Pemerintah Tegaskan Bakal Percepat Pembangunan Ekosistem EV
10 April 2026, 15:04 WIB
Nilai investasi pabrikan kendaraan bermotor di Indonesia sebanyak Rp 174,31 triliun dan bakal terus bertambah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa segmen otomotif Tanah Air kini memiliki peran penting untuk perekonomian bangsa. Pasalnya total investasi yang digelontorkan oleh para produsen kendaraan sudah mencapai Rp 174,31 triliun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 99.700 orang.
Angka itu merupakan akumulasi kinerja industri otomotif kendaraan bermotor (KBM) roda empat, tiga dan dua. Jumlah itu bahkan mungkin akan terus bertambah mengingat masih banyak perusahaan asing ingin masuk ke Tanah Air.
Bila dijabarkan maka sedikitnya sudah ada 32 produsen mobil di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun yang menyerap tenaga kerja hingga 69.390 orang. Jumlah produksinya di 2024 pun terbilang besar karena mencapai sebesar 1,19 juta unit.
Dari jumlah tersebut, 865.000 digunakan untuk kebutuhan pasar domestik. Sementara 472.000 unit lainnya dikirim ke pasar ekspor dalam kondisi utuh atau CBU.
“Pada tiga bulan pertama di 2025, kinerja produksi pabrikan mobil sebesar 288.000 unit. Sementara angka penjualan banyak 205.000 unit, ekspor CBU 110.000 unit serta impor CBU 11.000 unit,” Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin.
Sementara untuk industri kendaraan roda dua dan tiga, saat ini ada 73 pabrikan yang sudah beroperasi. Total produksi per tahun mencapai 10,72 juta unit sehingga menyerap tenaga kerja hingga 30.310 orang.
Tahun lalu, industri kendaraan roda dua memiliki kinerja produksi sebesar 6,91 juta unit. Dari kinerja penjualan sebanyak 6,33 juta unit dan ekspor CBU 572.000 unit.
Sedangkan pada triwulan I 2025 kinerja produksi sebesar 1,81 juta unit, penjualan 1,68 juta unit dan ekspor CBU sebesar 134.000 unit.
Untuk menarik lebih banyak investasi, pemerintah pun memberi beragam kemudahan. Salah satunya adalah pemberian insentif bea masuk 0 persen serta Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 15 persen.
Selanjutnya, insentif 10 persen bakal dibagikan buat mobil serta bus listrik yang memiliki TKDN paling rendah 40 persen. Sementara bus listrik dengan TKDN 20 persen sampai 40 persen bakal diberi bantuan sebesar 5 persen.
Selain itu, industri yang memproduksi kendaraan hybrid kemudian menjadi peserta dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) mendapatkan insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 April 2026, 15:04 WIB
07 April 2026, 11:06 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
30 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9
01 September 2026, 20:09 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo kompak menaikan harga BBM jenis diesel mereka dengan besaran bervariasi
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam