Haka Auto Bakal Perbanyak Jaringan Diler BYD dan Denza di 2026
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Sejumlah faktor penting menjadi penentu kinerja positif yang diraih oleh Adira Finance sepanjang tahun lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja industri otomotif Indonesia kurang maksimal pada 2025. Terutama untuk pasar mobil baru, jauh dari kata memuaskan.
Namun Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance), mengklaim mampu mencatatkan sejumlah raihan apik pada tahun lalu.
Dalam laporan terakhirnya, mereka sukses membukukan laba bersih hingga Rp 1,5 triliun pada 2025. Sementara pendapatan perseroan tercatat Rp 12,1 triliun.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar,” ungkap Sylvanus Gani, Direktur Keuangan Adira Finance di Jakarta pada Rabu (05/03).
Lebih jauh dijelaskan, capaian di atas ditentukan oleh beberapa faktor. Semisal ditopang pertumbuhan pembiayaan baru.
Kemudian kenaikan piutang pembiayaan yang dikelola. Lalu kualitas aset milik Adira Finance tetap terjaga.
Bila lebih dirinci, Adira mencatatkan pembiayaan baru hingga Rp 43,2 triliun sepanjang tahun lalu. Diklaim tumbuh 18 persen bila dibandingkan dengan 2024.
Selanjutnya piutang pembiayaan yang dikelola meningkat 13 persen menjadi Rp 63,4 triliun. Disebut sebagai cerminan kepercayaan konsumen tetap terjaga.
Sedangkan kualitas aset mereka membaik, ditunjukkan oleh rasio Non-Performing Financing (NPF) turun ke level 2,0 persen.
“Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh enam sampai delapan persen, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026,” lanjut Gani.
Di sisi lain, Adira Finance terus menunjukkan komitmen mereka dalam melayani kebutuhan konsumen akan mobil maupun motor baru.
Hal tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan Adira Finance di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 beberapa waktu lalu.
Sebagai official multifinance partner dan trade-in partner bersama Danamon serta MUFG, mereka membukukan pertumbuhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama pameran berlangsung.
Sebagai informasi, SPK terkumpul sepanjang IIMS 2026 diklaim lebih banyak 60 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perseroan memandang capaian itu menjadi indikator kebutuhan pembiayaan yang tetap tumbuh, sekaligus menunjukkan resiliensi daya beli masyarakat.
“Momentum positif tersebut semakin memperkuat langkah Adira untuk menghadirkan program yang relevan bagi masyarakat,” tegas Gani.
Adira Finance pun berharap industri otomotif bisa segera kembali pulih. Sehingga mereka dapat mencatatkan lebih banyak pencapaian positif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Maret 2026, 12:00 WIB
03 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Februari 2026, 18:00 WIB
26 Februari 2026, 12:00 WIB
26 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
05 Maret 2026, 10:00 WIB
Pertamina Lubricants kembali menggelar program menarik yang bisa memanjakan para pemudik selama perjalanan
05 Maret 2026, 08:00 WIB
Leapmotor T03 kembali terlihat di jalan raya tanpa dibalut kamuflase, belum resmi dijual di Indonesia
05 Maret 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung dinilai dapat memudahkan para pengendara di Kota Kembang mengurus dokumen
05 Maret 2026, 06:00 WIB
Ada di lima tempat, namun patut diingat SIM keliling Jakarta tidak melayani perpanjangan SIM kedaluwarsa
05 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah dalam atasi kemacetan di Ibu Kota khususnya di jam sibuk
04 Maret 2026, 15:00 WIB
Pertamina memastikan pasokan BBM di Tanah Air saat libur mudik Lebaran 2026 tetap aman untuk masyarakat
04 Maret 2026, 14:00 WIB
Kehadiran Yamaha Fazzio Special Edition membuat opsi motor matic murah di Tanah Air kian beragam di bulan ini
04 Maret 2026, 11:00 WIB
Haka Auto menilai bahwa insentif sudah bukan sesuatu yang dibutuhkan untuk mengembangkan pasar Ev di Tanah Air