Target BYD Usai Berhasil Tembus Tiga Besar Merek Mobil Terlaris
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Sejumlah faktor penting menjadi penentu kinerja positif yang diraih oleh Adira Finance sepanjang tahun lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja industri otomotif Indonesia kurang maksimal pada 2025. Terutama untuk pasar mobil baru, jauh dari kata memuaskan.
Namun Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance), mengklaim mampu mencatatkan sejumlah raihan apik pada tahun lalu.
Dalam laporan terakhirnya, mereka sukses membukukan laba bersih hingga Rp 1,5 triliun pada 2025. Sementara pendapatan perseroan tercatat Rp 12,1 triliun.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar,” ungkap Sylvanus Gani, Direktur Keuangan Adira Finance di Jakarta pada Rabu (05/03).
Lebih jauh dijelaskan, capaian di atas ditentukan oleh beberapa faktor. Semisal ditopang pertumbuhan pembiayaan baru.
Kemudian kenaikan piutang pembiayaan yang dikelola. Lalu kualitas aset milik Adira Finance tetap terjaga.
Bila lebih dirinci, Adira mencatatkan pembiayaan baru hingga Rp 43,2 triliun sepanjang tahun lalu. Diklaim tumbuh 18 persen bila dibandingkan dengan 2024.
Selanjutnya piutang pembiayaan yang dikelola meningkat 13 persen menjadi Rp 63,4 triliun. Disebut sebagai cerminan kepercayaan konsumen tetap terjaga.
Sedangkan kualitas aset mereka membaik, ditunjukkan oleh rasio Non-Performing Financing (NPF) turun ke level 2,0 persen.
“Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh enam sampai delapan persen, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026,” lanjut Gani.
Di sisi lain, Adira Finance terus menunjukkan komitmen mereka dalam melayani kebutuhan konsumen akan mobil maupun motor baru.
Hal tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan Adira Finance di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 beberapa waktu lalu.
Sebagai official multifinance partner dan trade-in partner bersama Danamon serta MUFG, mereka membukukan pertumbuhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama pameran berlangsung.
Sebagai informasi, SPK terkumpul sepanjang IIMS 2026 diklaim lebih banyak 60 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perseroan memandang capaian itu menjadi indikator kebutuhan pembiayaan yang tetap tumbuh, sekaligus menunjukkan resiliensi daya beli masyarakat.
“Momentum positif tersebut semakin memperkuat langkah Adira untuk menghadirkan program yang relevan bagi masyarakat,” tegas Gani.
Adira Finance pun berharap industri otomotif bisa segera kembali pulih. Sehingga mereka dapat mencatatkan lebih banyak pencapaian positif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
Terkini
21 Oktober 2026, 07:00 WIB
AiMOGA Robotic dikabarkan telah siap untuk memasarkan robot humanoid pendamping keluarga pertama di dunia
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
DHL Express percayakan Wuling Mitra EV, langkah strategis mempercepat transisi kendaraan listrik komersial
20 Oktober 2026, 19:39 WIB
Kabar mengejutkan datang dari Toprak Razgatlioglu, ia mengalami cedera dan dijadwalkan menjalani operasi
20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Freelander, submerek SUV premium dari Chery Group akan hadir sebagai merek independen di Indonesia pada 2027
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Polda Metro Jaya menggelar rekayasa lalu lintas agar perjalanan warga tidak terganggu selama demo hari ini
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kiandra Ramadhipa berhasil mengharumkan Indonesia di putaran final FIM Moto3 Junior World Championship 2026,
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
Wuling Eksion sebagai SUV 7 seater sudah dibekali fitur-fitur yang bisa menyesuaikan kebiasaan para pengemudi
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026