Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Polisi tegaskan pengemudi Lamborghini yang alami insiden di tol Serpong akan diperiksa dan terancam kena sanksi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akhirnya buka suara terkait kecelakaan yang menimpa Lamborghini Murcielago di Tol Tangerang pada Minggu (17/8). Mereka mengungkap bahwa insiden tersebut disebabkan oleh pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya dan berpotensi dikenai sanksi.
Dilansir Antara, Lamborghini Murcielago bernomor polisi D 1357 QGK tersebut dikendarai oleh ES (37). Ketika itu ia sedang melaju dari arah Benda ke Serpong. Namun ketika sampai di Tol Jakarta–Kunciran, tepatnya KM 15.200, dirinya kehilangan kendali.
Mobil yang semula berada di lajur paling kanan pun langsung belok kiri dan menabrak pembatas jalan.
"Kemudian menabrak guardrail di sisi kiri, lalu banting setir ke kanan hingga menabrak pembatas jalan. Maka terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat mobil Lamborghini tersebut mengalami kerusakan,” ungkap AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun ada kerugian material yang diperkirakan cukup besar karena mobil mengalami kerusakan cukup parah.
Tak hanya itu, pengemudi juga harus bertanggung jawab atas kerusakan akibat terjadinya kecelakaan.
"ES akan dipanggil untuk diklarifikasi terkait kecelakaan tersebut. Sanksinya membayar kerusakan jalan ke pengelola tol," tutur Ojo.
Tak hanya itu, bila ternyata surat-surat kendaraan tidak lengkap, maka pengemudi juga akan dikenai sanksi tilang.
Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan tetap mendapat perhatian. Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengungkap bahwa supercar selalu identik dengan kecepatan dan itu memengaruhi psikologi pengemudi.
Hal ini membuat pengemudi kendaraan ingin terlihat lebih dibanding pengendara lain. Akibatnya, gaya berkendaranya pun mengalami perubahan.
"Memang dimensi, harga, brand, suara kendaraan, dan profil dari satu mobil kadang bisa memengaruhi psikologis,” ungkapnya.
Padahal setiap pengendara harus mengutamakan keselamatan. Selain itu, pengemudi juga harus mengutamakan etika berlalu lintas guna menekan risiko kecelakaan.
“Kalau di jalan itu bukan (mengandalkan) keterampilan, tetapi pengetahuan yang mencakup attitude," pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
07 April 2026, 06:00 WIB
06 April 2026, 06:01 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mencegah kepadatan terutama pada jam-jam sibuk di Ibu Kota, Aturan Ganjil Genap Jakarta masih andalan
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Kaca film untuk mobil listrik harus yang mampu memberikan perlindungan pada sistem elektronik dari panas
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
Daihatsu menorehkan banyak prestasi dan penghargaan selama ikut serta dalam pameran GIIAS 2026 di ICE BSD
11 Agustus 2026, 19:42 WIB
Produsen otomotif asal Tiongkok Beijing Automobile Works hadir di GIIAS 2026 segera rilis M8 tantang Denza D9
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
Wuling menuai respons positif selama GIIAS 2026, produk teranyar mereka yakni Aira ev jadi kontributor utama
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Bandung melayani masyarakat sejak pagi untuk mengurus dokumen berkendara di dua tempat