Trac Siapkan Promo Sewa Mobil buat Mudik Lebaran, Ada Diskon
13 Februari 2026, 15:08 WIB
Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif otomotif masih diharapkan oleh berbagai pihak guna membantu mendukung penjualan kendaraan roda empat tahun depan.
Subsidi dari pemerintah tak sekadar berkontribusi menekan harga jual mobil, tetapi juga menggairahkan industri komponen di dalam negeri.
Hanya saja dalam praktiknya, insentif otomotif seperti diberikan ke mobil listrik impor justru disebut belum mampu menyerap komponen lokal secara maksimal.
Oleh karena itu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) berharap adanya insentif otomotif yang lebih memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN dari satu kendaraan.
“Dari GIAMM sendiri berharap, di 2026 pemerintah dapat memberikan stimulus untuk kendaraan yang punya local content tinggi,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Senin (29/12).
Dia menegaskan, insentif otomotif buat mobil rakitan lokal dengan TKDN tinggi dinilai membantu menaikkan penjualan mobil agar kembali pulih ke satu juta unit.
“Industri komponen atau parts dalam negeri juga tertolong, karena sudah tiga tahun berturut-turut menurun,” tegas Rachmat.
Di Indonesia, ada beberapa model kendaraan sudah memiliki kandungan lokal cukup tinggi di atas 40 persen.
Misalnya deretan produk di segmen Low Cost Green Car (LCGC). Lima model LCGC di dalam negeri sekarang memang telah mendapatkan insentif otomotif sampai 2031.
Insentif membuat LCGC hanya dikenakan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar tiga persen saja.
Di samping itu, Rachmat menyorot masih ada berbagai model potensial lain bisa dikucurkan subsidi karena punya TKDN tinggi dan memanfaatkan komponen lokal secara optimal.
“Betul, banyak mobil yang diproduksi di Indonesia punya local content tinggi selain LCGC,” ungkap Rachmat.
Namun perlu diketahui, TKDN bukan satu-satunya kriteria mobil penerima insentif LCGC. Besaran emisi dihasilkan turut jadi pertimbangan.
Jika ditelusuri ada beberapa model kendaraan roda empat di dalam negeri dengan TKDN di atas 40 persen.
Misalnya Sport Utility Vehicle (SUV) Mitsubishi Xforce dan Destinator. Lalu Multi Purpose Vehicle (MPV) Toyota Kijang Innova Zenix.
Khusus Innova Zenix, varian hybrid-nya telah mengantongi TKDN 60 persen. Sementara tipe mesin bensinnya lebih tinggi di 85 persen.
Kemudian MPV yang jadi salah satu favorit konsumen Tanah Air yakni Toyota Avanza. Komponen lokal Avanza saat ini diklaim di atas 80 persen.
Pemberian insentif tepat sasaran diharapkan dapat berkontribusi memajukan industri komponen otomotif di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 15:08 WIB
13 Februari 2026, 12:00 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
13 Februari 2026, 07:00 WIB
12 Februari 2026, 20:00 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan
14 Februari 2026, 13:03 WIB
Peserta test drive unit andalan Suzuki di IIMS 2026 bisa mendapatkan beragam hadiah-hadiah yang menarik
14 Februari 2026, 13:00 WIB
DFSK Super Cab digunakan oleh BNPB sebagai unit water treatment yang ditempatkan di lokasi-lokasi bencana