Komponen Termahal di Mobil Listrik yang Sering Bermasalah
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Insentif EV, menurut Gaikindo seharusnya bisa diperluas ke jenis berbagai kendaraan ramah lingkungan lain
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif untuk mobil listrik sebelumnya diberikan pemerintah terbatas pada mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) dan mobil hybrid saja.
Perwakilan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai cakupan subsidi kendaraan ramah lingkungan ini harusnya bisa diperluas.
Insentif dapat menjadi daya tarik buat konsumen serta membuat harga mobil menjadi semakin kompetitif.
Bantuan dari pemerintah ini tampaknya masih dinanti oleh Gaikindo dan deretan produsen kendaraan listrik di dalam negeri.
Dengan kehadiran berbagai jenis kendaraan energi terbarukan di Indonesia, pemberian insentif dapat sangat membantu dalam mempercepat transisi elektrifikasi.
“Saya sudah bilang dari dulu ya, harus dikasih insentif. Harusnya mobil listrik dan hybrid, plug-in hybrid maupun Range Extender Electric Vehicle (REEV),” kata Jongkie Sugiarto, Vice Chairman Market Development Gaikindo saat ditemui di Jakarta, Senin (13/07).
Jongkie menegaskan berbagai jenis kendaraan ramah lingkungan itu memenuhi beberapa kriteria utama sebagai penerima insentif.
Misalnya hemat bahan bakar. Kemudian mobil dengan energi terbarukan menghasilkan polusi yang jauh lebih rendah.
Di samping itu, kendaraan ramah lingkungan seperti mobil hybrid maupun PHEV masih menggunakan berbagai komponen kendaraan konvensional.
Sehingga masih bisa memanfaatkan industri komponen yang saat ini sudah ada di Indonesia.
“Maka dari itu kami mengusulkan tolong diperhatikan ini mobil hybrid, plug-in hybrid, REEV. Jadi kalau nanti ada insentif tolong dikasih, tidak usah sama seperti BEV tetapi diberikan,” kata Jongkie.
Sebagai informasi, sebelumnya ada beberapa model mobil listrik yang memperoleh insentif dari pemerintah.
Di awal, ada Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev. Kedua produk itu telah berstatus Completely Knocked Down (CKD) atau dirakit lokal.
Berkat subsidi pajak, harga mobil listrik Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev semakin kompetitif dan menarik konsumen untuk membeli.
Insentif kemudian diperluas untuk BEV yang diimpor utuh dari negara asalnya, dengan catatan ada komitmen perakitan lokal setelah kuota impor terpenuhi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Juli 2026, 22:00 WIB
13 Juli 2026, 18:43 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
13 Juli 2026, 07:00 WIB
11 Juli 2026, 21:00 WIB
Terkini
15 Juli 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan masa berlaku kartu, berikut informasinya
15 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu cara pemerintah Ibu Kota untuk bisa mengurai kemacetan jalan
15 Juli 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung untuk memudahkan masyarakat memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara
14 Juli 2026, 22:23 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara ada banyak cara, seperti memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Saat ini banyak yang mengira biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik terletak di baterai yang digunakan
14 Juli 2026, 21:43 WIB
Mayoritas konsumen ternyata memilih Jetour T1 i-DM alias varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya