iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Pemerintah optimis bisa jadikan Indonesia sebagai pilihan utama perusahaan industri baterai EV dalam berinvestasi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah optimis bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik. Pasalnya saat ini proyek ekosistem baterai EV yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sedang dibangun.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengungkap bahwa pemerintah pun tengah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 GW. Bila sudah rampung maka akan menjadi pasar besar bagi industri baterai dalam negeri.
“Huayou sebentar lagi akan jalan bersama Antam serta IBC dengan total investasi sekitar 8 miliar dolar AS. Semua ditargetkan rampung pada 2027 sehingga Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang membangun ekosistem baterai mobil terintegrasi dari hulu sampai hilir," ungkapnya dilansir Antara (06/08).
Ia mengungkap bahwa rencana tersebut sudah sejalan dengan program pemerintah dalam menuju net zero emission (NZE) pada 2060. Termasuk juga menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk hilirisasi dan percepatan pembangunan industri mobil listrik.
Tak hanya itu, pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk kelistrikan juga menjadi prioritas yang akan membuka peluang bagi industri baterai dalam negeri.
"Kita minta baterai listrik, semua harus memakai produk Indonesia. Ini pasar besar dan kami akan dorong sebagai bagian dari transisi energi serta kedaulatan energi," tegasnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah mendorong agar pabrikan kendaraan listrik memakai baterai berbasis nikel. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia.
Namun langkah tersebut tentu tidak mudah karena belakangan mobil listrik kini sudah menggunakan baterai berbasis lithium.
"Pelan-pelan kita mendorong regulasi agar pabrikan mobil listrik di Indonesia berpindah dari lithium base ke nickel base," ungkap Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN, dilansir Antara (06/08).
Terlebih sekarang BUMN sudah masuk ke industri baterai listrik. Salah satunya adalah pada proyek bersama CATL serta Huayou.
“Karena sekarang banyak pabrik yang beroperasi di Indonesia masih lithium base. Kami ingin dukungan dari kementerian serta lembaga lain agar ada insentif buat shifting ke nickel base baterai juga di Indonesia,” tegasnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan