Lamborghini Temerario Resmi Masuk Indonesia, Incar Orang Have
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Polisi tegaskan pengemudi Lamborghini yang alami insiden di tol Serpong akan diperiksa dan terancam kena sanksi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akhirnya buka suara terkait kecelakaan yang menimpa Lamborghini Murcielago di Tol Tangerang pada Minggu (17/8). Mereka mengungkap bahwa insiden tersebut disebabkan oleh pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya dan berpotensi dikenai sanksi.
Dilansir Antara, Lamborghini Murcielago bernomor polisi D 1357 QGK tersebut dikendarai oleh ES (37). Ketika itu ia sedang melaju dari arah Benda ke Serpong. Namun ketika sampai di Tol Jakarta–Kunciran, tepatnya KM 15.200, dirinya kehilangan kendali.
Mobil yang semula berada di lajur paling kanan pun langsung belok kiri dan menabrak pembatas jalan.
"Kemudian menabrak guardrail di sisi kiri, lalu banting setir ke kanan hingga menabrak pembatas jalan. Maka terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat mobil Lamborghini tersebut mengalami kerusakan,” ungkap AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun ada kerugian material yang diperkirakan cukup besar karena mobil mengalami kerusakan cukup parah.
Tak hanya itu, pengemudi juga harus bertanggung jawab atas kerusakan akibat terjadinya kecelakaan.
"ES akan dipanggil untuk diklarifikasi terkait kecelakaan tersebut. Sanksinya membayar kerusakan jalan ke pengelola tol," tutur Ojo.
Tak hanya itu, bila ternyata surat-surat kendaraan tidak lengkap, maka pengemudi juga akan dikenai sanksi tilang.
Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan tetap mendapat perhatian. Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengungkap bahwa supercar selalu identik dengan kecepatan dan itu memengaruhi psikologi pengemudi.
Hal ini membuat pengemudi kendaraan ingin terlihat lebih dibanding pengendara lain. Akibatnya, gaya berkendaranya pun mengalami perubahan.
"Memang dimensi, harga, brand, suara kendaraan, dan profil dari satu mobil kadang bisa memengaruhi psikologis,” ungkapnya.
Padahal setiap pengendara harus mengutamakan keselamatan. Selain itu, pengemudi juga harus mengutamakan etika berlalu lintas guna menekan risiko kecelakaan.
“Kalau di jalan itu bukan (mengandalkan) keterampilan, tetapi pengetahuan yang mencakup attitude," pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
11 Juli 2026, 07:00 WIB
07 April 2026, 06:00 WIB
06 April 2026, 06:01 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda