Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
KSP Moeldoko mengaku mobil listrik lebih ribet daripada kendaraan konvensional berbahan bakar bensin pada umumnya
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko akui mobil listrik lebih ribet daripada mobil jenis lainnya. Sehingga proses transisi kendaraan konvesional ke listrik memiliki tantangan tersendiri yang harus diselesaikan.
Hal tersebut di atas diungkapkannya dalam Seminar dan Talkshow di ajang PEVS 2022 hari ini (25/07) di Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurutnya membangun ekosistem kendaraan listrik tidaklah mudah.
Karena banyak hal harus diubah seperti pola pikir hingga mental. Menggunakan bahan bakar subsidi yang lebih murah merupakan kebiasaan sulit digantikan.
“Saat ini orang ke SPBU hanya butuh 2-3 menit isi 5 sampai 10 liter selesai. Mobil listrik kalau di jalan mesti cari dulu di mana ada swap baterai atau charging station,” ucap KSP Moeldoko di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Menurutnya belakangan masih ada isu yang belum terjawab di masyarakat. Setidaknya dikatakan terdapat 4 kekhawatiran masyarakat selama ini akan kendaran listrik.
“Isu mobil listrik nanti kalau masuk air gimana, kesetrum ngga, mau charging di mana, seberapa jauh baterainya dan paling terakhir adalah pasca jualnya gimana harga bekasnya turun atau tidak,” ungkapnya kemudian.
Baca juga : Mobil Listrik Ford Mustang Mach-E Curi Perhatian di PEVS 2022
Menurutnya isu-isu tersebut dijawab dengan berbagai langkah Pemerintah melalui keputusan Presiden. Bahkan kendaraan listrik akan masuk di lingkungan Pemerintahan sebagai acuan.
“Sebentar lagi akan ada inpres (Instruksi Presiden) yang mewajibkan kendaraan listrik di institusi TNI dan Polri. Instrumen tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik,” ucapnya kemudian.
Di tempat yang sama, Taufik Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transpotasi dan Elektronika Kementrian Perindustrian, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia perlu mendapatkan edukasi tentang kendaraan listrik.
“Masyarakat perlu diedukasi bahwa mobil listrik konsumsinya 15 kWh untuk 100 km. Konsumsi listriknya 1 kWh sekitar Rp2.500, sedangkan kalau pakai BBM untuk 100 km itu butuh 5.5 liter,” jelas Taufik.
Ia menyatakan bahwa penggunaan mobil listrik akan lebih efisien daripada mesin bakar. Oleh karena itu disebutkan butuh edukasi lebih lanjut untuk masyarakat sehingga mau beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota