Prediksi EV Baru Mazda, Bakal Pakai Basis Changan Deepal S05
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Changan bakal menjadi manufaktur Tiongkok pertama yang memasarkan kendaraan REEV di pasar otomotif Indonesia
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Changan Indonesia tengah bersiap untuk memasarkan mobil REEV (Range-Extended Electric Vehicle) pertama di Tanah Air.
Tentu memerlukan strategi khusus untuk bisa bersaing di pasar otomotif dalam negeri. Menjadi pionir, Changan percaya diri mampu merebut hati masyarakat.
Teknologi REEV sendiri merupakan solusi bagi konsumen yang ingin melangkah lebih jauh ke kendaraan listrik.
Terutama dalam hal kecemasan akan jarak tempuh (Range Anxiety), Changan S05 adalah jawaban atas keraguan tersebut.
REEV yang merupakan hasil pengembangan mobil hybrid, terus menunjukkan potensinya. Di negara asalnya, populasi REEV terus meningkat sejak 2020.
Di Indonesia sendiri pengguna mobil listrik terus bertumbuh. Sama halnya dengan perkembangan kendaraan hybrid.
Hal inilah yang menjadi modal utama Changan Indonesia penetrasi ke pasar karena hanya sedikit perbedaannya.
“Saya pikir tidak sulit dalam mengedukasi masyarakat. Karena di Indonesia sebelumnya sudah menggunakan teknologi seperti itu,” ucap Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia di Chongqing, Cina (19/04).
Menurutnya perbedaan REEV adalah hadirnya sistem charging plug-in pada kendaraan. Sehingga konsumen benar-benar tidak khawatir kehabisan daya.
Brand asal Tiongkok ini memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini guna memperkenalkan sekaligus memasarkan unit.
Sehingga tidak semata-mata hanya mengandalkan brosur fisik. Namun mereka memanfaatkan riset melalui berbagai saluran digital.
Mudahnya informasi untuk didapatkan belakangan ini, membuat calon pelanggan bisa mendapatkan sejumlah keunggulan kendaraan yang diincar.
“Konsumen sekarang ini lebih kritis sebelum membeli mobil. Mereka sebelumnya sudah melihat ulasan kanan kiri,” tutur Setiawan.
Lebih jauh dikatakan peran media massa diperlukan untuk mendorong penjualan. Ditambah dengan tenaga penjual di jaringan diler hingga memberikan pengalaman test drive.
“Tugas kita memang sebagai penjual tetap harus edukasi. Lalu edukasi paling mudah adalah melalui media massa,” ungkap Setiawan.
Disampaikan bahwa melakukan edukasi pada konsumen di perkotaan besar, adalah suatu keharusan. Konsumen di daerah juga masih membutuhkan edukasi yang komprehensif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
22 September 2026, 11:35 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan