Cara Menegur Pengendara yang Merokok dan Melawan Arah Era Modern
14 Januari 2026, 07:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi ugal-ugalan antara bus di jalanan kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh dua pengemudi dari perusahaan otobus (PO) Damri.
Menyitat akun Instagram @dashcam_owners_Indonesia, dua bus Damri berjalan saling beriringan di jalan Tol Ngawi–Kertosono pada 25 Desember 2025.
Aksi tersebut tentu sangat membahayakan pengguna jalan lain. Apalagi salah satu bus melakukan manuver berbahaya.
Terlihat sempat memotong lajur ke kanan. Kemudian dua bus Damri berkendara dengan jarak cukup berdekatan untuk melakukan serah terima bingkisan.
Setelah itu, mobil di belakang yang merekam video berupaya untuk mendahului dua kendaraan besar tersebut.
Akan tetapi aksi berbahaya dilakukan salah satu sopir yang berada di kiri. Ia langsung memotong ke sebelah kanan.
Hampir menyebabkan kecelakaan dengan mobil perekam. Tentu aksi sopir itu sangat membahayakan.
Melihat aksi ugal-ugalan di atas, pihak Damri memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi mereka.
“Damri menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video dashcam terhadap armada Damri di jalan Tol Ngawi–Kertosono,” tulis @damriindonesia, Senin (29/12).
Lebih jauh disebutkan bahwa mereka selalu berkomitmen menjaga keselamatan, profesionalisme serta kualitas layanan di seluruh lini operasional.
Mereka juga mengungkapkan bahwa pengemudi yang bersangkutan sudah diberikan sanksi berat, agar tidak mengulangi kesalahan lagi.
“Dan dijatuhi hukuman skorsing untuk tidak bertugas selama enam bulan, sesuai dengan ketentuan perusahaan,” lanjut mereka.
Selain itu Damri juga berencana buat melakukan evaluasi secara internal. Hal ini penting guna memperkuat disiplin para pengemudi.
Kemudian menanamkan budaya keselamatan berkendara. Jadi tidak ada lagi aksi ugal-ugalan di jalan oleh sopir bus Damri.
“Damri mengapresiasi perhatian masyarakat dan berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan,” tegas perusahaan otobus tersebut.
Tentu kejadian di atas sangat memprihatinkan. Sebab para pengemudi kendaraan besar bersikap abai terhadap keselamatan pengendara lain.
Apalagi dilakukan di jalan bebas hambatan. Sangat berrisiko, dapat menyebabkan kecelakaan fatal antar kendaraan.
Hal tersebut harus menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk para pengemudi kendaraan besar seperti bus antar kota dan provinsi.
Mengingat mereka membawa banyak nyawa. Sehingga keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lain harus selalu dijaga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Januari 2026, 07:00 WIB
04 Januari 2026, 09:00 WIB
26 Desember 2025, 07:00 WIB
19 Desember 2025, 07:00 WIB
09 Desember 2025, 12:03 WIB
Terkini
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada
16 Januari 2026, 17:00 WIB
Wholesales mobil listrik di RI terus mengalami perkembangan sejak 2020, naik signifikan berkat mobil Cina
16 Januari 2026, 15:00 WIB
Berikut KatadataOTO merangkum daftar biaya pembuatan pelat nomor cantik tahun ini, harga mulai Rp 5 jutaan
16 Januari 2026, 14:00 WIB
Buat Anda yang ingin menghabiskan waktu saat libur Isra Miraj, wajib mengetahui jadwal ganjil genap Puncak
16 Januari 2026, 13:00 WIB
Honda menegaskan menjaga stok di pasar agar tidak berlebihan di 2025 sehingga membuat wholesales turun tajam
16 Januari 2026, 11:00 WIB
Penjualan Honda 2025 mengalami penurunan yang cukup dampak dari beragam faktor termasuk lemahnya pasar otomotif
16 Januari 2026, 09:00 WIB
Hyundai menjadi sponsor utama dalam kompetisi ASEAN CUP yang diselenggarakan mulai Juni 2026 mendatang
16 Januari 2026, 07:00 WIB
Aprilia Racing jadi tim MotoGP ketiga yang merilis motor balap baru Marco Bezzecchi dan Jorge Martin