10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Insentif EV, menurut Gaikindo seharusnya bisa diperluas ke jenis berbagai kendaraan ramah lingkungan lain
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif untuk mobil listrik sebelumnya diberikan pemerintah terbatas pada mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) dan mobil hybrid saja.
Perwakilan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai cakupan subsidi kendaraan ramah lingkungan ini harusnya bisa diperluas.
Insentif dapat menjadi daya tarik buat konsumen serta membuat harga mobil menjadi semakin kompetitif.
Bantuan dari pemerintah ini tampaknya masih dinanti oleh Gaikindo dan deretan produsen kendaraan listrik di dalam negeri.
Dengan kehadiran berbagai jenis kendaraan energi terbarukan di Indonesia, pemberian insentif dapat sangat membantu dalam mempercepat transisi elektrifikasi.
“Saya sudah bilang dari dulu ya, harus dikasih insentif. Harusnya mobil listrik dan hybrid, plug-in hybrid maupun Range Extender Electric Vehicle (REEV),” kata Jongkie Sugiarto, Vice Chairman Market Development Gaikindo saat ditemui di Jakarta, Senin (13/07).
Jongkie menegaskan berbagai jenis kendaraan ramah lingkungan itu memenuhi beberapa kriteria utama sebagai penerima insentif.
Misalnya hemat bahan bakar. Kemudian mobil dengan energi terbarukan menghasilkan polusi yang jauh lebih rendah.
Di samping itu, kendaraan ramah lingkungan seperti mobil hybrid maupun PHEV masih menggunakan berbagai komponen kendaraan konvensional.
Sehingga masih bisa memanfaatkan industri komponen yang saat ini sudah ada di Indonesia.
“Maka dari itu kami mengusulkan tolong diperhatikan ini mobil hybrid, plug-in hybrid, REEV. Jadi kalau nanti ada insentif tolong dikasih, tidak usah sama seperti BEV tetapi diberikan,” kata Jongkie.
Sebagai informasi, sebelumnya ada beberapa model mobil listrik yang memperoleh insentif dari pemerintah.
Di awal, ada Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev. Kedua produk itu telah berstatus Completely Knocked Down (CKD) atau dirakit lokal.
Berkat subsidi pajak, harga mobil listrik Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev semakin kompetitif dan menarik konsumen untuk membeli.
Insentif kemudian diperluas untuk BEV yang diimpor utuh dari negara asalnya, dengan catatan ada komitmen perakitan lokal setelah kuota impor terpenuhi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika