Modifikasi Mobil Listrik Diprediksi Makin Ramai di 2026
06 Januari 2026, 11:00 WIB
Nilai investasi pabrikan kendaraan bermotor di Indonesia sebanyak Rp 174,31 triliun dan bakal terus bertambah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa segmen otomotif Tanah Air kini memiliki peran penting untuk perekonomian bangsa. Pasalnya total investasi yang digelontorkan oleh para produsen kendaraan sudah mencapai Rp 174,31 triliun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 99.700 orang.
Angka itu merupakan akumulasi kinerja industri otomotif kendaraan bermotor (KBM) roda empat, tiga dan dua. Jumlah itu bahkan mungkin akan terus bertambah mengingat masih banyak perusahaan asing ingin masuk ke Tanah Air.
Bila dijabarkan maka sedikitnya sudah ada 32 produsen mobil di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun yang menyerap tenaga kerja hingga 69.390 orang. Jumlah produksinya di 2024 pun terbilang besar karena mencapai sebesar 1,19 juta unit.
Dari jumlah tersebut, 865.000 digunakan untuk kebutuhan pasar domestik. Sementara 472.000 unit lainnya dikirim ke pasar ekspor dalam kondisi utuh atau CBU.
“Pada tiga bulan pertama di 2025, kinerja produksi pabrikan mobil sebesar 288.000 unit. Sementara angka penjualan banyak 205.000 unit, ekspor CBU 110.000 unit serta impor CBU 11.000 unit,” Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin.
Sementara untuk industri kendaraan roda dua dan tiga, saat ini ada 73 pabrikan yang sudah beroperasi. Total produksi per tahun mencapai 10,72 juta unit sehingga menyerap tenaga kerja hingga 30.310 orang.
Tahun lalu, industri kendaraan roda dua memiliki kinerja produksi sebesar 6,91 juta unit. Dari kinerja penjualan sebanyak 6,33 juta unit dan ekspor CBU 572.000 unit.
Sedangkan pada triwulan I 2025 kinerja produksi sebesar 1,81 juta unit, penjualan 1,68 juta unit dan ekspor CBU sebesar 134.000 unit.
Untuk menarik lebih banyak investasi, pemerintah pun memberi beragam kemudahan. Salah satunya adalah pemberian insentif bea masuk 0 persen serta Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 15 persen.
Selanjutnya, insentif 10 persen bakal dibagikan buat mobil serta bus listrik yang memiliki TKDN paling rendah 40 persen. Sementara bus listrik dengan TKDN 20 persen sampai 40 persen bakal diberi bantuan sebesar 5 persen.
Selain itu, industri yang memproduksi kendaraan hybrid kemudian menjadi peserta dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) mendapatkan insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Januari 2026, 11:00 WIB
01 Januari 2026, 15:00 WIB
28 Desember 2025, 13:00 WIB
27 Desember 2025, 07:00 WIB
16 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
07 Januari 2026, 10:00 WIB
Subsidi motor listrik terbukti tidak hanya pemanis saja, namun menjadi penggerak bagi pasar EV di Tanah Air
07 Januari 2026, 09:00 WIB
Beberapa harga motor matic murah Yamaha terpantau mengalami kenaikan dengan besaran bervariasi di Januari
07 Januari 2026, 08:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid belum mengalami penyesuaian harga di Januari 2026, sudah mulai dikirim ke konsumen
07 Januari 2026, 07:00 WIB
Terlihat empat siluet mobil di laman resmi Omoda Indonesia, salah satunya diduga SUV hybrid Omoda O9
07 Januari 2026, 06:44 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara, masyarakat bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
07 Januari 2026, 06:44 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda sekitar Ibu Kota, memudahkan pemohon memperpanjang SIM
07 Januari 2026, 06:44 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta diterapkan pada puluhan ruas jalan dengan pengawalan petugas di beberapa titik
06 Januari 2026, 21:00 WIB
Toyota GT86 masih menjadi mobil yang menantang untuk dimodifikasi karena memiliki potensi cukup besar