Teknologi City Car Aira ev Setara LCGC, Ini Harga Resmi Wuling
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif otomotif masih diharapkan oleh berbagai pihak guna membantu mendukung penjualan kendaraan roda empat tahun depan.
Subsidi dari pemerintah tak sekadar berkontribusi menekan harga jual mobil, tetapi juga menggairahkan industri komponen di dalam negeri.
Hanya saja dalam praktiknya, insentif otomotif seperti diberikan ke mobil listrik impor justru disebut belum mampu menyerap komponen lokal secara maksimal.
Oleh karena itu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) berharap adanya insentif otomotif yang lebih memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN dari satu kendaraan.
“Dari GIAMM sendiri berharap, di 2026 pemerintah dapat memberikan stimulus untuk kendaraan yang punya local content tinggi,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Senin (29/12).
Dia menegaskan, insentif otomotif buat mobil rakitan lokal dengan TKDN tinggi dinilai membantu menaikkan penjualan mobil agar kembali pulih ke satu juta unit.
“Industri komponen atau parts dalam negeri juga tertolong, karena sudah tiga tahun berturut-turut menurun,” tegas Rachmat.
Di Indonesia, ada beberapa model kendaraan sudah memiliki kandungan lokal cukup tinggi di atas 40 persen.
Misalnya deretan produk di segmen Low Cost Green Car (LCGC). Lima model LCGC di dalam negeri sekarang memang telah mendapatkan insentif otomotif sampai 2031.
Insentif membuat LCGC hanya dikenakan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar tiga persen saja.
Di samping itu, Rachmat menyorot masih ada berbagai model potensial lain bisa dikucurkan subsidi karena punya TKDN tinggi dan memanfaatkan komponen lokal secara optimal.
“Betul, banyak mobil yang diproduksi di Indonesia punya local content tinggi selain LCGC,” ungkap Rachmat.
Namun perlu diketahui, TKDN bukan satu-satunya kriteria mobil penerima insentif LCGC. Besaran emisi dihasilkan turut jadi pertimbangan.
Jika ditelusuri ada beberapa model kendaraan roda empat di dalam negeri dengan TKDN di atas 40 persen.
Misalnya Sport Utility Vehicle (SUV) Mitsubishi Xforce dan Destinator. Lalu Multi Purpose Vehicle (MPV) Toyota Kijang Innova Zenix.
Khusus Innova Zenix, varian hybrid-nya telah mengantongi TKDN 60 persen. Sementara tipe mesin bensinnya lebih tinggi di 85 persen.
Kemudian MPV yang jadi salah satu favorit konsumen Tanah Air yakni Toyota Avanza. Komponen lokal Avanza saat ini diklaim di atas 80 persen.
Pemberian insentif tepat sasaran diharapkan dapat berkontribusi memajukan industri komponen otomotif di Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 20:04 WIB
29 Juli 2026, 22:23 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
05 Juli 2026, 07:28 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna