Kemenperin Yakin Penjualan Mobil 2026 Tembus 1 Juta Unit
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Mobil bekas perusahaan masih diminati calon pembeli baik perorangan hingga jaringan diler karena kondisinya
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Mobil merupakan aset perusahaan yang cukup bernilai. Namun akan menjadi masalah ketika kendaraan operasional akan dijual kembali.
Karena mobil eks perusahaan bisa menyusut cukup jauh nilainya jika hendak dijual. Sehingga menjadi masalah bagi tim pengelolaan aset maupun keuangan perusahaan.
Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia, nilai sebuah kendaraan operasional memang akan terus turun setiap tahun.
Bahkan lebih jauh pada saat usia kendaraan memasuki lima tahun, nilainya menjadi tinggal 50 persen dibandingkan saat pertama beli.
Kemudian saat hendak dijual ke pasar, harga yang ditawarkan lebih rendah lagi. Sehingga perusahaan kerap mengalami kerugian.
Kondisi tersebut menjadi semakin sulit karena baik perusahaan maupun calon pembeli tidak memiliki informasi akan kondisi unit.
Padahal jika mengacu pada tata kelola penilaian aset bergerak dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementrian Keuangan, penentuan nilai sebuah kendaraan seharusnya didasarkan pada kondisi fisik objektif, bukan sekadar perkiraan.
Lebih jauh faktanya kendaraan eks operasional perusahaan sebenarnya cukup diminati. Berdasarkan survei perilaku konsumen, sekitar 65-70 persen calon pembeli, sampai jaringan diler, tertarik mobil bekas perusahaan.
Hal tersebut dikarenakan legalitasnya lebih jelas dan riwayat perawatannya konsisten.
Sayangnya kendaraan kerap tidak dibarengi dengan data kondisi secara objektif. Walhasil perusahaan berada dalam kondisi kurang menguntungkan saat proses negosiasi.
"Banyak perusahaan terpaksa mencatat kerugian pelepasan aset bukan karena unit kendaraannya buruk, melainkan karena minimnya data independen yang valid untuk mempertahankan nilai sisa (residual value) tersebut di meja negosiasi," ungkap Ardy Alam, CEO Garasi.id.
Kemudian gap antara nilai buku dan harga jual riil menjadi terlalu lebar dan merugikan kas perusahaan.
1. Bodi dan Sasis Dianggap Bekas Tabrakan
Warna panel berbeda secara langsung diasumsikan sebagai bekas tabrakan besar. Kondisi ini kerap dijadikan alasan meminta potongan harga yang cukup besar.
2. Transmisi Matic Dinilai Bermasalah
Gejala ringan seperti perpindahan gigi sedikit terlambat, seringkali dianggap sebagai tanda kerusakan besar, lalu diyakini butuh perbaikan mahal.
3. Bunyi Kaki-kaki
Munculnya suara dari kaki-kaki kerap jadi bahan negosiasi. Kondisi ini juga kerap dijadikan alasan menekan harga jual.
4. Rembesan Oli
Rembesan oli pada area mesin bisa saja terjadi dan tidak selalu menunjukkan kerusakan besar.
Inspeksi Mobil Garasi.id hadir sebagai solusi independen. Kemudian laporan inspeksi komprehensif hingga 170 titik pengecekan.
Adapun pemeriksaan mulai interior, eksterior, underhood, underbody, computer diagnostic, test jalan, surat-surat, hingga sejarah kendaraan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Juli 2026, 22:43 WIB
27 Juni 2026, 18:15 WIB
24 Juni 2026, 21:00 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
28 Juli 2026, 14:47 WIB
Geely Coolray memadukan eksterior pre-facelift dan interior desain terbaru, begini impresi pertamanya
28 Juli 2026, 09:29 WIB
Diler Xpeng di Alam Sutera berada di bawah naungan Erajaya dan berkonsep 3S untuk memenuhi kebutuhan konsumen
28 Juli 2026, 06:38 WIB
Toyota sebut pasar ekspor CBU mereka mengalami pertumbuhan sampai 10,7 persen dibanding 2025, berikut catatannya
28 Juli 2026, 06:31 WIB
Tersebar di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi
28 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda, hal ini demi memudahkan para pengendara mobil dan motor
28 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah DKI untuk bisa sedikit mengurangi kemacetan parah
27 Juli 2026, 22:39 WIB
BMW Astra menyiapkan beberapa program menarik selama gelaran GIIAS 2026 demi bisa mendapatkan banyak konsumen
27 Juli 2026, 14:14 WIB
GIIAS 2026 bakal jadi panggung perdana BAIC T1 debut di pasar Indonesia, simak deretan keunggulannya