK mengakui bahwa 2026 akan menjadi tahun yang sulit untuk mereka lalui. Pasalnya pemerintah belum memberi kepastian apakah memberi insentif buat kendaraan listrik atau tidak.
Hal ini tentunya harus menjadi perhatian tersendiri karena pasar kendaraan listrik masih sangat bergantung pada bantuan pemerintah.
“Walau kami mengejar TKDN kendaraan listrik, sampai 40 persen seperti Gelora EV tapi kalau tidak ada stimulus maka kita ada dalam mode struggle,” ungkapnya.
Oleh sebab itu mereka pun harus melakukan beragam strategi tersendiri agar bisa bertahan di Tanah Air. Salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan khusus kepada pelanggan.
“Kami akan fokus pada layanan ke pelanggan dan fokus ke fleet, ini sama seperti yang sudah dilakukan sejak tahun lalu,” pungkasnya.
Strategi tersebut diharapkan cukup untuk membuat masyarakat tertarik melakukan pembelian kendaraan khususnya DFSK. Dengan demikian perusahaan bisa tetap bertahan di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 11:00 WIB
14 Februari 2026, 13:00 WIB
07 Februari 2026, 08:00 WIB
27 November 2025, 09:00 WIB
23 November 2025, 08:00 WIB
Terkini
06 Maret 2026, 10:00 WIB
RMA sebagai distributor merek Mahindra di dalam negeri siap membantu layanan aftersales pikap yang diimpor
06 Maret 2026, 08:11 WIB
Harga mobil listrik bekas yang ada di Tanah Air saat ini terdepresiasi cukup besar, bisa menyentuh 50 persen
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan buat menyambut libur akhir pekan yang biasanya terjadi kepadatan
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat sebelum akhir pekan
06 Maret 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, lokasi SIM keliling Jakarta masih di lima tempat sebelum memasuki akhir pekan
05 Maret 2026, 18:00 WIB
Tenaga penjual mengungkapkan bakal ada perubahan harga BYD Atto 1 per Maret 2026, ada upgrade eksterior
05 Maret 2026, 16:00 WIB
Seluruh perjalanan tim MotoGP untuk kembali pulang setelah berlaga di Buriram, Thailand harus diatur ulang
05 Maret 2026, 14:00 WIB
Penjualan Daihatsu di Februari 2026 diklaim mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen dibanding bulan lalu