Cara Urus SIM Hilang Jelang Musim Mudik Lebaran 2026
24 Februari 2026, 12:00 WIB
Nilai investasi pabrikan kendaraan bermotor di Indonesia sebanyak Rp 174,31 triliun dan bakal terus bertambah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa segmen otomotif Tanah Air kini memiliki peran penting untuk perekonomian bangsa. Pasalnya total investasi yang digelontorkan oleh para produsen kendaraan sudah mencapai Rp 174,31 triliun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 99.700 orang.
Angka itu merupakan akumulasi kinerja industri otomotif kendaraan bermotor (KBM) roda empat, tiga dan dua. Jumlah itu bahkan mungkin akan terus bertambah mengingat masih banyak perusahaan asing ingin masuk ke Tanah Air.
Bila dijabarkan maka sedikitnya sudah ada 32 produsen mobil di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun yang menyerap tenaga kerja hingga 69.390 orang. Jumlah produksinya di 2024 pun terbilang besar karena mencapai sebesar 1,19 juta unit.
Dari jumlah tersebut, 865.000 digunakan untuk kebutuhan pasar domestik. Sementara 472.000 unit lainnya dikirim ke pasar ekspor dalam kondisi utuh atau CBU.
“Pada tiga bulan pertama di 2025, kinerja produksi pabrikan mobil sebesar 288.000 unit. Sementara angka penjualan banyak 205.000 unit, ekspor CBU 110.000 unit serta impor CBU 11.000 unit,” Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin.
Sementara untuk industri kendaraan roda dua dan tiga, saat ini ada 73 pabrikan yang sudah beroperasi. Total produksi per tahun mencapai 10,72 juta unit sehingga menyerap tenaga kerja hingga 30.310 orang.
Tahun lalu, industri kendaraan roda dua memiliki kinerja produksi sebesar 6,91 juta unit. Dari kinerja penjualan sebanyak 6,33 juta unit dan ekspor CBU 572.000 unit.
Sedangkan pada triwulan I 2025 kinerja produksi sebesar 1,81 juta unit, penjualan 1,68 juta unit dan ekspor CBU sebesar 134.000 unit.
Untuk menarik lebih banyak investasi, pemerintah pun memberi beragam kemudahan. Salah satunya adalah pemberian insentif bea masuk 0 persen serta Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 15 persen.
Selanjutnya, insentif 10 persen bakal dibagikan buat mobil serta bus listrik yang memiliki TKDN paling rendah 40 persen. Sementara bus listrik dengan TKDN 20 persen sampai 40 persen bakal diberi bantuan sebesar 5 persen.
Selain itu, industri yang memproduksi kendaraan hybrid kemudian menjadi peserta dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) mendapatkan insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Februari 2026, 12:00 WIB
23 Februari 2026, 12:00 WIB
23 Februari 2026, 11:00 WIB
19 Februari 2026, 12:00 WIB
17 Februari 2026, 21:00 WIB
Terkini
25 Februari 2026, 20:50 WIB
Geely membukukan 1.776 SPK termasuk Zeekr, EX2 mendominasi 80 persen dari keseluruhan pemesanan selama IIMS 2026
25 Februari 2026, 16:00 WIB
Agrinas Pangan Nusantara memberikan kesempatan bagi Mitsubishi Fuso Canter jadi armada Koperasi Merah Putih
25 Februari 2026, 15:00 WIB
MotoGP SEG yang dulu dikenal Dorna tengah menyiapkan aturan terbaru untuk meminimalisir gap gaji pembalap
25 Februari 2026, 14:00 WIB
Beberapa harga mobil LCGC terpantau terkoreksi, bisa menjadi opsi buat Anda saat musim mudik Lebaran 2026
25 Februari 2026, 13:00 WIB
KPK memastikan proses impor pikap untuk Koperasi Merah Putih tidak menimbulkan masalah seperti kasus korupsi
25 Februari 2026, 12:00 WIB
Pembuatan SIM Internasional pada akhir Februari 2026 masih belum mengalami perubahan bila dibanding sebelumnya
25 Februari 2026, 11:00 WIB
GAC Indonesia berhasil mendapat hasil baik di IIMS 2026 dengan meraih 2.095 setelah memberi promo potongan harga
25 Februari 2026, 10:00 WIB
PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI