Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
20 September 2026, 21:41 WIB
Kementrian ESDM meningkatkan besaran subsidi konversi motor listrik menjadi Rp10 juta supaya lebih menggoda
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Pemerintah melalui Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) resmi menaikkan subsidi konversi motor listrik. Sebelumnya insentif yang diberikan sebesar Rp7 juta dan mulai hari ini menjadi Rp10 juta.
Bertambah bantuan dari pemerintah tersebut di atas bertujuan guna meningkatkan minat masyarakat. Sehingga penerima bisa lebih dimudahkan untuk mendapatkan kendaraan setrum menggunakan cara konversi.
“Rp10 juta yang diputuskan untuk konversi. Mulai sekarang juga sudah jalan,” kata Arifin Tasrif, Menteri ESDM dikutip Antara (10/11).
Lebih lanjut ia menjelaskan kenaikkan besaran subsidi hanya berlaku pada model konversi. Sementara untuk pembelian kuda besi elektrik masih tetap di angka Rp7 juta.
“Itu kan untuk motor baru, kalua sekarang baru sama bekas mesti lain dong,” jelasnya kemudian.
Konversi motor listrik merupakan salah satu program subsidi yang kurang diminati oleh masyarakat Tanah Air. Disitat dari Indonesia.go.id bahwa Kementrian ESDM menunjukkan 5.528 orang menyatakan minatnya pada konversi motor listrik.
Namun dalam perkembangan terakhir terdapat 2.069 peserta mengundurkan diri dengan berbagai alasan.
Fakta itu membuat target konversi motor listrik yang mencapai 50 ribu unit hingga akhir 2023 semakin berat.
Calon peserta subsidi harus menggelontorkan dana sekitar Rp11 – Rp20 juta untuk bisa memiliki unit. Hal tersebut dianggap masih terlalu berat bagi sebagian orang.
“Konversi ini kan mengubah budaya dan perilaku sehingga persiapan harus lebih bagus lagi. Kalau target konversi 50 ribu pada 2023 rasanya berat,” tutur Sahid Junaidi, Sekretaris Ditjen EBTKE.
Kementrian ESDM sendiri menyatakan sudah melakukan upaya jemput bola. Mereka melakukan program khusus untuk bisa mendapatkan lebih banyak peserta.
“Untuk konversi motor listrik, sekarang kita coba door to door ke BUMN-BUMN, ke kantor-kantor dan sudah banyak nih yang respons swasta-swasta,” jelas Arifin beberapa waktu lalu.
Kementrian ESDM sendiri melihat program konversi motor listrik adalah upaya percepatan mewujudkan net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060. Adapun metode konversi diyakini merupakan pilihan tepat.
“Kami fokus terhadap kendaraan motor bakar roda dua karena angka populasinya lebih dari 120 juta. Apalagi tren pertumbuhan menunjukkan 5 sampai 6 persen setiap tahun,” ungkap Afirin.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat