Jaecoo Siapkan Beberapa Strategi Tuk Menghadapi Aturan Pemerintah
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif otomotif masih diharapkan oleh berbagai pihak guna membantu mendukung penjualan kendaraan roda empat tahun depan.
Subsidi dari pemerintah tak sekadar berkontribusi menekan harga jual mobil, tetapi juga menggairahkan industri komponen di dalam negeri.
Hanya saja dalam praktiknya, insentif otomotif seperti diberikan ke mobil listrik impor justru disebut belum mampu menyerap komponen lokal secara maksimal.
Oleh karena itu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) berharap adanya insentif otomotif yang lebih memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN dari satu kendaraan.
“Dari GIAMM sendiri berharap, di 2026 pemerintah dapat memberikan stimulus untuk kendaraan yang punya local content tinggi,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Senin (29/12).
Dia menegaskan, insentif otomotif buat mobil rakitan lokal dengan TKDN tinggi dinilai membantu menaikkan penjualan mobil agar kembali pulih ke satu juta unit.
“Industri komponen atau parts dalam negeri juga tertolong, karena sudah tiga tahun berturut-turut menurun,” tegas Rachmat.
Di Indonesia, ada beberapa model kendaraan sudah memiliki kandungan lokal cukup tinggi di atas 40 persen.
Misalnya deretan produk di segmen Low Cost Green Car (LCGC). Lima model LCGC di dalam negeri sekarang memang telah mendapatkan insentif otomotif sampai 2031.
Insentif membuat LCGC hanya dikenakan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar tiga persen saja.
Di samping itu, Rachmat menyorot masih ada berbagai model potensial lain bisa dikucurkan subsidi karena punya TKDN tinggi dan memanfaatkan komponen lokal secara optimal.
“Betul, banyak mobil yang diproduksi di Indonesia punya local content tinggi selain LCGC,” ungkap Rachmat.
Namun perlu diketahui, TKDN bukan satu-satunya kriteria mobil penerima insentif LCGC. Besaran emisi dihasilkan turut jadi pertimbangan.
Jika ditelusuri ada beberapa model kendaraan roda empat di dalam negeri dengan TKDN di atas 40 persen.
Misalnya Sport Utility Vehicle (SUV) Mitsubishi Xforce dan Destinator. Lalu Multi Purpose Vehicle (MPV) Toyota Kijang Innova Zenix.
Khusus Innova Zenix, varian hybrid-nya telah mengantongi TKDN 60 persen. Sementara tipe mesin bensinnya lebih tinggi di 85 persen.
Kemudian MPV yang jadi salah satu favorit konsumen Tanah Air yakni Toyota Avanza. Komponen lokal Avanza saat ini diklaim di atas 80 persen.
Pemberian insentif tepat sasaran diharapkan dapat berkontribusi memajukan industri komponen otomotif di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Januari 2026, 13:00 WIB
24 Januari 2026, 09:00 WIB
21 Januari 2026, 10:23 WIB
15 Januari 2026, 12:00 WIB
14 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026
24 Januari 2026, 11:17 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid tampil lebih segar di awal 2026 dengan diberikan warna maupun grafis baru di seluruh tipe
24 Januari 2026, 09:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai
24 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemesanan Honda Prelude sudah mulai dibuka pada 23 Januari, namun hanya tersedia di diler-diler tertentu
23 Januari 2026, 21:06 WIB
Demi memberikan wadah kepada para pencinta modifikasi di Indonesia, kick off IMX 2026 baru saja dimulai
23 Januari 2026, 19:00 WIB
Material bangunan BMW mengedepankan keberlanjutan, masih tetap dibalut konsep global yaitu Retail.Next
23 Januari 2026, 18:00 WIB
Pabrikan kendaraan asal Cina kini semakin beragam setelah Arista Group resmi membawa Farizon ke Tanah Air
23 Januari 2026, 17:00 WIB
Ada empat pilihan kelir skutik Yamaha Grand Filano Hybrid untuk konsumen, harga mulai Rp 28,7 jutaan