Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kecelakaan beruntun di tol Cipularang diawali oleh supir bus yang kurang mengantisipasi kondisi lalu lintas
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kecelakaan beruntun terjadi di tol Cipularang arah Jakarta KM 85 pada hari Rabu (10/07). Setidaknya ada 10 kendaraan terlibat dalam insiden yang berlangsung pukul 15.20 WIB.
Meski menyebabkan tiga orang terluka, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Mereka dibawa ke RS Abdul Radjak, Purwakarta untuk mendapat penanganan.
Evakuasi pun diklaim berjalan lancar sehingga pukul 16.47 WIB dua lajur berhasil dibuka dan lalu lintas dapat dilalui kembali. Meski demikian kepadatan lalu lintas masih tersendat.
Kepolisian serta Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dikabarkan langsung datang ke lokasi setelah mendapat informasi terjadinya kecelakaan. Mereka melakukan upaya penanganan untuk mempercepat proses evakuasi korban dan normaliasi lalu lintas agar segera bisa dilintasi.
"Representative Office 3 selaku pengelola ruas tol Cipularang bersama kepolisian dan Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) telah berada di lokasi. Mereka melakukan upaya penanganan untuk mempercepat proses evakuasi korban serta normalisasi lalu lintas agar dapat segera dilintasi," ujar Agni Mayvinna, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division.
Kecelakaan diduga berasal dari bus Primajasa jurusan Garut - Lebak Bulus nomor polisi B 7198 ZX yang melaju dari dari arah Bandung menuju arah Jakarta. Kemudian saat di lokasi kejadian, sopir bus diduga kurang mengantisipasi terjadinya perlambatan di jalan menurun dan menikung.
Akibatnya ia pun menabrak kendaraan lain yang di depannya. setidaknya terdapat sepuluh kendaraan terlibat dalam peristiwa kecelakaan beruntun tersebut.
“Dugaan sementara supir mengantuk lalu banting setir ke kanan lalu menabrak kendaraan lain. Saat ini belum diketahui apakah rem blong atau tidak tapi biasanya bila ada kondisi tersebut maka korban bisa lebih banyak lagi,” Kompol Joko Prihantono, Ka induk PJR Cipularang saat ditemui media.
Sebelumnya diberitakan bahwa mengantuk merupakan salah satu penyebab kecelakaan terbesar. Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengungkap bahwa risiko terjadinya insiden akan meningkat drastis dibanding ketika pengemudi masih segar.
“Biasanya badan sudah memberikan tanda agar istirahat hanya saja sering diabaikan karena terburu-buru atau merasa baik-baik saja. Padahal obat dari mengantuk adalah istirahat baik tidur atau hanya merenggangkan tubuh,” ungkapnya pada KatadataOTO.
Sony mengingatkan pengemudi untuk berkendara maksimal tiga jam kemudian istirahat selama 20 menit. Atau bila perlu tidur sejenak selama 60 menit juga bisa menjadi langkah bijak dalam berkendara aman.
“Bila mengantuk, jangan coba-coba menyiasatinya dengan tancap gas agar menaikkan adrenalin. Itu sifatnya hanya sementara dan kantuk akan kembali menyerang,” ungkapnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
Federal Oil terus melakukan berbagai pendekatan untuk mengembangkan pasar dengan konsistensi inovasi
14 Oktober 2026, 07:00 WIB
Aion UT Urban mengisi celah kosong tipe Standard dan Premium, jadi sesusai kebutuhan konsumen di Indonesia
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
Kei car listrik BYD Racco punya peluang besar dihadirkan ke pasar Indonesia, BYD mulai survey ke konsumen