Koleksi Kendaraan Jerome Polin, Ada Denza D9
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia masih terbilang tinggi, oleh karena itu perlu dilakukan terobosan lebih lanjut
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga mobil listrik saat ini di Indonesia masih terlalu tinggi sehingga tidak bisa menjangkau banyak orang dari berbagai kalangan. Selain itu ekosistem yang belum terbentuk seperti industri pendukung belum memadai.
Mobil listrik menggunakan baterai yang harganya mencapai 60 persen dari keseluruhan kendaraan. Sehingga untuk menghasilkan mobil listrik terjangkau, harga baterai harus ditekan.
Saat ini di Indonesia mobil listrik dibanderol paling murah mulai dari Rp700 jutaan. Harga sebesar itu hanya mampu dijangkau oleh sebagian kalangan saja.
Berbicara dalam kesempatan Seminar dan Talkshow Mobil Listrik di Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022, Taufiek Bawazier selaku Dirjen Ilmate Kementrian Perindustrian menjelaskan sejumlah fakta menarik.
“2012 itu sekitar 120.000 mobil listrik beredar di dunia. 2021 sebanyak 6.6 juta mobil listrik di dunia dan 3.3 juta ada di China, artinya 50 persennya ada di sana,” ungkap Taufik.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa mobil listrik berkembang pesat di China karena dijual dengan harga lebih terjangkau. Banderol kendaraan ramah lingkungan bisa menentukan akselerasi perkembangannya.
Baca juga : Moeldoko Akui Mobil Listrik Lebih Ribet dari Konvensional
Saat ini mobil listrik di Indonesia baru mendapatkan keringanan antara lain Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk BEV (Battery Electric Vehicle). Sementara di Jakarta mobil listrik berbasis baterai atau BEV mendapatkan insentif BBN (Bea Balik Nama) 0 persen dan tarif bea masuk hanya 5 persen.
Sejumlah keringan di atas dianggap masih belum cukup untuk bisa membuat harga mobil listrik lebih terjangkau. Belakangan Pemerintah tengah gencar menarik pihak luar negeri untuk melakukan investasi kendaraan listrik.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuat TKDN (Total Kandungan Dalam Negeri) dari kendaraan listrik lebih banyak. Harapannya dengan semakin tinggi TKDN akan berpengaruh pada harga mobil listrik yang bisa lebih murah lagi.
“Konsumsi masyarakat Indonesia untuk membeli mobil listrik 62 persen di harga Rp250 – Rp300 juta. Kalau ada harga segitu, saya yakin proses peralihan akan lebih cepat karena faktanya di lapangan masih lebih tinggi harganya," jelasnya kemudian.
Sekadar informasi, kisaran harga mobil listrik yang diyakini banyak peminatnya di Indonesia masuk ke dalam banderol Wuling Air ev. Mobil ramah lingkungan mungil tersebut dikatakan akan dilepas dengan harga kisaran Rp250 hingga Rp300 jutaan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 19:22 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan