GIAMM Sorot Alasan Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India
23 Februari 2026, 13:00 WIB
Gaikindo mengklaim jumlah mobil yang terjual selama GIIAS 2025 kemarin mencapai lebih dari 38 ribu unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Gelaran GIIAS 2025 memang sudah berakhir sejak beberapa pekan lalu. Namun pameran otomotif tersebut masih menyisakan sejumlah pembahasan.
Termasuk mengenai jumlah transaksi atau penjualan mobil baru selema 11 hari pameran berlangsung.
Dalam kesempatan terbaru, Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) mengklaim transaksi selama di GIIAS 2025 mengalami pertumbuhan.
"Sungguh luar biasa bahwa di tengah tantangan tahun ini GIIAS berhasil catatkan transaksi total lebih dari 38 ribu unit kendaraan," buka Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo melalui laporan resmi, Selasa (19/08).
Nangoi menjelaskan kalau jumlah di atas mengalami peningkatan 12 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.
Sekadar mengingatkan volume kendaraan roda empat yang terpesan selama GIIAS 2024 berada di angka 34,887 unit.
"Meski demikian tercatat nilai keseluruhan penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu," lanjut Nangoi.
Sayang Gaikindo masih enggan menyebutkan secara rinci berapa jumlah nilai keseluruhan penjualaan di GIIAS 2025.
Namun ia mengungkapkan bahwa situasi tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh semakin kompetitifnya harga model kendaraan dipasarkan.
Perlu diketahui, nilai transaksi di GIIAS tahun lalu atau 2024 di ICE BSD, Tangerang mencapai Rp 18,7 triliunan.
"Menurut kami (fenomena di atas) memiliki hal positif bagi masyarakat," Nangoi menegaskan.
Di sisi lain Nangoi menerangkan bahwa selama GIIAS 2025 terdapat 485.569 orang yang datang langsung ke sana.
"Membuktikan semangat industri otomotif Indonesia untuk terus bangkit. Kembali kami tekankan transaksi bukan tujuan utama GIIAS," tegas Nangoi.
Ketua Umum Gaikindo itu menilai hasil yang dicatatkan pada tahu ini akan dijadikan dorongan kuat untuk para pelaku industri otomotif.
Selain itu Gaikindo melihat GIIAS 2025 sebagai penanda penting bahwa industri otomotif di Tanah Air masih terus bertumbuh secara positif.
Terlebih kehadiran berbagai pihak seperti pemerintah, pelaku industri, akademisi hingga masyarakat umum dalam pameran ini memperlihatkan ekosistem yang semakin kuat.
Kemudian siap untuk menghadapi perubahan global yang terus terjadi, termasuk di masa akan datang.
Perlu diingat sebelumnya Nangoi menuturkan bahwa nilai transaksi di GIIAS 2025 sedikit terkoreksi dibandingkan dengan tahun lalu.
Hal tersebut dikarena situasi ekonomi di dalam negeri yang sedang lesu. Sehingga daya beli masyarakat ikut tak bergairah.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 13:00 WIB
21 Februari 2026, 13:00 WIB
20 Februari 2026, 19:00 WIB
20 Februari 2026, 10:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
23 Februari 2026, 19:00 WIB
Minat konsumen terhadap deretan mobil hybrid Toyota terlihat di IIMS 2026, terpesan lebih dari 1.000 unit
23 Februari 2026, 18:00 WIB
Menurut bos GWM, pabrikan asal Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat memiliki pengalaman cukup panjang
23 Februari 2026, 17:00 WIB
Mobil harus mendapatkan perawatan ekstra di musim hujan bahkan kerap menerobos genangan air alias banjir
23 Februari 2026, 16:00 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo mempertahankan harga BBM mereka, sehingga bisa menguntungkan pengendara
23 Februari 2026, 15:00 WIB
Salah satu poin perjanjian ART menyebutkan, Indonesia wajib mengimpor etanol setiap tahun sebanyak 1 juta ton
23 Februari 2026, 14:00 WIB
Dari 4.585 unit wholesales mobil hybrid (termasuk PHEV), lebih dari setengahnya diperoleh Innova Zenix
23 Februari 2026, 13:00 WIB
Mayoritas pikap di Indonesia berpenggerak 4x2, beda dari 105.000 pikap impor yang pakai penggerak 4x4
23 Februari 2026, 12:00 WIB
Produsen mobil di Indonesia berhasil mencatatkan angka positif dengan pertumbuhan bila dibandingkan bulan sebelumnya