Menilik Pentingnya Dashcam pada Mobil, Bisa Cegah Kecelakaan
08 Februari 2026, 18:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi ugal-ugalan antara bus di jalanan kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh dua pengemudi dari perusahaan otobus (PO) Damri.
Menyitat akun Instagram @dashcam_owners_Indonesia, dua bus Damri berjalan saling beriringan di jalan Tol Ngawi–Kertosono pada 25 Desember 2025.
Aksi tersebut tentu sangat membahayakan pengguna jalan lain. Apalagi salah satu bus melakukan manuver berbahaya.
Terlihat sempat memotong lajur ke kanan. Kemudian dua bus Damri berkendara dengan jarak cukup berdekatan untuk melakukan serah terima bingkisan.
Setelah itu, mobil di belakang yang merekam video berupaya untuk mendahului dua kendaraan besar tersebut.
Akan tetapi aksi berbahaya dilakukan salah satu sopir yang berada di kiri. Ia langsung memotong ke sebelah kanan.
Hampir menyebabkan kecelakaan dengan mobil perekam. Tentu aksi sopir itu sangat membahayakan.
Melihat aksi ugal-ugalan di atas, pihak Damri memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi mereka.
“Damri menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video dashcam terhadap armada Damri di jalan Tol Ngawi–Kertosono,” tulis @damriindonesia, Senin (29/12).
Lebih jauh disebutkan bahwa mereka selalu berkomitmen menjaga keselamatan, profesionalisme serta kualitas layanan di seluruh lini operasional.
Mereka juga mengungkapkan bahwa pengemudi yang bersangkutan sudah diberikan sanksi berat, agar tidak mengulangi kesalahan lagi.
“Dan dijatuhi hukuman skorsing untuk tidak bertugas selama enam bulan, sesuai dengan ketentuan perusahaan,” lanjut mereka.
Selain itu Damri juga berencana buat melakukan evaluasi secara internal. Hal ini penting guna memperkuat disiplin para pengemudi.
Kemudian menanamkan budaya keselamatan berkendara. Jadi tidak ada lagi aksi ugal-ugalan di jalan oleh sopir bus Damri.
“Damri mengapresiasi perhatian masyarakat dan berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan,” tegas perusahaan otobus tersebut.
Tentu kejadian di atas sangat memprihatinkan. Sebab para pengemudi kendaraan besar bersikap abai terhadap keselamatan pengendara lain.
Apalagi dilakukan di jalan bebas hambatan. Sangat berrisiko, dapat menyebabkan kecelakaan fatal antar kendaraan.
Hal tersebut harus menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk para pengemudi kendaraan besar seperti bus antar kota dan provinsi.
Mengingat mereka membawa banyak nyawa. Sehingga keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lain harus selalu dijaga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Februari 2026, 18:00 WIB
07 Februari 2026, 09:00 WIB
14 Januari 2026, 07:00 WIB
04 Januari 2026, 09:00 WIB
26 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026