BYD Linghui Resmi Debut, Ada Empat Model Baru Khusus Taksi
02 Februari 2026, 19:00 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kecelakaan taksi listrik asal Vietnam, Green SM kembali terjadi di Indonesia. Kali ini melibatkan satu armada taksi dengan satu kereta di perlintasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Bukan kali pertama, sebelumnya armada Green SM juga terlibat kecelakaan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Mobil yang dikendarai sopir menabrak bagian belakang bus Transjakarta ketika sedang berhenti.
Lalu di akhir Februari 2025, taksi listrik Green SM yang saat itu masih bernama Xanh SM diketahui menabrak pedagang di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.
Ada beberapa asumsi terkait penyebab kecelakaan. Misalnya pengemudi belum familiar dengan operasional taksi listrik.
Mengingat diketahui banyak pengemudi Green SM sebelumnya bekerja sebagai pengemudi taksi konvensional, mayoritas armadanya merupakan mobil bensin dan bertransmisi manual.
Namun praktisi keselamatan berkendara menilai seharusnya seluruh pengemudi taksi termasuk Green SM sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan memenuhi persyaratan buat mengoperasikan kendaraan roda empat.
Memang tidak dapat dipungkiri, ada perbedaan dalam mengemudikan mobil konvensional dan listrik.
“Tetapi selama memahami dan mengikuti prosedur, harusnya aman saja. Menurut saya, kecelakaan umum terjadi di sini akibat faktor perilaku dan kebiasaan jelek pengemudi,” kata Sony Susmana, Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO, Jumat (02/01).
Lebih lanjut ia mengungkapkan, fenomena menerobos palang kereta api seperti yang dilakukan pengemudi taksi listrik Green SM baru-baru ini terjadi karena menyepelekan potensi bahaya.
“Saya yakin banyak pengemudi tahu bahaya di persimpangan kereta api. Tetapi pikiran itu terabaikan ketika perilaku dan kebiasaan jelek muncul,” ucap Sony.
Oleh karena itu, Sony menegaskan pentingnya pelatihan yang memadai untuk para sopir taksi. Bukan sekadar operasional kendaraan tetapi juga keselamatan berkendara.
Sehingga harapannya kebiasaan buruk seperti menerobos palang kereta, berhenti tidak pada tempatnya dan berkendara di atas batas kecepatan maksimum bisa dihindari.
“Jadi yang harus dilatih adalah softskill-nya,” kata Sony.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 19:00 WIB
13 Januari 2026, 14:04 WIB
12 Januari 2026, 16:00 WIB
25 Desember 2025, 11:00 WIB
29 November 2025, 06:07 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan