Ganjil Genap Jakarta 7 April 2026, Siapkan Jalur Alternatif
07 April 2026, 06:00 WIB
Polisi tegaskan pengemudi Lamborghini yang alami insiden di tol Serpong akan diperiksa dan terancam kena sanksi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akhirnya buka suara terkait kecelakaan yang menimpa Lamborghini Murcielago di Tol Tangerang pada Minggu (17/8). Mereka mengungkap bahwa insiden tersebut disebabkan oleh pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya dan berpotensi dikenai sanksi.
Dilansir Antara, Lamborghini Murcielago bernomor polisi D 1357 QGK tersebut dikendarai oleh ES (37). Ketika itu ia sedang melaju dari arah Benda ke Serpong. Namun ketika sampai di Tol Jakarta–Kunciran, tepatnya KM 15.200, dirinya kehilangan kendali.
Mobil yang semula berada di lajur paling kanan pun langsung belok kiri dan menabrak pembatas jalan.
"Kemudian menabrak guardrail di sisi kiri, lalu banting setir ke kanan hingga menabrak pembatas jalan. Maka terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat mobil Lamborghini tersebut mengalami kerusakan,” ungkap AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun ada kerugian material yang diperkirakan cukup besar karena mobil mengalami kerusakan cukup parah.
Tak hanya itu, pengemudi juga harus bertanggung jawab atas kerusakan akibat terjadinya kecelakaan.
"ES akan dipanggil untuk diklarifikasi terkait kecelakaan tersebut. Sanksinya membayar kerusakan jalan ke pengelola tol," tutur Ojo.
Tak hanya itu, bila ternyata surat-surat kendaraan tidak lengkap, maka pengemudi juga akan dikenai sanksi tilang.
Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan tetap mendapat perhatian. Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengungkap bahwa supercar selalu identik dengan kecepatan dan itu memengaruhi psikologi pengemudi.
Hal ini membuat pengemudi kendaraan ingin terlihat lebih dibanding pengendara lain. Akibatnya, gaya berkendaranya pun mengalami perubahan.
"Memang dimensi, harga, brand, suara kendaraan, dan profil dari satu mobil kadang bisa memengaruhi psikologis,” ungkapnya.
Padahal setiap pengendara harus mengutamakan keselamatan. Selain itu, pengemudi juga harus mengutamakan etika berlalu lintas guna menekan risiko kecelakaan.
“Kalau di jalan itu bukan (mengandalkan) keterampilan, tetapi pengetahuan yang mencakup attitude," pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 April 2026, 06:00 WIB
06 April 2026, 06:01 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
02 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia