Mobil Listrik Chery J6T CSH, SUV Boxy Beridentitas Adventure
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan insentif mobil hybrid masih diperlukan untuk menggairahkan penjualan.
Pihak Gaikindo tidak menampik bahwa penjualan mobil hybrid sejatinya sudah cukup positif. Namun masih diperlukan stimulus untuk menjangkau lebih banyak konsumen di dalam negeri.
“Kan kita katanya mau lebih banyak lagi (penjualan mobil hybrid). Kalau lebih banyak, ya harus ada stimulus yang membuat itu bisa dibeli orang dan (harga) makin terjangkau,” kata Jongkie Sugiarto, ice Chairman Market Development Gaikindo di ICE BSD, belum lama ini.
Perlu diketahui pada periode Januari-Juni 2026, wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) mobil hybrid berhasil tembus 42.366 unit.
Capaian tersebut naik pesat dari semester pertama tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 28.817 unit saja.
Berkat hal tersebut, pangsa pasar mobil hybrid kini 9,7 persen dari keseluruhan total pasar otomotif nasional.
Bicara soal skema pemberian insentif, Jongkie menegaskan pihaknya menyerahkan hal ini kepada pemerintah sepenuhnya.
“Belum tahu (skema insentifnya), makanya kita serahkan 100 persen semua kepada pemerintah saja. Katanya mau lebih cepat lagi (penjualan mobil hybrid), ya tujuannya memang Perpres Nomor 55,” kata Jongkie.
Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 sendiri mengatur tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB untuk transportasi jalan.
Pada beberapa pasal ditekankan pemberian insentif fiskal sebagai bagian dari upaya percepatan program kendaraan ramah lingkungan.
Sebelumnya di 2025, pemerintah sempat memberikan diskon PPnBM untuk mobil hybrid sebesar tiga persen. Ini berlaku buat kendaraan full hybrid, mild hybrid maupun plug-in hybrid yang memenuhi beberapa kriteria.
Ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025. Skema serupa berpeluang diterapkan kembali oleh pemerintah apabila bakal mengucurkan insentif mobil hybrid lagi di tahun ini.
Di sisi lain, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa mobil hybrid belum masuk dalam perencanaan pemberian insentif yang sedang disiapkan pemerintah.
“Saya belum dengar rencana itu. Yang saya dengar rencananya adalah EV saja,” kata Purbaya di sela GIIAS 2026, beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray