Usulan Menperin Soal Insentif Mobil Hybrid Dinilai Kontradiktif
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Insentif EV, menurut Gaikindo seharusnya bisa diperluas ke jenis berbagai kendaraan ramah lingkungan lain
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif untuk mobil listrik sebelumnya diberikan pemerintah terbatas pada mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) dan mobil hybrid saja.
Perwakilan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai cakupan subsidi kendaraan ramah lingkungan ini harusnya bisa diperluas.
Insentif dapat menjadi daya tarik buat konsumen serta membuat harga mobil menjadi semakin kompetitif.
Bantuan dari pemerintah ini tampaknya masih dinanti oleh Gaikindo dan deretan produsen kendaraan listrik di dalam negeri.
Dengan kehadiran berbagai jenis kendaraan energi terbarukan di Indonesia, pemberian insentif dapat sangat membantu dalam mempercepat transisi elektrifikasi.
“Saya sudah bilang dari dulu ya, harus dikasih insentif. Harusnya mobil listrik dan hybrid, plug-in hybrid maupun Range Extender Electric Vehicle (REEV),” kata Jongkie Sugiarto, Vice Chairman Market Development Gaikindo saat ditemui di Jakarta, Senin (13/07).
Jongkie menegaskan berbagai jenis kendaraan ramah lingkungan itu memenuhi beberapa kriteria utama sebagai penerima insentif.
Misalnya hemat bahan bakar. Kemudian mobil dengan energi terbarukan menghasilkan polusi yang jauh lebih rendah.
Di samping itu, kendaraan ramah lingkungan seperti mobil hybrid maupun PHEV masih menggunakan berbagai komponen kendaraan konvensional.
Sehingga masih bisa memanfaatkan industri komponen yang saat ini sudah ada di Indonesia.
“Maka dari itu kami mengusulkan tolong diperhatikan ini mobil hybrid, plug-in hybrid, REEV. Jadi kalau nanti ada insentif tolong dikasih, tidak usah sama seperti BEV tetapi diberikan,” kata Jongkie.
Sebagai informasi, sebelumnya ada beberapa model mobil listrik yang memperoleh insentif dari pemerintah.
Di awal, ada Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev. Kedua produk itu telah berstatus Completely Knocked Down (CKD) atau dirakit lokal.
Berkat subsidi pajak, harga mobil listrik Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev semakin kompetitif dan menarik konsumen untuk membeli.
Insentif kemudian diperluas untuk BEV yang diimpor utuh dari negara asalnya, dengan catatan ada komitmen perakitan lokal setelah kuota impor terpenuhi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat