4 Mobil yang Disuntik Mati di Indonesia Tahun Ini, Ada Baleno
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, mengungkap bahwa pihaknya telah mengajukan usulan insentif dan stimulus buat industri otomotif. Pengajuan itu ia sampaikan kepada Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Dirinya mengungkap bahwa insentif di industri otomotif dinilai penting karena dapat melindungi para tenaga kerja di Indonesia.
“Kami sudah kirim karena program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja. Ini juga merupakan kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif karena dapat memberikan kontribusi kepada perekonomian,” ungkapnya dilansir Antara (01/01).
Dalam program yang diajukan, dirinya mengklaim bakal memiliki skema lebih optimal ketimbang insentif saat masa pandemi Covid-19. Karena penyusunan sudah dilakukan secara lebih detail dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
Mulai dari segmentasi kendaraan, teknologi, hingga bobot Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan mobil ramah lingkungan.
“Prinsipnya adalah mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu harus memiliki TKDN, dia harus memenuhi nilai emisi maksimal sekian,” kata Menperin.
Dalam usulan tersebut, Kementerian Perindustrian juga menetapkan batasan harga pada masing-masing segmen kendaraan. Sehingga insentif bisa benar-benar tepat sasaran.
Dia menjelaskan, penyusunan usulan insentif telah melalui proses yang panjang dan sudah melibatkan pelaku industri, dalam hal ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Tujuan dari Kemenperin cuma satu yakni melindungi tenaga kerja yang ada. Karena jumlahnya di sektor otomotif itu terlalu besar sehingga harus kita lindungi,” tegasnya lagi.
Lebih lanjut, Menperin menekankan bahwa pembahasan insentif ini dilakukan secara teknokratis dengan memperhitungkan aspek biaya dan manfaat bagi negara.
“Kemenperin juga tentu tidak mau usulan kemudian membuat negara cekak atau defisit. Maka hitungan manfaat harus lebih besar dari biaya yang disiapkan negara,” pungkasnya.
Perlu diketahui bahwa penjualan kendaraan di Indonesia pada 2025 memang mengalami tekanan cukup besar. Bahkan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pasar otomotif mengalami penurunan cukup besar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 11:00 WIB
30 Desember 2025, 08:00 WIB
29 Desember 2025, 12:14 WIB
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit