First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pemerintah optimis bisa jadikan Indonesia sebagai pilihan utama perusahaan industri baterai EV dalam berinvestasi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah optimis bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik. Pasalnya saat ini proyek ekosistem baterai EV yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sedang dibangun.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengungkap bahwa pemerintah pun tengah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 GW. Bila sudah rampung maka akan menjadi pasar besar bagi industri baterai dalam negeri.
“Huayou sebentar lagi akan jalan bersama Antam serta IBC dengan total investasi sekitar 8 miliar dolar AS. Semua ditargetkan rampung pada 2027 sehingga Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang membangun ekosistem baterai mobil terintegrasi dari hulu sampai hilir," ungkapnya dilansir Antara (06/08).
Ia mengungkap bahwa rencana tersebut sudah sejalan dengan program pemerintah dalam menuju net zero emission (NZE) pada 2060. Termasuk juga menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk hilirisasi dan percepatan pembangunan industri mobil listrik.
Tak hanya itu, pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk kelistrikan juga menjadi prioritas yang akan membuka peluang bagi industri baterai dalam negeri.
"Kita minta baterai listrik, semua harus memakai produk Indonesia. Ini pasar besar dan kami akan dorong sebagai bagian dari transisi energi serta kedaulatan energi," tegasnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah mendorong agar pabrikan kendaraan listrik memakai baterai berbasis nikel. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil nikel terbesar di dunia.
Namun langkah tersebut tentu tidak mudah karena belakangan mobil listrik kini sudah menggunakan baterai berbasis lithium.
"Pelan-pelan kita mendorong regulasi agar pabrikan mobil listrik di Indonesia berpindah dari lithium base ke nickel base," ungkap Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN, dilansir Antara (06/08).
Terlebih sekarang BUMN sudah masuk ke industri baterai listrik. Salah satunya adalah pada proyek bersama CATL serta Huayou.
“Karena sekarang banyak pabrik yang beroperasi di Indonesia masih lithium base. Kami ingin dukungan dari kementerian serta lembaga lain agar ada insentif buat shifting ke nickel base baterai juga di Indonesia,” tegasnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9
01 September 2026, 20:09 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo kompak menaikan harga BBM jenis diesel mereka dengan besaran bervariasi
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam
01 September 2026, 07:00 WIB
Robot Mobo buatan AiMoga berbabis Embodied Intelligence dan diperkenalkan dalam ajang atau pameran WRC 2026
01 September 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta berada di lima lokasi berbeda setiap hari, simak informasi biaya dan syaratnya
01 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
01 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta tetap diandalkan pemerintah Ibu Kota untuk setidaknya mencegah kebuntuan di jam sibuk
31 Agustus 2026, 21:00 WIB
Indonesia Autovaganza 2026 tempat berkumpulnya komunitas para pencinta otomotif sekaligus bersilaturahmi