Wholesales Motor Baru Juni 2026 Merangkak Naik, Tembus 3,1 Juta
10 Juli 2026, 11:00 WIB
Sejumlah faktor penting menjadi penentu kinerja positif yang diraih oleh Adira Finance sepanjang tahun lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja industri otomotif Indonesia kurang maksimal pada 2025. Terutama untuk pasar mobil baru, jauh dari kata memuaskan.
Namun Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance), mengklaim mampu mencatatkan sejumlah raihan apik pada tahun lalu.
Dalam laporan terakhirnya, mereka sukses membukukan laba bersih hingga Rp 1,5 triliun pada 2025. Sementara pendapatan perseroan tercatat Rp 12,1 triliun.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar,” ungkap Sylvanus Gani, Direktur Keuangan Adira Finance di Jakarta pada Rabu (05/03).
Lebih jauh dijelaskan, capaian di atas ditentukan oleh beberapa faktor. Semisal ditopang pertumbuhan pembiayaan baru.
Kemudian kenaikan piutang pembiayaan yang dikelola. Lalu kualitas aset milik Adira Finance tetap terjaga.
Bila lebih dirinci, Adira mencatatkan pembiayaan baru hingga Rp 43,2 triliun sepanjang tahun lalu. Diklaim tumbuh 18 persen bila dibandingkan dengan 2024.
Selanjutnya piutang pembiayaan yang dikelola meningkat 13 persen menjadi Rp 63,4 triliun. Disebut sebagai cerminan kepercayaan konsumen tetap terjaga.
Sedangkan kualitas aset mereka membaik, ditunjukkan oleh rasio Non-Performing Financing (NPF) turun ke level 2,0 persen.
“Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh enam sampai delapan persen, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026,” lanjut Gani.
Di sisi lain, Adira Finance terus menunjukkan komitmen mereka dalam melayani kebutuhan konsumen akan mobil maupun motor baru.
Hal tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan Adira Finance di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 beberapa waktu lalu.
Sebagai official multifinance partner dan trade-in partner bersama Danamon serta MUFG, mereka membukukan pertumbuhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama pameran berlangsung.
Sebagai informasi, SPK terkumpul sepanjang IIMS 2026 diklaim lebih banyak 60 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perseroan memandang capaian itu menjadi indikator kebutuhan pembiayaan yang tetap tumbuh, sekaligus menunjukkan resiliensi daya beli masyarakat.
“Momentum positif tersebut semakin memperkuat langkah Adira untuk menghadirkan program yang relevan bagi masyarakat,” tegas Gani.
Adira Finance pun berharap industri otomotif bisa segera kembali pulih. Sehingga mereka dapat mencatatkan lebih banyak pencapaian positif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Juli 2026, 11:00 WIB
28 Juni 2026, 11:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
09 Juni 2026, 22:58 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 23:36 WIB
Fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH bisa berguna saat rumah tengah mengalami pemadaman listrik secara massal
21 Juli 2026, 21:23 WIB
Changan Deepal S05 resmi dipasarkan untuk para konsumen di Indonesia, mobil ini dipasarkan dalam dua varian
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara