DFSK Super Cab Digunakan BNPB Buat Jadi Unit Water Treatment
14 Februari 2026, 13:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – DFSK Indonesia tidak mau menunggu insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Mereka memutuskan untuk bergerak lebih agresif guna mempertahankan pasar yang sudah ada sekarang.
Salah satunya adalah dengan memberi insentif secara internal pada sejumlah kendaraan listrik mereka. Nilainya pun cukup besar, mencapai puluhan juta rupiah.
“Buat DFSK Gelora E kami berikan insentif sebesar Rp 80 juta buat blind van sementara mini bus adalah Rp 85 juta. Jadi tujuannya tentu buat meningkatkan penjualan kendaraan di Tanah Air,” ungkap Doni Putra Okten, Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile beberapa waktu lalu.
Selain itu DFSK juga memberikan insentif buat kendaraan listrik kecil mereka yaitu Seres E1. Nilainya pun cukup besar yaitu mencapai Rp 51 juta.
“Selain insentif untuk kendaraan listrik, kami memberikan support sebesar Rp 19 juta ditambah voucher bensin senilai Rp 6 juta,” tambahnya kemudian.
Program tersebut tidak hanya berlaku selama IIMS 2026 namun hingga beberapa waktu ke depan. Sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih mudah dalam melakukan pembelian khususnya buat mendukung bisnis.
DFSK mengakui bahwa 2026 akan menjadi tahun yang sulit untuk mereka lalui. Pasalnya pemerintah belum memberi kepastian apakah memberi insentif buat kendaraan listrik atau tidak.
Hal ini tentunya harus menjadi perhatian tersendiri karena pasar kendaraan listrik masih sangat bergantung pada bantuan pemerintah.
“Walau kami mengejar TKDN kendaraan listrik, sampai 40 persen seperti Gelora EV tapi kalau tidak ada stimulus maka kita ada dalam mode struggle,” ungkapnya.
Oleh sebab itu mereka pun harus melakukan beragam strategi tersendiri agar bisa bertahan di Tanah Air. Salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan khusus kepada pelanggan.
“Kami akan fokus pada layanan ke pelanggan dan fokus ke fleet, ini sama seperti yang sudah dilakukan sejak tahun lalu,” pungkasnya.
Strategi tersebut diharapkan cukup untuk membuat masyarakat tertarik melakukan pembelian kendaraan khususnya DFSK. Dengan demikian perusahaan bisa tetap bertahan di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 13:00 WIB
07 Februari 2026, 08:00 WIB
27 November 2025, 09:00 WIB
23 November 2025, 08:00 WIB
05 Agustus 2025, 21:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan
14 Februari 2026, 13:03 WIB
Peserta test drive unit andalan Suzuki di IIMS 2026 bisa mendapatkan beragam hadiah-hadiah yang menarik