Vinfast Apresiasi 7 Figur Inspiratif Dalam Mengejar Passion
07 Desember 2025, 13:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia masih terbilang tinggi, oleh karena itu perlu dilakukan terobosan lebih lanjut
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga mobil listrik saat ini di Indonesia masih terlalu tinggi sehingga tidak bisa menjangkau banyak orang dari berbagai kalangan. Selain itu ekosistem yang belum terbentuk seperti industri pendukung belum memadai.
Mobil listrik menggunakan baterai yang harganya mencapai 60 persen dari keseluruhan kendaraan. Sehingga untuk menghasilkan mobil listrik terjangkau, harga baterai harus ditekan.
Saat ini di Indonesia mobil listrik dibanderol paling murah mulai dari Rp700 jutaan. Harga sebesar itu hanya mampu dijangkau oleh sebagian kalangan saja.
Berbicara dalam kesempatan Seminar dan Talkshow Mobil Listrik di Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022, Taufiek Bawazier selaku Dirjen Ilmate Kementrian Perindustrian menjelaskan sejumlah fakta menarik.
“2012 itu sekitar 120.000 mobil listrik beredar di dunia. 2021 sebanyak 6.6 juta mobil listrik di dunia dan 3.3 juta ada di China, artinya 50 persennya ada di sana,” ungkap Taufik.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa mobil listrik berkembang pesat di China karena dijual dengan harga lebih terjangkau. Banderol kendaraan ramah lingkungan bisa menentukan akselerasi perkembangannya.
Baca juga : Moeldoko Akui Mobil Listrik Lebih Ribet dari Konvensional
Saat ini mobil listrik di Indonesia baru mendapatkan keringanan antara lain Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk BEV (Battery Electric Vehicle). Sementara di Jakarta mobil listrik berbasis baterai atau BEV mendapatkan insentif BBN (Bea Balik Nama) 0 persen dan tarif bea masuk hanya 5 persen.
Sejumlah keringan di atas dianggap masih belum cukup untuk bisa membuat harga mobil listrik lebih terjangkau. Belakangan Pemerintah tengah gencar menarik pihak luar negeri untuk melakukan investasi kendaraan listrik.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuat TKDN (Total Kandungan Dalam Negeri) dari kendaraan listrik lebih banyak. Harapannya dengan semakin tinggi TKDN akan berpengaruh pada harga mobil listrik yang bisa lebih murah lagi.
“Konsumsi masyarakat Indonesia untuk membeli mobil listrik 62 persen di harga Rp250 – Rp300 juta. Kalau ada harga segitu, saya yakin proses peralihan akan lebih cepat karena faktanya di lapangan masih lebih tinggi harganya," jelasnya kemudian.
Sekadar informasi, kisaran harga mobil listrik yang diyakini banyak peminatnya di Indonesia masuk ke dalam banderol Wuling Air ev. Mobil ramah lingkungan mungil tersebut dikatakan akan dilepas dengan harga kisaran Rp250 hingga Rp300 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Desember 2025, 13:00 WIB
04 Desember 2025, 16:00 WIB
04 Desember 2025, 14:00 WIB
04 Desember 2025, 13:00 WIB
04 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
07 Desember 2025, 13:00 WIB
Vinfast menilai kesuksesan tujuh orang tersebut mampu menginspirasi banyak masyarakat yang ada di Tanah Air
07 Desember 2025, 11:00 WIB
Pihak Kalista siap membantu Transjakarta mencapai target 10.000 unit armada elektrifikasi per 2030 mendatang
07 Desember 2025, 09:00 WIB
Aplikasi Digiroom Auto2000 mengalami pembaruan dengan fokus pada enam jenis fitur yang memudahkan pelanggan
07 Desember 2025, 07:00 WIB
Chery Sales Indonesia menjadi official mobility partner para atlet NPC yang akan berkompetisi di Dubai
06 Desember 2025, 21:00 WIB
Aplikasi Digiroom milik Auto2000 diklaim mendapat respon positif dari para pelanggan setianya di Tanah Air
06 Desember 2025, 19:00 WIB
Perang harga mobil Cina semakin sengit di 2025, BMW menegaskan tak berminat ikut persaingan tersebut
06 Desember 2025, 17:00 WIB
Mobil pribadi diperkirakan masih menjadi kendaraan favorit masyarakat saat merayakan libur Nataru 2026
06 Desember 2025, 15:00 WIB
Daihatsu catatkan hasil positif penjualan sepanjang November 2025, Gran Max Series jadi kontributor utama