Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Pemerintah optimis bisa jadikan Indonesia sebagai pilihan utama perusahaan industri baterai EV dalam berinvestasi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah optimis bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik. Pasalnya saat ini proyek ekosistem baterai EV yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sedang dibangun.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengungkap bahwa pemerintah pun tengah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 GW. Bila sudah rampung maka akan menjadi pasar besar bagi industri baterai dalam negeri.
“Huayou sebentar lagi akan jalan bersama Antam serta IBC dengan total investasi sekitar 8 miliar dolar AS. Semua ditargetkan rampung pada 2027 sehingga Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang membangun ekosistem baterai mobil terintegrasi dari hulu sampai hilir," ungkapnya dilansir Antara (06/08).
Ia mengungkap bahwa rencana tersebut sudah sejalan dengan program pemerintah dalam menuju net zero emission (NZE) pada 2060. Termasuk juga menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk hilirisasi dan percepatan pembangunan industri mobil listrik.
Tak hanya itu, pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk kelistrikan juga menjadi prioritas yang akan membuka peluang bagi industri baterai dalam negeri.
"Kita minta baterai listrik, semua harus memakai produk Indonesia. Ini pasar besar dan kami akan dorong sebagai bagian dari transisi energi serta kedaulatan energi," tegasnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah mendorong agar pabrikan kendaraan listrik memakai baterai berbasis nikel. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia.
Namun langkah tersebut tentu tidak mudah karena belakangan mobil listrik kini sudah menggunakan baterai berbasis lithium.
"Pelan-pelan kita mendorong regulasi agar pabrikan mobil listrik di Indonesia berpindah dari lithium base ke nickel base," ungkap Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN, dilansir Antara (06/08).
Terlebih sekarang BUMN sudah masuk ke industri baterai listrik. Salah satunya adalah pada proyek bersama CATL serta Huayou.
“Karena sekarang banyak pabrik yang beroperasi di Indonesia masih lithium base. Kami ingin dukungan dari kementerian serta lembaga lain agar ada insentif buat shifting ke nickel base baterai juga di Indonesia,” tegasnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif