Menteri PU Ungkap Trans Jawa Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
03 April 2026, 15:39 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Musim mudik Lebaran 2026 segera berlangsung dalam waktu dekat. Menurut prediksi Jasa Marga, puncak arus mudik bakal terjadi pada 18 Maret 2026.
Lalu diperkirakan akan ada 3,5 juta kendaraan keluar Jakarta pada momen mudik Lebaran 2026. Kepadatan akibat penumpukan kendaraan tidak terelakkan.
Perjalanan jarak jauh ditambah waktu tempuh semakin lama bisa jadi pemicu insiden. Oleh karena itu dirasa perlu partisipasi publik untuk menekan fatalitas kecelakaan.
“Kita tahu bahwa faktor manusia merupakan pemicu kecelakaan lalu linas yang dominan,” ucap Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) dalam acara diskusi Berkendara Aman & Selamat di Jakarta (10/03).
Ia menambahkan bahwa kesadaran berlalu lintas perlu ditingkatkan. Sehingga diharapkan bisa memangkas fatalitas kecelakaan di jalan.
Lalu dijelaskan bahwa partisipasi publik memiliki andil besar dalam menekan angka kasus kecelakaan.
Caranya dengan memahami potensi terjadi kecelakaan saat berkendara. Termasuk menerapkan manajemen perjalanan mudik sehat dan selamat.
“Pemudik perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan secara disiplin beristirahat. Guna menjaga kebugaran sebagai bekal senantiasa berkonsentrasi saat berkendara,” tutur Edo.
Ia menilai penurunan kasus dan fatalitas kecelakaan saat mudik Lebaran 2025 bukan tanpa sebab.
Sinergitas para pemangku kepentingan keselamatan jalan, juga terdapat unsur partisipasi publik.
Adapun partisipasi itu sendiri dikatakan berupa kesadaran berkendara yang aman dan selamat.
“Mengutip data periode Operasi Ketupat Korlantas Polri tahun 2025, kasus kecelakaan periode itu turun sekitar 31 persen,” papar Edo.
Lebih lanjut disampaikan jika angka fatalitas atau korban meninggal dunia menurun 53 persen. Dalam Operasi Ketupat 2025, tercatat ada 3.181 kasus kecelakaan dan merenggut 787 korban jiwa.
Sementara dari sisi keselamatan menyatakan bahwa kecelakaan tidak hanya merugikan kesehatan semata.
Namun juga kehilangan harta beda, waktu hingga masa depan atau karir yang bisa hancur akibat insiden.
“Karena itu, kecelakaan harus dicegah. Kita tahu bahwa penyebab umum kecelakaan adalah soal gagalnya antisipasi saat berkendara,” ujar Lilik Andi Baryono, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC).
Lilik menambahkan kegagalan antisipasi situasi para pengemudi dipicu karena faktor kelelahan.
Maka dari itu diharapkan para pengendara melakukan istirahat setiap 2 jam berkendara. Adapun waktu istirahatnya berkisar 15 – 20 menit.
Kemudian asupan ke dalam tubuh juga wajib diperhatikan. Agar bisa memaksimalkan kondisi fisik.
“Hindari konsumsi kafein berlebih dan perbanyak minum air putih,” jelas Lilik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2026, 15:39 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
17 Maret 2026, 17:00 WIB
13 Maret 2026, 13:30 WIB
06 Maret 2026, 12:00 WIB
Terkini
22 April 2026, 08:03 WIB
Changan memperlihatkan rangkaian fasilitas tes tabrak mereka di Chongqing yang mengabiskan investasi jumbo
22 April 2026, 06:00 WIB
Pengguna kendaraan roda empat harus memperhatikan lokasi ganjil genap Jakarta jika tidak ingin ditindak petugas
22 April 2026, 06:00 WIB
Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengurus dokumen berkendara adalah SIM keliling Bandung
22 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan SIM namun dengan syarat tertentu, simak rinciannya
21 April 2026, 21:00 WIB
Menurut Airlangga, Pindad akan meningkatkan kapasitas pabrik untuk mulai memproduksi sedan listrik pada 2028
21 April 2026, 20:00 WIB
Lepas sejalan dengan misi Chery Group dalam langkah mengadopsi sistem robotika AiMOGA pada bisnis mereka
21 April 2026, 18:45 WIB
Aramco, perusahaan minyak asal Arab kembangkan Dedicated Hybrid Engine (DHE) alias mesin khusus mobil hybrid
21 April 2026, 11:37 WIB
Changan bakal menjadi manufaktur Tiongkok pertama yang memasarkan kendaraan REEV di pasar otomotif Indonesia