10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Mobil bekas perusahaan masih diminati calon pembeli baik perorangan hingga jaringan diler karena kondisinya
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Mobil merupakan aset perusahaan yang cukup bernilai. Namun akan menjadi masalah ketika kendaraan operasional akan dijual kembali.
Karena mobil eks perusahaan bisa menyusut cukup jauh nilainya jika hendak dijual. Sehingga menjadi masalah bagi tim pengelolaan aset maupun keuangan perusahaan.
Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia, nilai sebuah kendaraan operasional memang akan terus turun setiap tahun.
Bahkan lebih jauh pada saat usia kendaraan memasuki lima tahun, nilainya menjadi tinggal 50 persen dibandingkan saat pertama beli.
Kemudian saat hendak dijual ke pasar, harga yang ditawarkan lebih rendah lagi. Sehingga perusahaan kerap mengalami kerugian.
Kondisi tersebut menjadi semakin sulit karena baik perusahaan maupun calon pembeli tidak memiliki informasi akan kondisi unit.
Padahal jika mengacu pada tata kelola penilaian aset bergerak dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementrian Keuangan, penentuan nilai sebuah kendaraan seharusnya didasarkan pada kondisi fisik objektif, bukan sekadar perkiraan.
Lebih jauh faktanya kendaraan eks operasional perusahaan sebenarnya cukup diminati. Berdasarkan survei perilaku konsumen, sekitar 65-70 persen calon pembeli, sampai jaringan diler, tertarik mobil bekas perusahaan.
Hal tersebut dikarenakan legalitasnya lebih jelas dan riwayat perawatannya konsisten.
Sayangnya kendaraan kerap tidak dibarengi dengan data kondisi secara objektif. Walhasil perusahaan berada dalam kondisi kurang menguntungkan saat proses negosiasi.
"Banyak perusahaan terpaksa mencatat kerugian pelepasan aset bukan karena unit kendaraannya buruk, melainkan karena minimnya data independen yang valid untuk mempertahankan nilai sisa (residual value) tersebut di meja negosiasi," ungkap Ardy Alam, CEO Garasi.id.
Kemudian gap antara nilai buku dan harga jual riil menjadi terlalu lebar dan merugikan kas perusahaan.
1. Bodi dan Sasis Dianggap Bekas Tabrakan
Warna panel berbeda secara langsung diasumsikan sebagai bekas tabrakan besar. Kondisi ini kerap dijadikan alasan meminta potongan harga yang cukup besar.
2. Transmisi Matic Dinilai Bermasalah
Gejala ringan seperti perpindahan gigi sedikit terlambat, seringkali dianggap sebagai tanda kerusakan besar, lalu diyakini butuh perbaikan mahal.
3. Bunyi Kaki-kaki
Munculnya suara dari kaki-kaki kerap jadi bahan negosiasi. Kondisi ini juga kerap dijadikan alasan menekan harga jual.
4. Rembesan Oli
Rembesan oli pada area mesin bisa saja terjadi dan tidak selalu menunjukkan kerusakan besar.
Inspeksi Mobil Garasi.id hadir sebagai solusi independen. Kemudian laporan inspeksi komprehensif hingga 170 titik pengecekan.
Adapun pemeriksaan mulai interior, eksterior, underhood, underbody, computer diagnostic, test jalan, surat-surat, hingga sejarah kendaraan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
27 September 2026, 09:55 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Terkini
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit
19 Oktober 2026, 08:24 WIB
Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025