BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
tujuh pabrikan mobil listrik dunia telah berinvestasi di Indonesia dengan nilai mencapai Rp 15,4 triliun
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Indonesia masih menjadi salah satu pasar menarik bagi produsen mobil listrik dunia. Besarnya potensi serta banyaknya insentif dari pemerintah menjadi daya tarik sendiri.
Tak mengherankan bila pabrikan mobil dunia berupaya untuk masuk ke Tanah Air. Merela pun dikabarkan siap menggelontorkan dana besar agar bisa berkompetisi dengan optimal.
“Sejak 2024 hingga Maret 2025 ada tujuh produsen kendaraan listrik yang menyatakan komitmen serta mulai melakukan konstruksi dengan nilai total Rp 15,4 triliun. Sementara rencana kapasitas produksi mobil EV mencapai 281.000 unit per tahun,” ungkap Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta (06/05).
Tujuh merek tersebut adalah BYD, Citroen, Aion, Maxus, Geely, Vinfast dan VW. Namun hanya BYD, Aion saja Vinfast yang dikabarkan sudah berkomitmen untuk membangun pabrik di Tanah Air.
Sementara sisanya bakal memanfaatkan fasilitas perusahaan lain seperti PT Handal Indonesia Motor.
Mendirikan pabrik mobil listrik juga diklaim berpotensi memberi keuntungan yang besar. Pasalnya ekosistem baterai EV terbilang sangat lengkap karena beberapa bahan tambang seperti nikel sudah tersedia di Indonesia.
“Bahkan pabrik baterai dan fasilitas untuk daur ulangnya kini sudah mulai dibangun di Indonesia sehingga ekosistem makin lengkap,” tambahnya kemudian.
Tak hanya itu, dirinya juga menegaskan bahwa pemerintah tengah berencana menambah insentif bagi perusahaan yang sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi. Dengan demikian diharapkan investor bisa berlomba meningkatkan kandungan lokal dalam produknya.
“Jadi konsepnya kami ubah dengan semakin besar TKDNnya maka insentifnya juga lebih tinggi. Kami akan fokus untuk kebijakan ini,” tambah Rosan Roeslani.
Kementerian Perindustrian juga bakal memudahkan investor untuk mendapatkan sertifikasi TKDN.
“Reformasi TKDN ini akan berdampak besar terhadap iklim dunia usaha dan investasi,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian saat acara peluncuran mobil listrik Polytron G3 di Jakarta, Selasa (06/05).
Agus menekankan, keputusan tersebut dibuat guna menciptakan iklim investasi yang lebih mendukung serta mempermudah kegiatan usaha di Tanah Air.
Dengan begitu dipercaya bakal meringankan beban para produsen yang ingin mendaftarkan TKDN produk mereka.
“Nantinya proses penghitungan akan lebih mudah, lebih cepat dan biaya sertifikasi TKDN bakal jauh lebih murah,” pungkasnya
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar