Konsep Online Dashcam Dekkalive, Solusi Pemantauan Real-Time
05 Agustus 2026, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi ugal-ugalan antara bus di jalanan kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh dua pengemudi dari perusahaan otobus (PO) Damri.
Menyitat akun Instagram @dashcam_owners_Indonesia, dua bus Damri berjalan saling beriringan di jalan Tol Ngawi–Kertosono pada 25 Desember 2025.
Aksi tersebut tentu sangat membahayakan pengguna jalan lain. Apalagi salah satu bus melakukan manuver berbahaya.
Terlihat sempat memotong lajur ke kanan. Kemudian dua bus Damri berkendara dengan jarak cukup berdekatan untuk melakukan serah terima bingkisan.
Setelah itu, mobil di belakang yang merekam video berupaya untuk mendahului dua kendaraan besar tersebut.
Akan tetapi aksi berbahaya dilakukan salah satu sopir yang berada di kiri. Ia langsung memotong ke sebelah kanan.
Hampir menyebabkan kecelakaan dengan mobil perekam. Tentu aksi sopir itu sangat membahayakan.
Melihat aksi ugal-ugalan di atas, pihak Damri memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi mereka.
“Damri menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya video dashcam terhadap armada Damri di jalan Tol Ngawi–Kertosono,” tulis @damriindonesia, Senin (29/12).
Lebih jauh disebutkan bahwa mereka selalu berkomitmen menjaga keselamatan, profesionalisme serta kualitas layanan di seluruh lini operasional.
Mereka juga mengungkapkan bahwa pengemudi yang bersangkutan sudah diberikan sanksi berat, agar tidak mengulangi kesalahan lagi.
“Dan dijatuhi hukuman skorsing untuk tidak bertugas selama enam bulan, sesuai dengan ketentuan perusahaan,” lanjut mereka.
Selain itu Damri juga berencana buat melakukan evaluasi secara internal. Hal ini penting guna memperkuat disiplin para pengemudi.
Kemudian menanamkan budaya keselamatan berkendara. Jadi tidak ada lagi aksi ugal-ugalan di jalan oleh sopir bus Damri.
“Damri mengapresiasi perhatian masyarakat dan berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan,” tegas perusahaan otobus tersebut.
Tentu kejadian di atas sangat memprihatinkan. Sebab para pengemudi kendaraan besar bersikap abai terhadap keselamatan pengendara lain.
Apalagi dilakukan di jalan bebas hambatan. Sangat berrisiko, dapat menyebabkan kecelakaan fatal antar kendaraan.
Hal tersebut harus menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk para pengemudi kendaraan besar seperti bus antar kota dan provinsi.
Mengingat mereka membawa banyak nyawa. Sehingga keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lain harus selalu dijaga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Agustus 2026, 13:00 WIB
01 Agustus 2026, 19:24 WIB
21 Februari 2026, 19:00 WIB
08 Februari 2026, 18:00 WIB
07 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan