Jetour Investigasi T2 yang Terbakar Akibat Kecelakaan dengan BMW
03 Februari 2026, 13:00 WIB
Kecelakaan beruntun di tol Cipularang diawali oleh supir bus yang kurang mengantisipasi kondisi lalu lintas
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kecelakaan beruntun terjadi di tol Cipularang arah Jakarta KM 85 pada hari Rabu (10/07). Setidaknya ada 10 kendaraan terlibat dalam insiden yang berlangsung pukul 15.20 WIB.
Meski menyebabkan tiga orang terluka, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Mereka dibawa ke RS Abdul Radjak, Purwakarta untuk mendapat penanganan.
Evakuasi pun diklaim berjalan lancar sehingga pukul 16.47 WIB dua lajur berhasil dibuka dan lalu lintas dapat dilalui kembali. Meski demikian kepadatan lalu lintas masih tersendat.
Kepolisian serta Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dikabarkan langsung datang ke lokasi setelah mendapat informasi terjadinya kecelakaan. Mereka melakukan upaya penanganan untuk mempercepat proses evakuasi korban dan normaliasi lalu lintas agar segera bisa dilintasi.
"Representative Office 3 selaku pengelola ruas tol Cipularang bersama kepolisian dan Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) telah berada di lokasi. Mereka melakukan upaya penanganan untuk mempercepat proses evakuasi korban serta normalisasi lalu lintas agar dapat segera dilintasi," ujar Agni Mayvinna, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division.
Kecelakaan diduga berasal dari bus Primajasa jurusan Garut - Lebak Bulus nomor polisi B 7198 ZX yang melaju dari dari arah Bandung menuju arah Jakarta. Kemudian saat di lokasi kejadian, sopir bus diduga kurang mengantisipasi terjadinya perlambatan di jalan menurun dan menikung.
Akibatnya ia pun menabrak kendaraan lain yang di depannya. setidaknya terdapat sepuluh kendaraan terlibat dalam peristiwa kecelakaan beruntun tersebut.
“Dugaan sementara supir mengantuk lalu banting setir ke kanan lalu menabrak kendaraan lain. Saat ini belum diketahui apakah rem blong atau tidak tapi biasanya bila ada kondisi tersebut maka korban bisa lebih banyak lagi,” Kompol Joko Prihantono, Ka induk PJR Cipularang saat ditemui media.
Sebelumnya diberitakan bahwa mengantuk merupakan salah satu penyebab kecelakaan terbesar. Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengungkap bahwa risiko terjadinya insiden akan meningkat drastis dibanding ketika pengemudi masih segar.
“Biasanya badan sudah memberikan tanda agar istirahat hanya saja sering diabaikan karena terburu-buru atau merasa baik-baik saja. Padahal obat dari mengantuk adalah istirahat baik tidur atau hanya merenggangkan tubuh,” ungkapnya pada KatadataOTO.
Sony mengingatkan pengemudi untuk berkendara maksimal tiga jam kemudian istirahat selama 20 menit. Atau bila perlu tidur sejenak selama 60 menit juga bisa menjadi langkah bijak dalam berkendara aman.
“Bila mengantuk, jangan coba-coba menyiasatinya dengan tancap gas agar menaikkan adrenalin. Itu sifatnya hanya sementara dan kantuk akan kembali menyerang,” ungkapnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
06 Januari 2026, 15:24 WIB
29 Desember 2025, 13:00 WIB
26 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
19 Februari 2026, 19:00 WIB
Untuk pertama kalinya dalam sejarah MotoGP, balapan di Australia bakal digelar di sirkuit jalan raya Adelaide
19 Februari 2026, 18:00 WIB
Alex Rins mengaku sempat menolak tawaran tim satelit Ducati, yakni Gresini Racing dan lebih memilih LCR Honda
19 Februari 2026, 17:00 WIB
Donald Trump memasang beberapa syarat agar mobil Cina bisa mengaspal di Amerika Serikat di masa mendatang
19 Februari 2026, 16:27 WIB
Adopsi kendaraan niaga bertenaga listrik terbilang rendah, Isuzu menanti dukungan lebih kuat dari pemerintah
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Debut iCar di Tanah Air berhasil menarik perhatian dengan desain booth menarik dan mobil bergaya hidup modern
19 Februari 2026, 14:00 WIB
Komisi II DPR menyarankan agar pemerintah provinsi memperhatikan kondisi masyarakat sebelum menjalankan opsen
19 Februari 2026, 13:00 WIB
Kehadiran Genesis di RI semakin dekat, namun pihak Hyundai Indonesia masih enggan beberkan informasi rinci
19 Februari 2026, 12:00 WIB
GAC Indonesia mengakui ada beberapa tantangan di 2026 yang harus mereka hadapi agar bisa bertahan lebih optimal