Ganjil Genap Jakarta 13 Februari 2026, Simak Lokasinya
13 Februari 2026, 06:00 WIB
Polisi tegaskan pengemudi Lamborghini yang alami insiden di tol Serpong akan diperiksa dan terancam kena sanksi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akhirnya buka suara terkait kecelakaan yang menimpa Lamborghini Murcielago di Tol Tangerang pada Minggu (17/8). Mereka mengungkap bahwa insiden tersebut disebabkan oleh pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya dan berpotensi dikenai sanksi.
Dilansir Antara, Lamborghini Murcielago bernomor polisi D 1357 QGK tersebut dikendarai oleh ES (37). Ketika itu ia sedang melaju dari arah Benda ke Serpong. Namun ketika sampai di Tol Jakarta–Kunciran, tepatnya KM 15.200, dirinya kehilangan kendali.
Mobil yang semula berada di lajur paling kanan pun langsung belok kiri dan menabrak pembatas jalan.
"Kemudian menabrak guardrail di sisi kiri, lalu banting setir ke kanan hingga menabrak pembatas jalan. Maka terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat mobil Lamborghini tersebut mengalami kerusakan,” ungkap AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun ada kerugian material yang diperkirakan cukup besar karena mobil mengalami kerusakan cukup parah.
Tak hanya itu, pengemudi juga harus bertanggung jawab atas kerusakan akibat terjadinya kecelakaan.
"ES akan dipanggil untuk diklarifikasi terkait kecelakaan tersebut. Sanksinya membayar kerusakan jalan ke pengelola tol," tutur Ojo.
Tak hanya itu, bila ternyata surat-surat kendaraan tidak lengkap, maka pengemudi juga akan dikenai sanksi tilang.
Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan tetap mendapat perhatian. Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengungkap bahwa supercar selalu identik dengan kecepatan dan itu memengaruhi psikologi pengemudi.
Hal ini membuat pengemudi kendaraan ingin terlihat lebih dibanding pengendara lain. Akibatnya, gaya berkendaranya pun mengalami perubahan.
"Memang dimensi, harga, brand, suara kendaraan, dan profil dari satu mobil kadang bisa memengaruhi psikologis,” ungkapnya.
Padahal setiap pengendara harus mengutamakan keselamatan. Selain itu, pengemudi juga harus mengutamakan etika berlalu lintas guna menekan risiko kecelakaan.
“Kalau di jalan itu bukan (mengandalkan) keterampilan, tetapi pengetahuan yang mencakup attitude," pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 06:00 WIB
12 Februari 2026, 15:00 WIB
12 Februari 2026, 06:00 WIB
11 Februari 2026, 06:00 WIB
10 Februari 2026, 06:00 WIB
Terkini
13 Februari 2026, 19:22 WIB
BYD Indonesia mampu memberi dampak langsung bagi kelangsungan industri dan ekosistem mobil listrik nasional
13 Februari 2026, 17:55 WIB
BYD menorehkan sejarah dalam pasar mobil listrik dunia, hal tersebut terlihat sepanjang periode 2025 lalu
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Keahlian BYD di bidang teknologi diterapkan pada lini kendaraan ramah lingkungan yang dijual di pasar global
13 Februari 2026, 17:54 WIB
Berbagai model BYD dihadirkan memenuhi kebutuhan konsumen, mobilitas area kota sampai perjalanan jarak jauh
13 Februari 2026, 17:15 WIB
Setelah terima banyak pemesanan dari Australia, Denza B5 siap dijual di Indonesia. Berikut salah satu daya tariknya yaitu off-road
13 Februari 2026, 16:47 WIB
BYD hadirkan berbagai lini produk lintas segmen untuk konsumen Indonesia dari hatchback, sedan sampai SUV
13 Februari 2026, 15:08 WIB
Trac menyiapkan setidaknya 1.500 unit untuk armada sewa mobil selama musim mudik Lebaran dari LCGC sampai MPV
13 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak digelar kembali untuk atasi kepadatan sehingga pengunjung disarankan siapkan jalur alternatif