Daftar Harga Mobil Hybrid Februari 2026, Palisade Naik Rp 40 Juta
23 Februari 2026, 08:00 WIB
Mobil hybrid dinilai menjadi salah satu produk yang paling rasional untuk dipasarkan kepada para konsumen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kejelasan insentif mobil listrik completely built up (CBU) masih belum ada kejelasan. Pemerintah tak kunjung memberikan informasi bagaimana kelanjutan bantuan tersebut.
Hal itu mendorong para pabrikan Cina untuk mengatur ulang strategi mereka. Termasuk dalam menghadirkan sebuah program.
Saat ini banyak produsen asal Tiongkok meniagakan mobil listrik buat konsumen di dalam negeri. Namun dengan tidak adanya insentif, mereka diprediksi akan mengalihkan fokus.
“Banyak pabrikan Cina cenderung lebih memasarkan mobil hybrid di 2026,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Yannes, tanpa bantuan dari pemerintah harga mobil listrik entry level akan menjadi lebih mahal.
Hal tersebut telah tampak pada beberapa produk. Sehingga kendaraan roda empat setrum itu dianggap sudah tidak seksi lagi untuk dimiliki oleh masyarakat.
Ditambah infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) belum merata. Masih terfokus di sebagian wilayah di Pulau Jawa.
“Sedangkan hybrid bisa pakai bensin biasa dengan harga jual lebih mudah ditekan,” Yannes melanjutkan.
Yannes mengungkapkan, ke depan akan banyak pabrikan Cina yang memasarkan mobil hybrid dengan harga terjangkau.
Jadi bisa menarik perhatian masyarakat maupun pencinta otomotif, saat insentif kendaraan roda empat setrum benar-benar dicabut.
“Namun strategi perang harga mobil hybrid ini diprediksi akan menahan kebangkitan LCGC bermesin bensin,” tutur dia.
Dengan begitu produsen asal Jepang yang biasa meniagakan produk di segmen LCGC juga harus bersiap.
Seperti menghadirkan kendaraan roda empat, dengan harga lebih kompetitif agar bisa berkompetisi bersama produk Cina.
“HEV dan PHEV dari Jepang juga bakal bersaing keras dengan Cina,” tegas Yannes.
Sebagai informasi, insentif mobil listrik CBU sudah berakhir sejak 31 Desember 2026. Sampai sekarang pemerintah belum memberikan kepastian apakah akan dilanjutkan atau tidak.
Kondisi yang ada membuat konsumen di Tanah Air diprediksi akan berpaling dari EV entry level.
“Sementara BEV impor entry level bakal kehilangan daya tariknya di mass market,” pungkas Yannes.
Ini terjadi karena beberapa aspek pendorong. Misalnya, brand, fitur maupun desain bakal jadi penentu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 08:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
23 Februari 2026, 08:00 WIB
Banyak harga mobil hybrid mengalami penyesuaian di Februari 2026, ada kenaikan sampai Rp 30 jutaan lebih
23 Februari 2026, 07:00 WIB
Memulai balapan dari posisi paling buncit yakni 28, Aldi Satya Mahendra berhasil finish di urutan kedua
23 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 23 Februari 2026 akan dilangsungkan secara ketat untuk menghindari terjadinya kepadatan
23 Februari 2026, 06:00 WIB
Beroperasi seperti biasa di lima lokasi, berikut informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta hari ini
23 Februari 2026, 06:00 WIB
Guna memudahkan masyarakat, kepolisian menghadirkan dua SIM keliling Bandung di dua lokasi berbeda hari ini
22 Februari 2026, 17:00 WIB
Michelin Indonesia bakal meluncurkan produk baru untuk sepeda motor setelah Lebaran untuk perluas pangsa pasarnya
22 Februari 2026, 15:00 WIB
Francesco Bagnaia tengah santer dihubungkan dengan Aprilia Racing pada MotoGP 2027 untuk menggantikan Martin
22 Februari 2026, 13:00 WIB
Honda mengungkapkan Brio Satya S CVT jadi salah satu kontributor utama di pameran otomotif IIMS 2026