Changan Nevo Q05 Makin Dekat ke Indonesia, Rival Geely EX5
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Changan memperlihatkan rangkaian fasilitas tes tabrak mereka di Chongqing yang mengabiskan investasi jumbo
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Changan sebagai manufaktur kendaraan terus meningkatkan fasilitas pengembangan kendaraan. Tidak hanya fokus pada kenyamanan, mereka juga peduli dengan keselamatan.
Terbukti dari fasilitas tes tabrak atau crash test yang dimilikinya. Pada Changan Automobile Collision Safety Laboratory, investasi tersebut dikatakan mencapai ratusan miliar.
Lebih jauh dikatakan bahwa pengetesan kendaraan dilakukan sepanjang tahun. Bahkan dalam satu tahun dikatakan ribuan tes sudah dilakukan.
Terlihat dari lokasi pengetesan terdapat banyak kendaraan yang tersimpan dan tampak mengalami kerusakan.
Disebutkan bahwa dalam pembangunan fasilitas ini, Changan harus merogoh kocek sebesar 300 juta yuan Cina. Jika dalam rupiah senilai Rp 753 miliar.
Angka yang cukup fantastis sebagai upaya dalam mengembangkan unsur keselamatan pada kendaraan.
Lebih jauh Changan juga mengembangkan dummy atau boneka untuk pengetesan. Aset tersebut dibuat mirip dengan manusia.
Tujuannya jelas untuk mengetahui hasil pengembangan tingkat keselamatan produk-produk mereka.
Karena boneka ini memiliki sejumlah sensor dan dirancang secara akurat. Guna mendapatkan hasil analisa pada saat kecelakaan.
“Salah satu dummy yang dimiliki bernilai 12 juta yuan Cina atau setara Rp 30 miliaran. Adapula seharga 8 juta yuan Cina atau sekira Rp 20 miliaran,” ucap Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia di Chongqing, Cina (21/04).
Ketika disambangi, fasilitas tes tabrak Changan tengah mempersiapkan satu unit mobil untuk diuji. Adalah Changan Deepal S07 yang juga sudah dipasarkan di Indonesia.
Pengujian kali ini menyasar pada fitur airbag pengendara. Mereka melakukan penelitian dengan cara menabrakkan mobil dari depan agak serong 30 derajat.
Kecepatan kendaraan sendiri dibatasi 30 km/jam. Meskipun tampak pelan namun dampaknya cukup mengerikan.
Suara kendaraan saat membentur tembok juga cukup keras. Beruntung kami tidak diperkenankan berada di dekat unit.
“Skenario pengetesan adalah tabrak depan tapi tidak frontal. Karena jarang terjadi tabrakan frontal, jadi agak miring ke kiri 30 derajat,” tutur Setiawan.
Lebih jauh dikatakan bahwa pengetesan unit dilakukan untuk memenuhi standar Eropa. Dikarenakan mobil ini juga dipasarkan untuk negara-negara di benua Biru.
Pasca tabrakan, bagian fascia mobil mobil memang terlihat rusak. Namun yang patut menjadi catatan adalah dummy di dalam unit tidak mengalami kerusakan serius.
Airbag mengembang sempurna, hanya saja tangan kanan dummy terlepas meskipun telah direkatkan ke setir.
Benturan keras dan efek dari ledakan airbag bisa menjadi penyebab terlepasnya.
Changan membuktikan komitmen mereka dalam mengembangkan kendaraan. Karena keselamatan adalah hal penting yang patut diperhitungkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Mei 2026, 07:00 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 22:00 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
27 April 2026, 17:24 WIB
Terkini
05 Juni 2026, 17:00 WIB
Harga Honda Super One di Jepang adalah Rp 300 jutaan, di Indonesia banderolnya diyakini tidak berbeda jauh
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Harga mobil baru berpotensi meningkat dalam waktu dekat jika terus menerus tertekan karena rupiah melemah
05 Juni 2026, 09:00 WIB
GR Garage Auto2000 perkenalkan skuad untuk ambil bagian dalam ajang Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Masyarakat di Kota Kembang bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi pada hari ini
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali menjadi andalan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Wuling Eksion dikatakan mendapat antuasiasme positif dari masyarakat Indonesia karena sejumlah kelebihannya
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat melayani prosedur perpanjangan SIM yang aktif
04 Juni 2026, 19:34 WIB
Toyota Kijang Innova Ambulans diharapkan dapat mempermudah mobilitas layanan kesehatan masyarakat Aceh Tamiang