BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia masih terbilang tinggi, oleh karena itu perlu dilakukan terobosan lebih lanjut
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga mobil listrik saat ini di Indonesia masih terlalu tinggi sehingga tidak bisa menjangkau banyak orang dari berbagai kalangan. Selain itu ekosistem yang belum terbentuk seperti industri pendukung belum memadai.
Mobil listrik menggunakan baterai yang harganya mencapai 60 persen dari keseluruhan kendaraan. Sehingga untuk menghasilkan mobil listrik terjangkau, harga baterai harus ditekan.
Saat ini di Indonesia mobil listrik dibanderol paling murah mulai dari Rp700 jutaan. Harga sebesar itu hanya mampu dijangkau oleh sebagian kalangan saja.
Berbicara dalam kesempatan Seminar dan Talkshow Mobil Listrik di Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022, Taufiek Bawazier selaku Dirjen Ilmate Kementrian Perindustrian menjelaskan sejumlah fakta menarik.
“2012 itu sekitar 120.000 mobil listrik beredar di dunia. 2021 sebanyak 6.6 juta mobil listrik di dunia dan 3.3 juta ada di China, artinya 50 persennya ada di sana,” ungkap Taufik.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa mobil listrik berkembang pesat di China karena dijual dengan harga lebih terjangkau. Banderol kendaraan ramah lingkungan bisa menentukan akselerasi perkembangannya.
Baca juga : Moeldoko Akui Mobil Listrik Lebih Ribet dari Konvensional
Saat ini mobil listrik di Indonesia baru mendapatkan keringanan antara lain Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk BEV (Battery Electric Vehicle). Sementara di Jakarta mobil listrik berbasis baterai atau BEV mendapatkan insentif BBN (Bea Balik Nama) 0 persen dan tarif bea masuk hanya 5 persen.
Sejumlah keringan di atas dianggap masih belum cukup untuk bisa membuat harga mobil listrik lebih terjangkau. Belakangan Pemerintah tengah gencar menarik pihak luar negeri untuk melakukan investasi kendaraan listrik.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuat TKDN (Total Kandungan Dalam Negeri) dari kendaraan listrik lebih banyak. Harapannya dengan semakin tinggi TKDN akan berpengaruh pada harga mobil listrik yang bisa lebih murah lagi.
“Konsumsi masyarakat Indonesia untuk membeli mobil listrik 62 persen di harga Rp250 – Rp300 juta. Kalau ada harga segitu, saya yakin proses peralihan akan lebih cepat karena faktanya di lapangan masih lebih tinggi harganya," jelasnya kemudian.
Sekadar informasi, kisaran harga mobil listrik yang diyakini banyak peminatnya di Indonesia masuk ke dalam banderol Wuling Air ev. Mobil ramah lingkungan mungil tersebut dikatakan akan dilepas dengan harga kisaran Rp250 hingga Rp300 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal