Toyota Produksi Baterai Mobil Hybrid di Indonesia, Gandeng CATL
20 April 2026, 21:19 WIB
Truk hidrogen Isuzu dan Toyota bakal mulai produksi tahun depan, memanfaatkan Isuzu Elf EV sebagai basis
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Isuzu Motors Limited dan Toyota Motor Corporation telah menjalin kerja sama untuk pengembangan truk hidrogen yang ditargetkan produksi tahun depan.
Untuk diketahui, ini bukan kali pertama Toyota berkecimpung di teknologi hidrogen. Sebelumnya mereka sudah menghadirkan Mirai yang diklaim sebagai salah satu mobil hidrogen tersukses di pasar global.
Kedua merek asal Jepang ini disebut bakal mengembangkan truk hidrogen yang menggunakan basis Isuzu Elf EV atau Elf bertenaga listrik murni.
Sementara itu Toyota menyumbangkan sistem fuel cell alias hidrogen terbaru generasi ketiga.
Produksi mobil hasil kolaborasi keduanya ditargetkan mulai produksi pada 2027. Harapannya produk tersebut dapat mendukung kebutuhan mobilitas kendaraan komersial yang lebih unik dibandingkan mobil penumpang biasa,
Ada alasan tertentu yang membuat hidrogen lebih dipertimbangkan dari baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).
“Hidrogen merupakan bahan bakar dengan densitas energi tinggi. Dibandingkan BEV, Fuel Cell EV (FCEV) dapat mengurangi durasi pengisian bahan bakar atau re-charging,” tulis keterangan resmi Toyota, dikutip Senin (20/04).
Lebih lanjut dijelaskan, kendaraan hidrogen atau FCEV juga bisa dibilang menyerupai BEV. Tanpa emisi, kemudian lebih minim suara.
Kemudian FCEV diklaim lebih mumpuni buat menghadapi medan berat, serta menempuh jarak lebih jauh.
Absennya baterai lithium seperti pada BEV juga berperan penting mengurangi bobot kendaraan hidrogen.
Nantinya, Toyota dan Isuzu akan menggunakan Elf EV sebagai basis kendaraan untuk pengembangan truk mereka di masa mendatang.
Sederet hasil penemuan saat pengembangan bus FCEV, Erga FCV juga akan diterapkan pada kendaraan milik Toyota dan Isuzu tersebut.
“Kedua perusahaan akan bekerja sama dengan pemerintah dan bisnis lokal di setiap daerah guna mendukung adopsi mobilitas hidrogen yang lebih luas lagi,” tulis keterangan tersebut.
Isuzu disebut akan terus memperluas opsi produk kendaraan hidrogen dengan prioritas utama pasar Jepang terlebih dulu.
Sementara itu Toyota menginisiasi produksi, pengiriman dan penyimpanan hidrogen, berkolaborasi dengan industri terkait.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 April 2026, 21:19 WIB
16 April 2026, 23:19 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
21 April 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta yang telah diterapkan sejak 2016 terus bergulir hingga hari ini karena cukup efektif
21 April 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
21 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan seperti biasanya hari ini, simak daftar lokasinya
20 April 2026, 21:20 WIB
Mayoritas merek mobil mewah mengalami penurunan penjualan di Maret 2026, Mercedes-Benz anjlok 44,9 persen
20 April 2026, 21:19 WIB
Toyota berkolaborasi dengan CATL untuk membangun fasilitas produksi baterai mobil hybrid di Karawang, Jabar
20 April 2026, 09:00 WIB
MPM Green Action 2026, fokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sejumlah wilayah
20 April 2026, 07:00 WIB
Mobil Cina segmen premium yang masuk pasar Indonesia menjadi perhatian BMW di tengah era elektrifikasi
20 April 2026, 06:00 WIB
Mengawali pekan ini SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat, berikut adalah jadwal dan lokasinya