Serbuan REEV ke Indonesia Dimulai, Alternatif Baru Mobil Listrik
11 Juli 2026, 09:00 WIB
Mobil hybrid dinilai menjadi salah satu produk yang paling rasional untuk dipasarkan kepada para konsumen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kejelasan insentif mobil listrik completely built up (CBU) masih belum ada kejelasan. Pemerintah tak kunjung memberikan informasi bagaimana kelanjutan bantuan tersebut.
Hal itu mendorong para pabrikan Cina untuk mengatur ulang strategi mereka. Termasuk dalam menghadirkan sebuah program.
Saat ini banyak produsen asal Tiongkok meniagakan mobil listrik buat konsumen di dalam negeri. Namun dengan tidak adanya insentif, mereka diprediksi akan mengalihkan fokus.
“Banyak pabrikan Cina cenderung lebih memasarkan mobil hybrid di 2026,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut Yannes, tanpa bantuan dari pemerintah harga mobil listrik entry level akan menjadi lebih mahal.
Hal tersebut telah tampak pada beberapa produk. Sehingga kendaraan roda empat setrum itu dianggap sudah tidak seksi lagi untuk dimiliki oleh masyarakat.
Ditambah infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) belum merata. Masih terfokus di sebagian wilayah di Pulau Jawa.
“Sedangkan hybrid bisa pakai bensin biasa dengan harga jual lebih mudah ditekan,” Yannes melanjutkan.
Yannes mengungkapkan, ke depan akan banyak pabrikan Cina yang memasarkan mobil hybrid dengan harga terjangkau.
Jadi bisa menarik perhatian masyarakat maupun pencinta otomotif, saat insentif kendaraan roda empat setrum benar-benar dicabut.
“Namun strategi perang harga mobil hybrid ini diprediksi akan menahan kebangkitan LCGC bermesin bensin,” tutur dia.
Dengan begitu produsen asal Jepang yang biasa meniagakan produk di segmen LCGC juga harus bersiap.
Seperti menghadirkan kendaraan roda empat, dengan harga lebih kompetitif agar bisa berkompetisi bersama produk Cina.
“HEV dan PHEV dari Jepang juga bakal bersaing keras dengan Cina,” tegas Yannes.
Sebagai informasi, insentif mobil listrik CBU sudah berakhir sejak 31 Desember 2026. Sampai sekarang pemerintah belum memberikan kepastian apakah akan dilanjutkan atau tidak.
Kondisi yang ada membuat konsumen di Tanah Air diprediksi akan berpaling dari EV entry level.
“Sementara BEV impor entry level bakal kehilangan daya tariknya di mass market,” pungkas Yannes.
Ini terjadi karena beberapa aspek pendorong. Misalnya, brand, fitur maupun desain bakal jadi penentu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 09:00 WIB
09 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
08 Juli 2026, 09:00 WIB
05 Juli 2026, 19:42 WIB
Terkini
11 Juli 2026, 21:00 WIB
Data terbaru dari Gaikindo menunjukkan angka wholesales PHEV berhasil mencapai 2.402 unit sepanjang Juni 2026
11 Juli 2026, 20:48 WIB
Marc dan Alex Marquez berhasil menjadi yang terdepan dalam balapan di sesi sprint race MotoGP Jerman 2026
11 Juli 2026, 09:00 WIB
REEV menjadi satu alternatif teknologi ramah lingkungan baru yang bakal ditawarkan oleh berbagai merek Cina
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kecelakaan McLaren kembali menjadi pengingat tentang pentingnya kesadaran keselamatan berkendara sportscar
10 Juli 2026, 22:34 WIB
Honda Bangka Belitung baru saja menggelar kegiatan CSR, yakni menanam sebanyak ratusan pohon mangrove
10 Juli 2026, 18:09 WIB
Pada awal Juli 2026, Honda serta Yamaha kembali melakukan penyesuaian harga pada lini motor matic murah mereka
10 Juli 2026, 11:00 WIB
Menurut data dari laman resmi AISI, wholesales motor baru di Juni 2026 menyentuh angka 515 ribuan unit
10 Juli 2026, 09:23 WIB
Marc Marquez menjadi salah satu rider yang diunggulkan untuk menjadi pemenang pada MotoGP Jerman 2026