Honda Enggan Banting Harga Motor Listrik Setelah Insentif Dihapus
13 Februari 2026, 08:00 WIB
Kementrian ESDM meningkatkan besaran subsidi konversi motor listrik menjadi Rp10 juta supaya lebih menggoda
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Pemerintah melalui Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) resmi menaikkan subsidi konversi motor listrik. Sebelumnya insentif yang diberikan sebesar Rp7 juta dan mulai hari ini menjadi Rp10 juta.
Bertambah bantuan dari pemerintah tersebut di atas bertujuan guna meningkatkan minat masyarakat. Sehingga penerima bisa lebih dimudahkan untuk mendapatkan kendaraan setrum menggunakan cara konversi.
“Rp10 juta yang diputuskan untuk konversi. Mulai sekarang juga sudah jalan,” kata Arifin Tasrif, Menteri ESDM dikutip Antara (10/11).
Lebih lanjut ia menjelaskan kenaikkan besaran subsidi hanya berlaku pada model konversi. Sementara untuk pembelian kuda besi elektrik masih tetap di angka Rp7 juta.
“Itu kan untuk motor baru, kalua sekarang baru sama bekas mesti lain dong,” jelasnya kemudian.
Konversi motor listrik merupakan salah satu program subsidi yang kurang diminati oleh masyarakat Tanah Air. Disitat dari Indonesia.go.id bahwa Kementrian ESDM menunjukkan 5.528 orang menyatakan minatnya pada konversi motor listrik.
Namun dalam perkembangan terakhir terdapat 2.069 peserta mengundurkan diri dengan berbagai alasan.
Fakta itu membuat target konversi motor listrik yang mencapai 50 ribu unit hingga akhir 2023 semakin berat.
Calon peserta subsidi harus menggelontorkan dana sekitar Rp11 – Rp20 juta untuk bisa memiliki unit. Hal tersebut dianggap masih terlalu berat bagi sebagian orang.
“Konversi ini kan mengubah budaya dan perilaku sehingga persiapan harus lebih bagus lagi. Kalau target konversi 50 ribu pada 2023 rasanya berat,” tutur Sahid Junaidi, Sekretaris Ditjen EBTKE.
Kementrian ESDM sendiri menyatakan sudah melakukan upaya jemput bola. Mereka melakukan program khusus untuk bisa mendapatkan lebih banyak peserta.
“Untuk konversi motor listrik, sekarang kita coba door to door ke BUMN-BUMN, ke kantor-kantor dan sudah banyak nih yang respons swasta-swasta,” jelas Arifin beberapa waktu lalu.
Kementrian ESDM sendiri melihat program konversi motor listrik adalah upaya percepatan mewujudkan net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060. Adapun metode konversi diyakini merupakan pilihan tepat.
“Kami fokus terhadap kendaraan motor bakar roda dua karena angka populasinya lebih dari 120 juta. Apalagi tren pertumbuhan menunjukkan 5 sampai 6 persen setiap tahun,” ungkap Afirin.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
10 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 13:00 WIB
IIMS 2027 masih digelar di JIExpo Kemayoran, tetapi rencananya memanfaatkan lahan tambahan seluas 20.000 m2
17 Februari 2026, 12:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono mengaku tertarik dengan Denza B5 karena mobil tersebut memiliki desain yang tangguh
17 Februari 2026, 12:00 WIB
MPV bertenaga listrik Denza D9 hadir di Fortune Indonesia Summit 2026, incar konsumen pelaku bisnis di RI
17 Februari 2026, 11:00 WIB
Kegiatan ekspor mobil CBU Daihatsu sepanjang 2025 dikatakan mengalami peningkatan sebesar belasan persen
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menilai ekspor mobil dari Indonesia terus berkembang meskipun masih menemui beberapa tantangan
17 Februari 2026, 07:00 WIB
Pemerintah Cina menilai, hadirkan tombol fisik pada mobil listrik bisa meningkatkan keselamatan pengguna
17 Februari 2026, 06:00 WIB
Saat tanggal merah Tahun Baru Imlek 2026, SIM keliling Bandung tetap bisa ditemukan di dua tempat berbeda
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur