Harga Jetour T1 i-DM Resmi Diumumkan, Mulai Rp 300 Jutaan
03 Juni 2026, 14:03 WIB
Changan bakal menjadi manufaktur Tiongkok pertama yang memasarkan kendaraan REEV di pasar otomotif Indonesia
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Changan Indonesia tengah bersiap untuk memasarkan mobil REEV (Range-Extended Electric Vehicle) pertama di Tanah Air.
Tentu memerlukan strategi khusus untuk bisa bersaing di pasar otomotif dalam negeri. Menjadi pionir, Changan percaya diri mampu merebut hati masyarakat.
Teknologi REEV sendiri merupakan solusi bagi konsumen yang ingin melangkah lebih jauh ke kendaraan listrik.
Terutama dalam hal kecemasan akan jarak tempuh (Range Anxiety), Changan S05 adalah jawaban atas keraguan tersebut.
REEV yang merupakan hasil pengembangan mobil hybrid, terus menunjukkan potensinya. Di negara asalnya, populasi REEV terus meningkat sejak 2020.
Di Indonesia sendiri pengguna mobil listrik terus bertumbuh. Sama halnya dengan perkembangan kendaraan hybrid.
Hal inilah yang menjadi modal utama Changan Indonesia penetrasi ke pasar karena hanya sedikit perbedaannya.
“Saya pikir tidak sulit dalam mengedukasi masyarakat. Karena di Indonesia sebelumnya sudah menggunakan teknologi seperti itu,” ucap Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia di Chongqing, Cina (19/04).
Menurutnya perbedaan REEV adalah hadirnya sistem charging plug-in pada kendaraan. Sehingga konsumen benar-benar tidak khawatir kehabisan daya.
Brand asal Tiongkok ini memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini guna memperkenalkan sekaligus memasarkan unit.
Sehingga tidak semata-mata hanya mengandalkan brosur fisik. Namun mereka memanfaatkan riset melalui berbagai saluran digital.
Mudahnya informasi untuk didapatkan belakangan ini, membuat calon pelanggan bisa mendapatkan sejumlah keunggulan kendaraan yang diincar.
“Konsumen sekarang ini lebih kritis sebelum membeli mobil. Mereka sebelumnya sudah melihat ulasan kanan kiri,” tutur Setiawan.
Lebih jauh dikatakan peran media massa diperlukan untuk mendorong penjualan. Ditambah dengan tenaga penjual di jaringan diler hingga memberikan pengalaman test drive.
“Tugas kita memang sebagai penjual tetap harus edukasi. Lalu edukasi paling mudah adalah melalui media massa,” ungkap Setiawan.
Disampaikan bahwa melakukan edukasi pada konsumen di perkotaan besar, adalah suatu keharusan. Konsumen di daerah juga masih membutuhkan edukasi yang komprehensif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Juni 2026, 14:03 WIB
03 Juni 2026, 11:05 WIB
31 Mei 2026, 07:00 WIB
25 Mei 2026, 18:54 WIB
25 Mei 2026, 09:00 WIB
Terkini
05 Juni 2026, 19:00 WIB
Martin menuturkan bahwa Marc Marquez menjadi salah satu pembalap yang harus dikalahkan di MotoGP Hungaria 2026
05 Juni 2026, 17:00 WIB
Harga Honda Super One di Jepang adalah Rp 300 jutaan, di Indonesia banderolnya diyakini tidak berbeda jauh
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Harga mobil baru berpotensi meningkat dalam waktu dekat jika terus menerus tertekan karena rupiah melemah
05 Juni 2026, 09:00 WIB
GR Garage Auto2000 perkenalkan skuad untuk ambil bagian dalam ajang Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali menjadi andalan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Masyarakat di Kota Kembang bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi pada hari ini
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Wuling Eksion dikatakan mendapat antuasiasme positif dari masyarakat Indonesia karena sejumlah kelebihannya
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat melayani prosedur perpanjangan SIM yang aktif