Penerimaan Mobil Listrik dan Hybrid di RI Kian Positif di 2026
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan insentif mobil hybrid masih diperlukan untuk menggairahkan penjualan.
Pihak Gaikindo tidak menampik bahwa penjualan mobil hybrid sejatinya sudah cukup positif. Namun masih diperlukan stimulus untuk menjangkau lebih banyak konsumen di dalam negeri.
“Kan kita katanya mau lebih banyak lagi (penjualan mobil hybrid). Kalau lebih banyak, ya harus ada stimulus yang membuat itu bisa dibeli orang dan (harga) makin terjangkau,” kata Jongkie Sugiarto, ice Chairman Market Development Gaikindo di ICE BSD, belum lama ini.
Perlu diketahui pada periode Januari-Juni 2026, wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) mobil hybrid berhasil tembus 42.366 unit.
Capaian tersebut naik pesat dari semester pertama tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 28.817 unit saja.
Berkat hal tersebut, pangsa pasar mobil hybrid kini 9,7 persen dari keseluruhan total pasar otomotif nasional.
Bicara soal skema pemberian insentif, Jongkie menegaskan pihaknya menyerahkan hal ini kepada pemerintah sepenuhnya.
“Belum tahu (skema insentifnya), makanya kita serahkan 100 persen semua kepada pemerintah saja. Katanya mau lebih cepat lagi (penjualan mobil hybrid), ya tujuannya memang Perpres Nomor 55,” kata Jongkie.
Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 sendiri mengatur tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB untuk transportasi jalan.
Pada beberapa pasal ditekankan pemberian insentif fiskal sebagai bagian dari upaya percepatan program kendaraan ramah lingkungan.
Sebelumnya di 2025, pemerintah sempat memberikan diskon PPnBM untuk mobil hybrid sebesar tiga persen. Ini berlaku buat kendaraan full hybrid, mild hybrid maupun plug-in hybrid yang memenuhi beberapa kriteria.
Ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025. Skema serupa berpeluang diterapkan kembali oleh pemerintah apabila bakal mengucurkan insentif mobil hybrid lagi di tahun ini.
Di sisi lain, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa mobil hybrid belum masuk dalam perencanaan pemberian insentif yang sedang disiapkan pemerintah.
“Saya belum dengar rencana itu. Yang saya dengar rencananya adalah EV saja,” kata Purbaya di sela GIIAS 2026, beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
04 Agustus 2026, 09:00 WIB
01 Agustus 2026, 22:00 WIB
01 Agustus 2026, 06:00 WIB
31 Juli 2026, 12:48 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini
10 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa memecah kebuntuan khususnya di jam-jam sibuk Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta bisa menjadi solusi
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
Berlangsung sengit dan banyak pembalap gagal menaklukkan Sirkuit Silverstone, ini jalannya MotoGP Inggris 2026
09 Agustus 2026, 19:15 WIB
Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengunjungi booth Jetour di GIIAS 2026 untuk melihat berbagai inovasi
09 Agustus 2026, 16:33 WIB
Pameran otomotif GIIAS 2026 berhasil menarik perhatian dengan kehadiran sejumlah model dan merek baru
09 Agustus 2026, 13:55 WIB
Suzuki Jimny 5-Door kini mulai diminati konsumen perempuan karena bisa menambah rasa percaya diri di perjalanan
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Isuzu memperkuat layanan purna jual, guna menjadi solusi bisnis para pengusaha di berbagai bidang bisnis