Tarif Transjakarta Bakal Alami Penyesuaian, Efektif Tahun Depan
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Guna membantu mobilitas masyarakat di tengah kenaikan harga BBM, Transjakarta beroperasi 24 jam mulai hari ini
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta beroperasi 24 jam mulai hari ini. Perubahan dilakukan untuk memudahkan masyarakat melakukan mobilitas di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Hal ini disampaikan oleh Anang Rizkani Noor, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta. Pemberlakukan pun dilakukan pada 13 koridor sekaligus,.
“Layanan 24 jam setiap hari berlaku di 13 koridor. Semoga penambahan waktu layanan ikut membantu masyarakat di saat harga BBM naik,” ungkapnya.
Pada waktu operasional reguler, Transjakarta beroperasi mulai pukul 05.00-22.00 WIB. Waktu operasional itu kemudian diperpanjang dengan angkutan malam hari yang beroperasi mulai pukul 22.00-05.00 WIB.
Untuk mendukung operasi 24 jam setiap hari maka selain armada bus Transjakarta juga memastikan petugas di halte dan bus juga disesuakan untuk memastikan keamanan serta keselamatan. Meski demikian masyarakat diharapkan untuk tetap waspada.
"Kami mengimbau pelanggan tetap waspada dan berhati-hati bepergian di malam hari," kata Anang.
Dilansir dari Antara, Transjakarta menggunakan armada sekitar 3.500 bus yang dioperasionalkan oleh operator untuk melayani angkutan umum massal baik untuk layanan dengan halte (BRT) atau non BRT. Dari jumlah itu, sekitar 30 unit di antaranya sudah menggunakan bahan bakar listrik.
Sementara itu, tarif angkutan umum massal Transjakarta tidak mengalami penyesuaian setelah harga BBM bersubsidi naik. Pemprov DKI Jakarta mengucurkan subsidi BBM sekitar Rp62.5 miliar sehingga tarif tetap Rp3.500.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite, Solar dan Pertamax. Langkah tersebut dilakukan karena saat ini subsidi BBM dinilai telah terlalu besar sementara harga minyak mentah dunia masih tinggi.
Akibat kenaikan ini maka harga Pertalite yang sebelumnya Rp7.650 per liter baik menjadi Rp10.000 per liter atau naik Rp2.350. Sementara itu Pertamax kini dijual Rp14.500 per liter atau naik Rp2.000 dari sebelumnya hanya 12.500 per liter.
Selanjutnya Solar yang selama ini dibanderol Rp5.150 per liter meningkat Rp1.650 menjadi Rp6.800 per liter. Kebijakan pemerintah tersebut pun langsung mendapat penolakan dari beragam lapisan masyarakat karena dianggap memberatkan perekonomian.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
16 Juni 2026, 18:11 WIB
06 Januari 2026, 15:24 WIB
12 Desember 2025, 19:00 WIB
07 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
Program relawan mahasiswa Hyundai Jump School memasuki tahun ketiga, disambut antusias oleh para peserta
08 Oktober 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez benar-benar berambisi untuk menyelesaikan balapan dan meraih kemenangan di Sirkuit Mandalika
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan kepolisian, agar bisa lebih memudahkan masyarakat
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Hasil evaluasi, Ganjil Genap Jakarta berhasil mengatur lalu lintas di sejumlah jalan protokol Ibu Kota
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku dapat dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
07 Oktober 2026, 19:46 WIB
Penjualan Hyundai positif di periode Agustus 2026, produk-produk di segmen premium ikut berkontribusi
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
BNI TapCash bisa diandalkan untuk pembayaran tol sampai berbelanja makanan dan minuman saat road trip