Kemenperin Pastikan Insentif Motor Listrik Bakal Tetap Diberikan

Direncanakan untuk diumumkan pada Agustus mendatang, Kemenperin pastikan insentif motor listrik diberikan

Kemenperin Pastikan Insentif Motor Listrik Bakal Tetap Diberikan
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Kepastian soal insentif motor listrik jadi perhatian banyak manufaktur kendaraan roda dua. Pasalnya banyak konsumen menunda pembelian karena masih menunggu kepastian kebijakan tersebut.

Hanya saja menurut Kementerian Perindustrian, sampai saat ini skema pemberian insentif motor listrik yang dimaksud belum bisa diungkap.

“Tadi saya juga konfirmasi dengan Wakil Menteri Keuangan. Pokoknya on schedule, hanya mungkin setelah menyelesaikan sosialisasi terkait tarif Trump,” kata Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian di Jakarta, Senin (21/07).

Dia menegaskan bahwa insentif motor listrik sesuai dengan kebutuhan produsen maupun konsumen di masa mendatang.

Kelanjutan Skema Insentif Konversi Motor Listrik di 2025
Photo : KatadataOTO

Perlu diketahui, sebelumnya skema insentif motor listrik adalah berupa potongan harga langsung sebesar Rp 7 juta.

Penerima subsidi motor listrik harus merupakan WNI atau Warga Negara Indonesia dengan usia paling tidak 17 tahun ke atas.

Motor listrik yang dapat mengikuti program tersebut juga perlu memperhatikan beberapa hal. Sebab hanya model rakitan lokal saja yang bisa terima subsidi, lalu memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) paling tidak 40 persen.

Menurut Wamenperin, insentif motor listrik memang menjadi satu permintaan dari asosiasi. Saat ini pihaknya tengah menggodok skema terbaik.

Dia berharap kepastian bantuan itu bisa segera diumumkan dan berlaku buat industri mulai Agustus 2025.

“Yang pasti (insentif motor listrik) masih ada dan skemanya masih diputuskan. Mudah-mudahan semua on track,” ucap Wamenperin.

Sekadar informasi ada skema lain diwacanakan diterapkan untuk insentif motor listrik yaitu BMDTP (Bea Masuk Ditanggung Pemerintah).

Namun berdasarkan diskusi dengan para pelaku industri alias produsen motor listrik, skema subsidi Rp 7 juta per unit ternyata lebih disenangi.

Insentif pembelian sepeda motor listrik
Photo : TrenOto

Di samping itu, angka anggaran yang ditetapkan mengalami penurunan tahun ini menjadi Rp 250 miliar.

Jika dibandingkan, subsidinya turun dari 2023 yaitu sebesar Rp 1,75 triliun buat 200 ribu motor listrik serta 50 ribu motor listrik konversi.

Angkanya bahkan sempat naik menjadi Rp 5,25 triliun di 2024 dengan total 600 ribu motor listrik baru dan 150 ribunya lagi merupakan konversi.


Terkini

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika